Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
2 kerajaan


__ADS_3

''kau memanggil ku Ayah"


Ayah Clarissa menatap putrinya dengan sedikit kesal ''kau tahu apa yang kau lakukan saat ini, cih kau benar - benat ceroboh Clarr''


''apa maksudmu''


''wanita yang kau ganggu adalah seorang Ratu''


Clarisaa tersentak dengan apa yang di katakan ayah nya ''ayah kau hanya bergurau bukan''


''tidak, itu adalah sebuah fakta yang ayah ketahui dan kau bersiaplah untuk besok menerima hukumanmu dari Raja Basil, karna Raja Basil telah menangkap dan mengetahui bahkan mendapatkan bukti jika kau yang menyebarkan rumor ini''


''dan kau akan membiarkanku di hukum''


''ya'' tegas ayah Clarissa.


Clarissa benar - benar tidak menyangka ayah nya akan membiarkan dirinya anak satu - satu nya dan keluarga yang ia punya meski mejalani hukuman yang di berikan Raja Basil.


''kau ikuti alur nya esok, dan seterusnya kau akan mengatahui apa yang akan terjadi''


Setelah mengatakan hal itu Ayah Clarissa meninggalkan ruangan, Clarissa yang di tinggalkan sendiri ia memiliki banyak pertanyaan di benak nya.


''apa maksudnya, apa ayah sudah memiliki rencana, atau apa itu tandannya besok adalah waktunya'' senyuman terbit di di wajah Clarissa ia pikir ayah nya akan tega membiarkannya di hukum namun nyatanya esok adalah akhir dari penderitaannya.


Kini ayah Clarissa berada di sebuah gubuk tua tempat dimana ia sering bertukar informasi dengan kerajaan yang bekerjasama dengannya.


''aku harap Raja tidak hanya berkata omong kosong''


''tuan kau tidak perlu khawatir Yang Mulian akan menempati janjinya''


''baiklah, besok adalah waktunya, aku ingin semua berjalan sesuai dengan rencana, tunggu kau sudah memberitahukan mereka bukan''


''sudah tuan dan mereka pun sedang dalam perjalanan kemari, dan mereka sangat berterimaksih karna telah memberikan informasi ini''


Ayah Clarissa tersenyum '' justru ini adalah sebuah kebueruntungan, dengan menjadikannnya target dan itu pun akan membantu tenaga dari orang - orang kita karna tidak mungkin jika dia tidak akan membantu nya bukan"


"itu benar, namun tuan aku sedikit khawatir dengar rumor yang beredar tentangnya"


"cik, kau takut, enyahlah ketakutanmu itu, kita akan melawannya secara bersamaan, pergilah dan segera sampaikan pesan ini pada Raja"


Pengawal itu mengangguk dan pergi ke luar gubuk tersebut dan ia menggunakan sihir nya untuk menyapaikan pesan dari ayah Clarissa.


...----------------...

__ADS_1


Di salah satu kerajaan yang bekerjasama dengan Ayah dari Clarisaa tak lama Raja nya mendapat kan pesan dari pengawal yang ia tugaskan disana.


''cik, ternyata pria tua itu benar - benar mudah di perdaya oleh ku, haha setelah kita berhasil menggulingkan Raja Basil aku akan membuat kerajaan Phonix menjadi kerajaan dari anak ku, Putra Mahkota Aizel''


Raja itu tersenyum dan senyumannya menular pada semua orang yang berada di hadapan nya termasuk Putra mahkota Aizel yang ia maksud.


Kerajaan ini bernama kerajaan Voresham, kerajaan yang menyimpan dendam dengan Raja Basil karna telah membunuh Raja Kerajaan Mazzary, kerajaan paman nya yang sangat ia sayangi.


Raja kerajaan Voresham tidak tahu alasan apa yang membuat Raja Basil menjadikan Kerajaan Mazzary menjadi bagian kerajaan nya, namun untuk saat ini ia ingin membalaskan dendam paman nya dengan menggulingkan posisi Raja Basil dan bahkan membunuhnya, dan posisi nya akan di gantikan oleh Putra Mahkota Aizel dan akan menjadi bagian kerajaan Voresham.


''persiapakan pasukan, kita berangkat dini hari nanti'' titah nya pada semua yang mendengarkan.


......................


''ada apa, mengapa dengan ekspresi mu, apa kau masih kesal dengan mereka''


Alika memandang Raja Basil ''kesal, mungkin, entahlah, yang jelas saat ini perasaan ku sedang tidak nyaman, bisakah kita kembali ke istana''?.


Raja Basil terdiam ''aku tidak yakin namun mungkin aku harus mengatakan ini padamu''


Alika ia memandang Raja seolah bertanya hal pa yang akan Raja Basil katakan padanya.


''kerajaan matahari mungkin sedang bergerak kemari untuk menyerang mu''


''benar, ternyata pria tua itu telah mendapat kan informasi tentang mu dan dia memanfaatkan kerajaan matahari untuk menyerang mu dan mungkin juga Kerajaan Phonix''


Alika menghela nafas nya kasar " lalu apa kau tetap mengundang para Rakyat untuk berada di istana''


"untuk mereka aku tidak mengumpulkan mereka di istana namun di tanah lapang yang biasa di adakan eksekusi atau hukuman"


Alika mengangguk ''apa aku hidup di dunia ini tidak akan bisa tenang"


Raja Basil tersenyum ''bisa jika kau menikah denganku dan jadi Ratu di kerajaan Phoenix,


''cik, itu bukan sebuah solusi, kau tahu setiap ku berdekatan dengan pria tampan para wanita lain selalu menganggap ku musuhnya"


Raja Basil tersenyum samakin lebar setelah mendengar ucapan Alika.


Alika melihat Raja Basil seperti itu pun menautkan keningnya bingung "berhentilah tersenyum seperti itu kau membuatku takut"


Raja Basil ia bukan berhenti tersenyum ia malah tertawa mendengar perkataan Alika yang malah di tatap tajam oleh Alika.


"baiklah - baiklah, kau tahu apa yang membuatku tersenyum"

__ADS_1


Alika menggelengkan kepalanya.


"kau mengatakan jika aku tampan"


"cih, dasar konyol"


"konyol"??


"lupakan, apa kita akan tetap berada di tengah danau?"


"jika tetep bersama denganmu aku tidak masalah"


"berhentilah berkata omomg kosong, bukankah kita meski kembali dan menbahas hal tadi dan aku pun meski berbicara dengan teman - teman ku"


Raja Basil pun akhirnya mengangguk dan segera membawa perahu yang mereka tumpangi menuju ke tepi danau dan segera kemabali ke istana.


Alika telah sampai di istana dan kini berada di paviliunnya bersama teman - temannya, dan membahas apa yang telah di katakan Raja Basil di danau.


"jadi mereka memutuskan menyerangmu disini, namun apa mereka telah mengtahui identitasmu"


tanya Alex.


"entahlah soal itu aku tidak peduli, untuk sekarang kita hanya perlu bersiap entah mereka membabawa pasukan yang banyak atau tidak"


mereka pun mengangguk serempak.


"ash ternyata jadwal kepulangan kita akan di undur" ucap Roger.


"cih justru aku senang, kali ini aku benar - benar akan berolah raga" ujar vania.


Alex, Ana dan Alika hanya tersenyum mendengar perkataan Vania dan Roger.


......................


Kediaman kerajaan Dominik, mereka tidak tahu menahu akan terjadi nya perang di esok hari,mereka tetap dengan keputusan nya yang akan kembali di pagi hari ke kerajaan Dominik, dan mereka pun telah berpamitan kepada Raja Basil, karna sangat pagi sekali mereka sudah berangkat membawa Putri Angeline yang tertidur sangat lelap.


''aku tidak bisa membayangkan kekesalan Putri Angeline saat terbangun nanti" ucap permisuri Fidelya.


Raja Desmon hanya tersenyum ''biarkan Putra Mahkota Daniel yang menghadapinya''


''cik, biarkan saja dia mengeluarkan kekesalannya, dan ayah mungkin kau harus segera mengirimnya ke akademi agar merubah sifat nya, dan juga itu bagus agar dia bisa memiliki kemampuan beladirinya dan mungkin bisa mengusai sihir''


''ayah sudah memikirkan hal ini, dan ibu mu pun sudah setuju mungkin dengan cara ini ia akan melupakan ambisi nya"

__ADS_1


__ADS_2