Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 8


__ADS_3

Sangat pagi sekali Alika telah bangun untuk berolah raga, kebiasaan rutin Alika yang selalu di lakukannya sejak dulu untuk menjaga kesehatan dan fisik nya.


Dia terlihat sangat sexy dan mempesona dengan pakaian olah raga warna hitam yang sangat kontras dengan kulitnya yang seputih susu dan dengan memperlihatkan perutnya yang terlihat rata dan berotot.


Peluh keringat yang bercucuran di tubuhnya yang menambahkan kesan Alika yang terlihat sangat sexy, merasa cukup ia berolah raga ia menyambar handuk yang telah dia sediakan lalu mengelap keringat nya di dahi dan lehernya, dia pun beristirahat sejenak sebelum membersihkan diri.


Tidak lama suara pintu terbuka, dan ternyata Ana telah datang menemuinya, niat ingin membangunkan Alika namun ternyata Alika sudah bangun lebih dulu.


''kau sudah bangun'' meski canggung namun Ana membiasakan dirinya memanggil Alika tanpa embel - embel nona.


Alika mengangguk ''aku terbisa bangun pagi untuk olah raga ''


Ana mengangguk karna melihat Alika seperti sudah mandi keringat namun dia terlihat khawatir melihat pakaian yang di gunakan Alika terlihat sangat terbuka.


''emm nona, ash maksudku Alika, maaf jika bisa kau tidak menggenakan pakaian yang terlalu terbuka di depan semua orang karna hal seperti ini tidak biasa disni ''


''kau tenanglah, aku tau lagi pula disini tertutup tidak ada yang melihat ku '' jelas Alika.


''dan jangan memaksaku menggunakan pakaian seperti orang-orang disini'' lanjut nya lagi.


Ana mengangguk ''Alika ibu suri mengundangmu untuk datang ke paviliunnya ''


''ibu suri, ada apa dia ingin mengundangku'' heran Alika.


''mungkin beliau ingin mengenalmu karna kau wanita pertama yang di bawa oleh yang mulia Raja ke istana ''


Alika hanya mengangguk ''baikalah nanti siang kita kesana, ash ya aku baru ingat akan hukuman Raja Erland kapan dia ingin mulai berkililing menggunakan mobilku?''


''kasim yang bertugas melayani yang mulia mengatakan jadwal yang mulia berkililing denganmu pada sore hari setelah yang mulia menyelesaikan pekerjaannya ''


Alika kembali mengangguk lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihakan diri, Alika sudah mengatakan kepada Ana jika dia tidak ingin di layani dia bisa malakukan apapun sendiri.


Setelah selesai membesihkan diri terlihat Alika yang sudah terlihat segar dan cantik dengan menggunakan pakaian jeans sobek warna hitam dengan baju putih dan di lapisi kemeja kotak - kotak warna gelap dengan rambut yang di biarkan tergerai dan tak lupa sepatu hitam yang di pakaikanya, dia tidak terlalu suka berdandan maka ia hanya memoles wajahnya dengan bedak tipis dan lip glose di bibirnya yang terkesan natural namun terlihat sangat cantik.

__ADS_1


''Alika kau sungguh sangat cantik pantas yang mulia menyukaimu'' puji Ana.


Alika menautkan keningnya bingung '' kau bicara apa, sudahlah lebih baik kita sarapan aku punya ini untuk kita sarapan kau makanlah'' Alika megeluarkan 2 senwicth dan dua gelas susu putih yang sudah dibuat di ruang di mensinya.


Ana yang melihat makanan yang di berikan Alika merasa aneh dan ragu ingin bertanya dari mana makanan ini namun melihat Alika yang memakan nya dengan sangat nikmat dia pun mulai memakannya, setelah satu suapan dia mulai berbinar karna rasa yang asing dan sangat enak.


''Alika dari mana kau menadapatkan makanan ini ''


''mengapa, apa kau tak menyukainya ?''


''tidak bukan begitu ini enak sangat enak'' kata Ana sambil tersenyum seperti anak kecil yang mendapatkan permen.


''maka makanlah dan jangan banyak bertanya, ini rahasia '' kata Alika yang tidak ingin Ana banyak bertanya karna alika sendiri bingung untuk menjawab, karna dia tidak mungkin mengatakan tentang ruang dimensi ke pada Ana.


''setelah ini kau temani aku berjalan - jalan keluar istana '' Ana mengangguk dan melanjutkan makananya.


Alika dan Ana kini mereka tengah berjalan - jalan di luar istana, Ana mengajak nya ke tempat perbelanjaan atau bisa di bilang pasar, pasar yang hampir sama dengan pasar tradisional di zamannya, banyak orang yang memperhatikan Alika, sedangkan Alika yang menjadi pusat perhatian dia hanya acuh dan tidak peduli.


''Alika apa kau ingin membeli sesuatu ?''


''Ana apa mata uang yang di gunakan disini ''


''uang yang di gunakan adalah koin nona koin ada perunggu, perak dan emas'' jelas Ana sambil menunjukan koinnya ke Alika namun yang ada hanya perunggu dan beberapa perak dan tak ada emas.


Alika yang melihat pun seperti pernah melihat namun entah dimana, dan sedetik kemudian dia ingat jika di istana nya yang berada di ruang dimensi, ada koin emas yang menumpuk di salah satu gudang yang hampir mirip dengan koin perak Ana lalu ia memfokuskan dirinya untuk mengambil beberapa dari koin itu dan menujukan nya kepada Ana.


''seperti ini ''


Ana membelalakan matanya pasalnmya Alika menperlihatkan ke Ana koin emas dengan jumlah yang sangat banyak yang Alika masukan ke dalam tas kecil.


''ya ini koin emasnya, Alika banyak sekali ''


Alika manautkan keningnya bingung.

__ADS_1


''memang satu koin emas ini bisa di hargai berapa ''?


'' 100 koin perunggu bisa jadi 1 koin perak sedangkan 100 koin perak bisa jadi 1 koin emas ''


Alika mengangguk mengerti lalu mengedarkan pandaganya untuk melihat apa ada yang manarik perhatiannya, matanya terjudu pada tempat makan atau biasa disebut olehnya restoran.


''ayo kita coba makan di tempat itu '' tunjuk Alika ke arah tempat makan yang dia lihat tadi.


Ana setuju dan mengikuti Alika.


Alika memilih tempat yang berada di lantai 2 yang biasa di gunakan oleh para pejabat atau para putri dan pangeran yang berkunjung dan Alika mesti membayar lebih dulu dengan 1 koin emas dan dengan satu koin emas juga dia sudah mendapatkan makanannya dan bisa menambah jika ingin, tentu mesti menambah koinnya untuk di bayarkan.


Alika dan Ana memilih duduk di didekat jendela sekaligus untuk melihat situasi di bawah sana, sesaat Alika merindukan zamannya namun ia tepis karna dia pun mesti menjalani takdirnya disini.


Makananpun datang dan mereka mulai menyantap makananya , Alika tidak terlalu menyukai makanan ini lalu menyudahi makannya.


''kau habiskanlah Ana'''


''mengapa kau tidak makan ''


''tidak, aku kurang suka '' jelas Alika yang di dengar oleh orang lain pasalnya dari mereka semua sangat menyukai makan disini namun berbeda dengan Alika baru kali ini ada yang mengatakan tidak menyukai makanan disini.


''nona kau jangan bercanda makanan disini adalah mskanan yang terenak dari beberapa tempat makan yang lain '' kata salah satu orang yang tidak jauh dari meja Alika.


Alika tau karna tenpat ini yang paling ramai namun itu lah yang dia rasakan dia tidak bermaksud untuk menjelekan tempat makan ini.


''mohon maaf, tapi itu menurut ku lidah orang - orang berbeda terbukti teman ku dia menyukainya, tapi tidak denganku '' kata Alika yang menunjuk ke arah Ana.


''lalu seperti apa makanan yang kau sukai '' terdengar seorang wanita yang ikut berbicara.


''dan lagi seharusnya seorang pelayan tidak berada disini '' wanita itu berkata dengan nada ketus sambil melirik Ana yang menundukkan kepalanya.


Alika mengehela nafas kasar dia kesal apa karna makanan saja harus diributkan dan wanita itu pun dengan sengaja mempermalukan Ana di depannya, dan wanita itu sepertinya aku pernah melihatnya, dia mengingat - ingat dan kemudian di ingat jika dia adalah wanita yang sama yang melabraknya kemarin.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


tinggalkan jejakmu dengan like dan komen 🤗


__ADS_2