Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 53


__ADS_3

Di salah satu rumah pejabat di Istana Phonix terlihat seorang wanita sedang duduk bersantai sambil meminun teh yang telah di sediakan oleh para dayangnya.


"Nona anda di panggil tuan di ruang kerja beliau"


"ayah, dia sudah kembali, baiklah aku akan menemuinya"


Wanita itu pun berdiri dan melangkahkan kakinya untuk menemui ayahnya.


"ayah ada apa, apa yang mulia telah kembali aku sudah tidak sabar untuk segera menemuinya"


"ya dia sudah kembali dan kau tahu dia kembali dan membawa seorang wanita"


"apa, tidak mungkin ayah, kau pasti bercanda bukan, bukankah yang mulia sangat sulit untuk di dekati wanita, bahkan aku yang sudah lama dekat dengannya saja dia tidak pernah dia tertarik padaku"


"terserah kau percaya atau tidak namun itu memanglah kebenarannya, bahkan ayah mu ini dan mereka semua pria yang ada di istana tidak di perbolehkan melihat wajah nya kecuali para wanita, dan kau tau bahkan wanita itu di berikan tempat tinggal di Paviliun Tulip"


Wanita itu menggeram kesal mendengar kabar dari ayahnya, selama ini hanya dia wanita yang dekat dengannya, bahkan gosip yang beredar di kalangan Rakyat Phonix pun menduga jika wanita itulah yang akan mendampingi yang mulia Raja Basil.


Wanita itu bernama Clarisa Brees, dia memanglah beruntung dekat dengan yang mulia Raja Basil, namun Raja Basil sendiri hanya menganggap nya sebagai seorang adik, karna Ayah dari Clarisa dia adalah salah satu teman mendiang ayahnya dan pernah berkorban banyak untuk Ayah nya di masa kejayaan nya dahulu, sebagai bentuk balas budi Raja Basil membiarkan mereka tinggal di istananya dan di anggapnya sebagai keluarga, namun otak licik mereka ingin memanfaatkan hal ini untuk menjadikan Calrisa agar bisa di jadikannya Ratu untuk mendampinginya.


''aku akan menemui yang mulia''


''pergilah''


......................


''yang mulia nona Clarisa ingin bertemu"


''kasim, biarkan dia masuk"


Kasim itu mengangguk dan segera memberitahukan kepada pengawal di luar untuk membiarkan Clarisa masuk.


''yang mulia''


''ada apa Clar'' Raja Basil menjawab tanpa melihat ke arah Clarisa, Raja Basil sibuk dengan kertas - kertas yang menumpuk yang ada di hadapanya karna sudah lama ia tinggalkan.


''hamba hanya ingin bertemu, dan melihat keadaan yang mulia''

__ADS_1


''aku tidak apa - apa kau tidak perlu mengkhawatirkanku'' jawab nya cuek.


Raja Basil meski bisa dekat dengan Clarisa namun sikap nya tidak pernah hangat dia selalu menjawab apa yang di tanyakan oleh Clarisa dengan sesimple mungkin, hal itu lah yang membuat Clarisa kesal ia menahan amarahnya demi tujuan yang ingin dia capai.


''apa aku boleh bertanya''


''bukankah kau sejak tadi sudah bertanya'' jawab Raja Basil yang menoleh sebentar ke arah Clarisa namun ia kembali sibuk dengan kertas - kertasnya.


Clarisa mengepalkan tangannya dan menahan sekuat mungkin agar amarahnya tidak meluap.


''ku dengar Yang Mulia membawa seseorang wanita''


Raja Basil menatap Clarisa '' lalu apa ada masalah dengan itu''


''tidak yang mulia, namun mengapa dia di tempatkan di Paviliun Tulip'' Clarisa mulai berbicara tanpa rasa takut pada Rajanya.


''itu keputusanku, Clar aku tidak suka kau menanyakan hal yang seperti ini, pergilah kau menganggungku''


'' mohon maaf atas kelancangan ku yang mulia''


Clarisa benar - benar kesal mendengar jawaban dari Raja Basil, ia membungkuk lalu keluar dari sana, setelah keluar ia mengeluakan semua emosi nya.


Sedangkan di luar Clarisa menggerutu tidak terima akan sikap yang di berikan Raja Basil padanya.


''sial, yang mulia tidak pernah melirik ku sedikitpun, cih, memangnya apa bagusnya wanita yang di bawa oleh yang mulia''


''kita ke Paviliun Tulip aku ingin melihat wanita yang di bawa yang mulia'' ucapnya pada kedua dayang yang selalu mengikutinya.


Clarisa berjalan dengan dada yang di busungkan seolah jika dirinya wanita yang berkuasa di istana phonix, sebenarnya dia wanita yang cukup cantik, namun karna sikap dan sifat buruknya dan niat buruk yang tersembunyi dengan ayah nya telah di katahui Raja, Raja tetap membiarkan mereka tinggal di istananya karna dengan begitu, itu akan sangat memudahkannya untuk mengetahui rencana - rencana yang akan di lakukan oleh mereka dan mendapatkan bukti yang kuat agar bisa menghukum mereka.


Clarisa mengerutkan keningnya melihat banyknya prajurit yang berjaga tidak jauh dari paviliun tulip, dia pun memdekat dan megatakan sesuatu pada mereka.


''berikan aku jalan aku ingin menemui wanita di paviliun tulip''


''maaf nona yang mulia Raja telah berpesan untuk tidak membiarkan satu orang pun menemuinya selain yang mulia dan teman - temannya''


Lagi Clarisa menggeram kesal ''aku Clarisa yang mulia pasti tidak akan masalah jika aku menemuinya''

__ADS_1


''mohon ampun nona itu sudah keputusan yang mulia, dan nona tidak di perkenankan untuk masuk dan menui nona Alika''


Satu halisnya terangkat'' Alika, nama wanita itu Alika''


''benar nona''


Setelah mengatakan hal itu ia pun berbalik dengan rasa kesal yang bertambah pada dirinya, dan ia pun kembali menuju kediamannya.


''nona jangan khawatir ku dengar jika wanita itu akan hadir di makan malam nanti'' ucap salah satu dayang pada Clarisa, nona nya.


''benarkah, baiklah kita akan bertemu Alika, wanita yang telah berani mendekati miliku, haruskah kita berikan sesuatu untuk menyambutnya'' Clarisa mengatakan sambil tersenyum smirk, tanpa menghentikan langkahnya, ia terus berjalan menuju kediamannya.


......................


Di kerajaan Matahari.


Raja kerajaan Matahari menatap kosong ke arah orang - orang yang ada di hadapan, setelah ia mendengar cerita dari Putra Mahkota anaknya.


Pikirannya berkelut dengan apa yang di telah Putra Mahkota ceritkan.


kesatria Alexis, cih omong kosong apa ini tidak mungkin dia masih hidup bukan, kerajaan Cahaya aku harus menyelidikinya.


Lamunannya buyar ketika seseorang memanggil - manggilnya, Raja kerajaan matahari menatap orang - orang yang ada di hadapanya.


''kita lanjutkan nanti'' ucap nya ia langsung melangkah pergi dari kursi kebesaran nya menuju ruang kerjanya.


Sedangkan orang - orang yang ada di hadapannya menatap aneh dan saling berbisik bahkan bingung dengan apa yang terjadi pada Raja nya yang tidak biasanya seperti ini, bahkan meninggalkan Rapat yang biasa di lakukan seminggu sekali di kerajaan matahari.


Raja kerajaan matahari telah duduk di meja kerja ia telah memanggil seseorang yang dapat ia peryaca untuk mencari informasi.


''yang mulia mencariku''


''ya aku ingin kau menyelidiki sesuatu''


Raja kerajaan Matahari pun mengatakan semuanya pada pria di hadapanya.


''aku ingin secepatnya kau melaporkan ke padaku dan jangan dulu beritahu siapapun''

__ADS_1


''baik yang mulia'' setelah mendengar perintah dari Raja nya ia pun pamit dan bergegas keluar dan pergi untuk mencari informasi yang di inginkan Rajanya.


__ADS_2