
Alika mendengus kesal melihat Raja Basil yang tertawa.
''apa yang membuatmu tertawa'' tanya Alika.
Raja Basil menatap Alika dan tersenyum "kau"
''aku, cik yang benar saja, kau tidak bersiap" tanya balik Alika.
''aku telah siap, kau mau berangkat berasamaku"? ajak Raja Basil pada Alika.
Alika menggelang ''tidak, aku akan pergi bersama dengan teman - teman ku ''
Raja Basil mengangguk ''baiklah kita bertemu disana nanti, aku ingin izin pada mu''
''izin'' jawab Alika heran.
Raja Basil mengangguk ''iya aku ingin izin mungkin kedepannya aku akan memberi tahu mereka identitas mu yang sebenarnya''
Alika memandang Raja Basil ''terserah aku tidak keberatan, namum mungkin mereka tidak akan percaya padamu''
''aku tahu, dan aku tidak peduli mereka percaya atau tidak, karna cepat atau lambat mereka akan tahu fakta nya bukan, karna kau kedepannya akan membuat mereka bisa melihat kerajaan mu yang telah kembali''
''lalu untuk apa kau memeberikan identitas asli ku''
''karna kau calon Ratu Kerajaan ini'' tegas Raja Basil.
''cik, bukankah aku belum menyetujui nya"
''aku tahu, tapi suatu saat kau akan menyetujui hal ini"
''jangan terlalu berharap''
''mengapa, apa aku bukan kriteria mu'
__ADS_1
Alika tersenyum "kriteria, yang pastinya pria yang akan mendampingiku, ia mesti setia pada satu wanita, aku tidak peduli akan identitasnya yang penting dia pria yang pekerja keras dan bertanggung jawab''
Raja Basil tersenyum '' maka aku akan menjadi pria seperti yang kau inginkan"
''aku tidak akan melarang kau ataupun orang lain menyukai ku, namun untuk saat ini aku ingin sendiri, aku ingin fokus pada kerajaan ku lebih dulu, kau tahu bukan jika kerajaan cahaya baru kembali berdiri''
''aku tahu, aku akan menunggumu, dan aku pun akan membantumu dalam hal apapun, dan juga aku minta kau tidak melarang ku untuk terus mengejar mu" ucap Raja Basil dengan menatap lembut Alika.
''aku tidak melarang mu selama kau tidak lelah''
balas Alika dan menatap nya juga.
''aku tidak akan pernah lelah, kau tahu kau wanita pertama yang membuatku nyaman"
Alika tersenyum ''pergilah bukankah seorang Raja meski berada disana lebih dulu''
''justru seorang Raja akan datang terlambat dan paling akhir'' jawabnya dengan tersenyum dan membusungkan dadanua sombong.
Raja Basil menggelengkan kepalanya "aku bukan Raja yang buruk, tapi aku Raja terkuat di ke empat benua'' ucap nya dengan menahan tawa.
''ah benar aku melupakan hal itu, tapi untuk ku kau Raja yang buruk bahkan kau bebas memasuki kediaman orang tanpa seizin yang menempatinya'' Ucap Alika kesal.
Mendengar jawaban Alika Raja Basil tertawa ''memasuki kediaman pribadi mu bukanlah sebuah ruangan yang seperti paviliun ini bukan, ruang pribadimu yang sebenarnya aku tidak bisa memasukinya bahkan orang lain, maka kau tidak perlu khawatir'' ucap Raja Basil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya ke Alika yang yang memandang nya heran dan seperti sedang memikirkan sesuatu, lalu Raja Basil pun menghilang dari hadapan Alika dengan tubuhnya yang terdiam di tengah taman bunga di paviliunnya.
Ruangan pribadi, apa maksudnya ruang dimensi, apa dia tahu tentang ruang dimensi ku dan jika benar mengapa dia bisa mengetahuinya, Alex dan yang lainya tidak mungkin mengatakan pada Raja Basil begitu saja. Alika ia heran dan terus memikirkan perkataan Raja Basil, tentang ruang pribadi Alika yang ia pikir itu adalah ruang dimensi, Ruang dimensi yang selama ini ia tutupi bersama teman - temanya.
Alika berdiri dan bergegas masuk ke dalam paviliunnya, untuk bersiap pergi ke acara festival lampion bersama teman - temannya, mengenai ruang dimensi ia akan memikirkannya lagi dan pasti ia harus bertanya pada Raja Basil, jika benar mengapa dia bisa mengetahui akan hal ini.
......................
Di kediaman Clarissa ia pun tengah bersiap, di mengenakan gaun yang sangat cantik, begitu pun riasannya, dia berdandan semaksimal mungkin karna dia iingin rakyat melihat jika memang dirinya lah yang cocok untuk di jadikan Ratu di kerajaan ini, dan membuat mereka para rakyat kerajaan phonix membenci Alika karna telah berani merebut Raja Basil dari nya, yang memang awalnya mereka tahu jika Clarissa lah yang akan menjdi pendamping Raja Basil, namun karna kedatangan Alika yang membuat Raja Basil menjadi membencinya san tidal lagi bersamanya.
Clarissa menatap dirinya di cermin dan tersenyum menyeringai ''lihatlah dan dengar ssat kau datang, Alika kau yang telah membuat yang mulia membenciku, dan kau yang mulia Raja Basil, cih, aku berubah pikiran dengan apa yang akan aku lakukan padamu, namun apa yang aku lakukan sekarang adalah hal yang setimpal saat kau memperlakukanku kemarin"
__ADS_1
''baiklah kita berangkat, aku sudah tidak sabar dengan apa yang akan mereka katakan"
ajak nya pada dua pelayan yang akan ikut bersama dengannya untuk melayaninya dan dua orang pengawal yang di pilihkan ayahnya untuk mengawal anaknya, Clrissa.
......................
Sedangkan di kediaman Kerajaan Phonix, mereka pun tengah bersiap, mereka berkumpul di ruang tengah untuk berangkat bersama, kecuali Putri Angeline.
''Ayah, mengapa tidak kita pergi bersama debgan nona Alika"
Raja Desmon sedikit berpikir dan memandang anaknya" kita bertemu saja disana mungkin nona Alika akan bersama teman - temannya dan Yang Mulia Raja Basil dan mungkin Nona Alika dia akan menggunakan telepornya untuj segeran sampai disana''
Putra Mahkota mengangguk ''aku tidak menyangka nona Alika di perdebatkan oleh mereka para pejabat istana untuk menjadi Ratu hanya karna mereka melihat jika Alika hanya seorang petualang''
Raja Desmon tersenyum ''Yang Mulia Raja Basil, ia adalah seorang Raja yang tidak mudah di pengaruhi, dan lagi jika mereka telah mengetahui akan identitas asli nona Alika mereka akan bersujud di bwah kaki nona Alika bukan, karna mereka bahkan berani menghinanya, yang kastanya jauh berbeda dengan mereka''
''benar dan lagi nona Alika dan Yang Mulia Raja Basil mereka pasangan yang cocok'' lanjut permasuri Fidelya.
''ya benar mereka sangat cocok, namun seperti nya nona Alika tidak atau belum memiliki perasaan terhadap Yang Mulia Raja Basil'' ucap kembali permaisuri Fidelya.
''benar, biarlah waktu yang menjawab namun aku yakin mereka akan bersama'' jawab Raja Desmon.
Permasuri dan Putra Mahkota mengangguk setuju.
"lalu apa yang kau lakukan pada adikmu"? tanya Raja Desmon, permaisuri pun ikut menatao Putra Mahkota pensaran dengan apa yang di lakukan Putra Mahkota.
Putra Mahkota tersenyum ''aku hanya membuatnya tertidur dengan sebuah pil dan dengan dosis yang tinggi, hingga ia tidak akan terbangun sampai siang hari, dan mungkin setelah ia bangun kita sudah berada dalam perjalan pulang kembali ke kerajaan Dominik, dan saat disana ayah bisa kembali menghukumnya bukan''
''kau membuatnya tertidur'' Raja Desmon dan permaisuri nya menggelengkan kepalanya tidak percaya jika Putra Mahkota melakukan hal ini kepada Putri Angeline, adiknya.
Mereka sudah menbayangkan bagaimana kesal dan marah nya Putri Angeline saat tahu rencana nya gagal dan malah tertidur hingga di siang hari, dan bahkan sudah dalam perjalan menuju kerajaan Dominik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1