
Paginya mereka telah terbangun dan kini mereka sedang sarapan dengan sendwich yang di buat Queenya dan selesai sarapan kini mereka tengah bersiap karna kapal yang di tumpanginya akan segera sampai di pelabuhan benua barat tepatnya berada di Kerajaan Dominik.
Kapal itu terlihat menepi di pinggir pelabuhan, Alika dkk, pun keluar dari sana dan melanjutkan perjalanannya kembali menuju kota Kerajaan Dominik.
*****
Mereka sekarang sudah berada di pusat kota Kerajaan Dominik, dan mereka pun melangkah menuju rumah makan karna hari sudah siang dan terasa lapar.
Ketika mereka sedang berjalan menuju rumah makan, langkah Alika terhenti karna melihat seorang pria yang sedang di aniaya oleh tiga orang pria lainya disana, Alika pun menghampriri dan berniat membantu nya jika ia benar, namun jika ia salah bukan berarti ia harus di pukuli bukan, jiwa seorang polisi di diri Alika yang masih membekas.
''ada apa, mengapa pria ini di pukuli ?''
Alika memandang pria yang di pukuli ketiga pria di depannya, namun ia mengerutkan keningnya, Alika melihatnya seperti ada sesuatu yang ia temukan dari pria tersebut dan di sadari oleh Alex dan yang lainya yang memilki energi spiritual, sudut bibir Alika pun terangkat, sedangkan pria yang di pukuli ia menyadari jika wanita di depannya mengetahui rahasianya, dan ia pun memandang wajah Alika seperti memohon untuk tidak mengatakan apapun yang ia ketahui.
Alika berbalik dan memandang pria di depannya, sesaat ketiga pria yang mengeroyok seorang pria itu terpesoma melihat wajah cantik Alika, Alika yang melihat dari pakaian ketiga pria itu, ia menebak jika satu dari mereka adalah seorang bangsawan atau seseorang yang memiliki gelar di kerajaan ini sedangkan kedua pria yang bersama dengannya mungkin mereka adalah pengawalnya.
''laki - laki ini telah mengotori bajuku''
''nona saya tidak sengaja, dan saya pun sudah meminta maaf padanya'' ujar laki - laki yang di pukuli sambil menundukan kepalanya,
''diam kau dasar bedebah'' kata pria bngsawan tersebut.
''nona perkenalkan namuku Brian Gibson, apa kau mau mengahabiskan waktu bersamaku mengenal Kerajaan ini, kau baru disini bukan ?''
''kau memukulinya hanya karna bajumu di kotori, dan dia pun telah meminta maaf, lalu mengapa kau masih memukulinya, lagi pula jika ku lihat kotoran itu mudah untuk di bersihkan'' Alika tidak memperdulikan ajakan Brian, dan yang membuat Brian emosi Alika membela pria yang dipukuli olehnya.
__ADS_1
''aku tidak suka jika ada tangan kotor yang menyentuhku, kau tidak perlu ikut campur, pecundang ini pantas mendapatkannya''
''tapi menurutku kau lah yang pantas mendapatkannya, kau seorang bangsawan tapi etika mu tidak mencerminkan seorang bangsawan, namun pria yang kau sebut kotor ini, ia lebih mempunyai etika, maka bagiku dia lebih cocok di katakan sebagai bangsawan.'' kedua sudut bibir pria yang di pukuli pun terangkat, mendengar Alika mengatakan hal itu, sedangkan Brian ia tidak terima dengan perkataan Alika.
''nona pria miskin ini kau sebut bangsawan kau jangan bercanda'' Brian tertawa di ikuti kedua pengawalnya.
''sudahlah nona kau tidak usah memperdulikan si miskin ini lebih baik kau ikut dengan ku, aku akan memanjakan mu dengan membelikan barang - barang yang kau sukai'' dan sebagai gantinya aku meminta tubuhmu untuk ku nikmati pikir Brian dalam otak bejatnya.
Kedua halis Alika terangkat dan mengetahui apa yang ada di pikiran pria di depannya
'' miskin harta tidak masalah asal jangan miskin hati, kau ingin mengajaku berbelanja, maaf aku tidak tertarik atas tawaranmu, aku bisa beli dengan uangku sendiri.''
Brian semakin emasi mendengar perkataan Alika yang secara tidak langsung menyindir dirinya yang tidak punya hati.
Brian yang sudah di kuasai amarahnya, ia pun mengeluarkan pedangnya dan mengarahkan keleher Alika, sontak pria yang sejak tadi tertunduk ia terkejut, namun ketika melihat teman - temannya yang bersamanya tenang dan tidak khawatir dengan wanita di depannya, ia pun kembali menetralkan keterkejutanya.
''kau telah membuat ku marah nona, jika kau tidak ingin mati di penggal oleh ku, lebih baik kau ikut dengan ku dan kita akan bersenang - bersenang, kau cantik akan sangat di sayangkan jika kau mati disini sekarang''
''lakukanlah, jika kau bisa'' kata Alika sambil tersenyum miring ke arah Brian.
Brian merasa aneh dengan wanita di depannya yang tidak merasa takut sedikitpun, dan melihat teman - temanya yang tenang tanpa ada niat menolongnya, Brian yang mulai merasa curiga, takut jika ia berhadapan dengan orang yang salah, karna pengalamannya ia pernah menyerang orang yang dianggapnya lemah, dan dengan sikap tenang yang di tunjukannya, seperti wanita yang ada di hadapannya, namun ternyata dia punya kekutan yang bahkan bisa membunuhnya detik itu juga.
''siapa kau?'' tanya Brian sambil menarik kembali pedangnya.
Alika heran mengapa pria di depanya kini malah menarik pedangnya kembali, apa ia menyadari sesuatu, pikir Alika, Alika kemudian tersenyum'' siapa aku, kau tidak berhak menetahuinya''
__ADS_1
Brian menatap mata Alika dalam, ia merasakan energi kuat yang ada di diri Alika. pikirnya ia mesti menacri tahu lebih dulu identitas wanita di depanya ini, baru ia bisa mengambil langkah untuk mengahadapinya.
''kita pergi'' ajaknya pada kedua pengawal di depanya yang membuat mereka heran ''dan nona karna aku ada urusan yang lebih penting dari ini, kau selamat kali ini nmun tidak di kemudian hari'' setelah mengatakan itu sambil melangkah pergi Brian menatap tajam ke arah laki - laki yang ia pukuli tadi.
''ada apa denganya, mengapa ia tiba - tiba pergi'' heran Ana.
''benar, dari awal dia begitu percaya diri, namun sekarang dia pergi begitu saja, seperti dia melihat malaikat maut yang akan mengambil nyawanya'' lnnjut Vania sambil terseyum smirk. Alex dan Robet ikut tersenyum menanggapi perkataan Vania.
Alika ia sejak tadi menatap ke arah laki - laki yang terduduk lemah di tanah.
''apa kau akan terus berpura - pura'' tanya Alika.
Laki - laki itu tersenyum dan ia pun langsung berdiri dan berhadapan dengan Alika.
''ikutlah dengan ku, aku tidak bisa mengatakannya disini, terlalu banyak orang yang melihat'' jawabnya dengan nada sedikit pelan.
Alika mengangguk setuju, karna ia pun penasaran dengan identitas pria teraebut, mengapa ia melakukan ini pikirnya. dan pertanyaan yang sama apa yang ada di benak Alex dan yang lainya, kecuali Ana, yang sejak tadi terbengong tidak mengerti mengapa Queennya mengatakan berpura - pura pada pria yang dipukuli oleh Brian, Ana yang tidak mempunyai energi spiritual ia tidak bisa merasakan energi pada orang lain, dan mereka yang bisa merasakan energi pada orang lain, mereka yang hanya punya energi spiritul yang tinggi.
Pria itu membawa Alika dan yang lainnya ke tempat sepi, dekat dengan hutan yang ada di dekat batas kota Kerajaan Dominik, setelah sampai pria itu menatap serius ke arah Alika.
''mengapa kau tau jika aku sedang berpura - pura'' tanyanya pada Alika. dan ia pun melihat teman - teman wanita di depanya yang tidak terkejut jika ia berpura - pura, '' dan apa mereka pun tau'' tunjuknya pada teman - teman Alika.
Alika mengangguk, ''kau memiliki energi spiritual yang cukup tinggi, namun masih belum keluar sepenuhnya, jadi apa seorang pria yang cukup punya kekuatan melebihi pria tadi rela dipukuli hanya karna masalah yang sepele''
Pria itu tersentak jika Wanita di depannya tau akan kekuatannya, dan pria itu tersenyum ke arah Alika, lalu seketika ia merubah dirinya menjadi pria yang tampan, gagah dan berwibawa, dan jubah kerajaan yang ia pakai, dengan sihir penciptanya.
__ADS_1