
Raja Basil akan membiarkan hal ini dan pura - pura tidak mengetahuinya, karna sepertinya Alika mempunyai cara nya sendiri untuk membalas Clarisa.
Acara makan malam pun selesai Alika beserta teman - temannya pun keluar dari sana setelah semua keluar lebih dulu, Raja Basil mendekati Alika.
''maaf atas kelakuan nya aku sebagai Raja malu dan menyesal akan hal ini dan kedepannya aku janji tidak akan terjadi lagi hal yang seperti ini''
''oh kau mengetahui nya, aku tidak mepermasalahkannya, namun jika dia terus mengusik ku, kau tidak boleh ikut campur karna mereka pun akan sangat marah jika mendengar hal ini, dan entah apa yang akan terjadi pada nya nanti'' ucap sambil melirik ke arah Alex dan yang lainnya.
''aku mengerti''
''jika ku boleh tau siapa wanita itu''
Raja Basil terdiam, ia berpikir haruskah ia mengatakan semuanya pada Alika.
''kita bicara di paviliun mu''
Alika mengangguk, mereka pun berjalan berdua di kawal beberapa pengawal dan dayang dari Raja Basil dan Alika di belakangnya, sedangkan Alex dan yang lain mereka kembali ke tempatnya setelah dapat perintah dari Queennya.
Di kejauhan Clarisa melihat kedekatan Raja Basil dan Alika menggeram kesal, bahkan tatapan Raja pada Alika pun terlihat lembut beda dengan ketika Raja Basil menatap nya, niat ia menunggu Alika dan ingin menemuinya untuk memberikannya peringatan, namun ternyata Alika lebih dulu di hampiri oleh Raja, dan ia malah melihat hal itu yang membuatnya semakin kesal.
Clarisa pun berbalik dan kembali menuju paviliunnya, dan berniat akan kembali esok untuk menui Alika bagai mana pun caranya.
Di paviliun tulip Raja Basil dan Alika terlihat tengah berbincang lebih tepatnya Raja Basil yang memceritakan tentang Clarisa, Raja menceritakan semuanya pada Alika tanpa ada niat untuk menutupinya, karna ia sudah berjanji pada diri sendiri jika dirinya benar - benar ingin mendekati Alika dan menjadikan nya wanita satu - satunya, maka ia tidak boleh ada kebohongan baik sekarang atau pun nanti meski ia tidak tahu akan di terima atau tidak perasaanya oleh Alika, namun ia percaya Alika dia adalah wanita yang dapat memegang rahasia.
Raja Basil telah meyakinkan perasaanya beberapa hari kebelakang jika dirinya benar - benar jatuh dan terperangkap oleh pesona Alika, ia benar - benar telah memliki perasaan sayang dan ingin melindungi bahkan perasaan cinta yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
''kau terlalu lama menyimpan musuh''
''aku tau namun aku belum mendapatkan bukti yang kuat untuk bisa menghukum mereka''
__ADS_1
Alika mengngguk mengerti karna di dunia nya sekarang alat - alat untuk mendeteksi musuh tidak ada dan hanya mengandalkan bukti yang terlihat saja.
''lalu ia sekarang mengincarku karna ia berpikir aku telah mengambil mu''
''mungkin, ayah nya memang pernah meminta padaku agar aku menikahi putrinya, tentu aku menolak karna aku hanya ingin menikah satu kali seumur hidup ku dan tidak ingin memiliki selir, sama hal nya dengan mendiang ayah ku''
''mengapa, aku rasa ia cukup cantik''
''ya dan wanita cantik di benua ini memang lah banyak dan kau mungkin mengerti untuk mencari pendamping wanita untuk di jadikan Ratu aku tidak bisa memilih hanya karna ke cantikannya''
Alika mengangguk setuju dengan pemikiran Raja Basil, lalu Alika menatapnya ada hal yang membutanya penasaran
''boleh aku bertanya mungkin ini sedikit sensitif untuk mu''
''katakanlah''
''mengapa kau selalu mengenakan topeng''
Raja Basil melihat ekspresi Alika tampak biasa saja, namun Alika sendiri jantung nya berdekat ia hanya sebisa mungkin menahan agar tidak memperlihatkan ekspreai kagumnya pada Raja Basil ternyata benar mengapa pria ini di juluki pria tertampan dan banyak di gilai wanita karna memang dia sangatlah tampan, cih aku tidak mungkin menyukainya bukan.
''aku menutupinya karna aku risih dengn tatapan semua wanita pada ku''
''ya aku mengerti ''
Raja Basil tersenyum karna ia menyadari kegugupan dari Alika walau ia menahannya.
''sudah malam kau istirhatlah''
''ah ya baiklah kau juga''
__ADS_1
Raja Basil tersenyum dan pamit dan keluar dari paviliun, sedangkan Alika setelah memastikan Raja Basil telah pergi ia kemudian menghilang dan masuk ke ruang di mensinya.
''cih bisa - bisa nya aku gugup'' ucap Alika sambil melangkahkan kakinya ke dapur karna perutnya yang terasa lapar akibat gagalnya makan malam, karna ulah seorang wanita.
......................
Ke esokan harinya Istana Phonix kembali ramai karna kedatangan Kerajaan Dominik, tampak Putri Angeline ia menatap sekeliling istana berharap Raja Basil menyambut kedatanganya namun ternyata tidak sesuai dengan harapannya kini ia berjalan bersama keluarganya mengikuti para dayang dan prajurit yang mengawal dan menunjukkan tempat dimana mereka akan tinggal sementara di istana phonix yang telah di siapakan oleh pihak kerajaan dengan di berikan kediaman yang cukup luas dan sangat cukup untuk mereka sekeluarga kerajaan Dominik.
''yang mulia beserta keluarga beristirahatlah, kediaman ini disediakan untuk yang mulia dan dan keluarga untuk bisa tinggal sementara disini, dan nanti siang kami akan kemari lagi untuk menjemput yang mulia beserta keluarga untuk mengahadiri makan siang beserta yang lainnya termasuk yang mulia Raja''
''baiklah terimaksih'' jawab Raja Desmon.
Angeline yang mendengar itu senang jika siang ini ia akan bertemu dengan Raja Basil dan ekspresinya terlihat oleh Putra Mahkota.
''kau ini kenapa sebentar kesal lalu sebentar senang, cik aneh sekali''
Angeline menatap tajam ke arah kakaknya ''bukan urusan mu'' ucap nya lalu ia pun berjalan memilih kamar yang akan dia tempati.
Putra Mahkota hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya yang sangatlah aneh, meski ia tahu jika Angeline adiknya yang sangat mengaharapkan kehadiran Raja Basil, ia pun duduk di kursi yang ada di kediamannya dan meminta secangkir teh pada dayang yang ada di dekatnya, meski ia merasa lelah namun ini adalah hal yang sudah biasa ia rasakan.
Sedangkah Raja Desmon dan permaisurinya telah memasuki kamar mereka untuk beristirahat karna perjalanan jauh yang mereka lalui sangat melelahkan bagi mereka yang sudah berumur.
Di kejauhan Alex dan Roger melihat kedatangan kerajaan Dominik begitu pun dengan Vania dan Ana karna kediaman mereka tampak berdekatan, dan berniat untuk menghampiri mereka namun mereka urungkan seperti nya mereka meski melaporkan lebih dulu pada Queenya.
Akhirnya mereka pun memutuskan untuk menghampiri Queenya, dan merekanpun melakukan teleport nya hingga telah sampai di depan Paviliun Tulip dan bertepatan dengan Alika yang akan keluar dari paviliunnya karna mendengar keributan tak jauh dari paviliunnya.
Alika menatap teman - temanya, lalu menoleh dan bertanya pada dayang yang ada tak jauh darinya.
''ada apa mengapa sangat ribut''
__ADS_1
''mohon maaf nona, nona Clarisa memaksa masuk ingin menemui anda nona''