Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 50


__ADS_3

Ke esokan hari nya di pagi hari Alika dan yang lainya tengah sarapan, sarapan yang di buat Alika di ruang dimensi nya.


Mereka sarapan di tempat penginapannya Alika, Queen nya, saat tengah menikmati sarapan mereka mendengar keributan di luar penginapan, entah apa yang terjadi namun mereka fokus untuk menghabiskan sarapanya terlebih dulu setelah selesai Alika pun menyuruh Roger untuk melihat apa yang tengah terjadi di luar penginapan, Roger pun mengangguk dan segera menghilang dari sana.


''cik mengganggu sekali, sebenarnya ada apa dengan mereka di pagi sudah membuat keributan'' kesal Vania.


''sudahlah kita tunggu saja Roger, nanti kita akan mengetahuinya'' Vania pun mengangguk sedangkan Ana hanga tersenyum melihat Vania yang kesal, Alika dia menyadari satu hal orang - orang yang berada di luar yang menbuat keributan, jika benar yang di pikirkan nya maka Alika telah beraiap untuk berolah raga kembali sudut bibir Alika pun terangkat.


Alex yang melihat ekpresi Queen nya pun ikut tersenyum.


Roger yang telah berada di luar penginapan ia melihat dari jarak yang tidak terlalu dekat, ia melihat satu orang pria dengan jirah perang yang megah yang ia tebak mungkin dia adalah Pangeran atau Putra Mahkota, namun ia melihat lambang yang sangat tidak asing di mata Roger, yaitu Lambang Kerajaan Matahari, dan ya tebakkan nya benar mereka kemari karna mendengar informasi Alika berada disini bahkan mereka membawa gambar Alika yang cukup besar dengan tulisan musuh besar Kerajaan Matahari dan buronan.


Kedua sudut bibir Roger terangkat mereka membawa puluhan prajurit untuk menangkap Queennya.


Roger pun segera menghilang dari sana melporkan apa yang telah ia lihat pada Queen Alika.


Alika menatap Roger telah berada di tempatnya kembali, begitu pun Alex dan yang lainnya ikut menatap Roger yang penasaran dengan laporan Roger, yang sagat ingin tahu apa yang sedang terjadi di luar


''Kerajaan Matahari kah?'' tanya Alika yang membuat Ana dan Vania.


Roger mengangguk ''Queen biarkan kami yang mengatasi ini kau beriatirahatlah''


''benar biarkan kali ini kami yang menghadapi mereka'' lajut Alex dan setujui oleh Vania dan Ana.

__ADS_1


''tidak aku ingin ikut, aku ingin melatih fisik ku yg sudah lama tidak ku pergunakan''


Mereka pun hanya pasrah dan mengangguk setuju dengan apa yag menjadi ke inginan Queennya.


......................


''kau mencariku Putra Mahkota''


Putra Mahkota yang melihat Alika dan yang lain datang secara tiba - tiba sedikit terkejut namun detik kemudian ia lalu menatap tajam ke arah Alika.


Di kejauhan Raja Basil melihat kerajaan Matahari yang ingin menyerang Alika dan teman - temannya, namun ia hanya terdiam dan melihatnya.


''yang mulia apa kau tidak ingin membantunya''


benar bahkan saat yang mulia mengeluarkan energinya nona itu tidak tertekan sedikitpun.


Raja Basil dan dan pengawalnya kembalielihat Alika dan teman - temannya yang akan.melawan puluhan prajurit dari Kerajaan Matahari.


''cik ternyta benar kau bersembunyi disini, dan kau wanita brengsek yang telah membuat adik ku hancur, menyerahlah kau sudah kita kepung''


Alika menatap sekelilingnya, dan benar dia sudah di kepung namun itu bukan membuat Alika takut malah membuatnya semakin bersemangat, sama halnya dengan Alex dan yang lainnya.


''kau lihat sendiri bukan bahkan mereka semua adalah pengguna sihir menyerang''

__ADS_1


"benarkah, wah aku sangat takut dan satu hal yang mesti kau tahu aku tidak bersembunyi'' jawab Alika dengan nada di buat - buat takut, dan Alex dan yang lainya pun ikut tersenyum mendengar perkataan Queen mereka.


Putra Mahkota yang melihat ekspresi Alika dan teman - temannya mengeraskan rahangnya kesal.


apa mereka meremehkan ku dengan pasukan terpilihku, cih dasar brengsek memang nya seberapa kuat mereka.


Putra Mahkota yang telah mendengar cerita dan runor tentang Alika dan yang lainnya, jika mereka bahkan mempunyai kekuatan energi yang besar bahkan bisa menguasai teleportasi, dan setelah itu ia mendengar rumor Alika yang menebas para pemburu buronan, jika mereka mati tertebas oleh Alika hanya dengan sekali serang, bahkan yang ia dengar jika Alika mempunyai kekuatan regenerasi yang sangat mustahil dan Rumor itu telah menyebar di Kerajaan Dominik dan Matahari, namun ia tidak percaya begitu saja walaupun begitu ia telah memilih pasukan khusus yang mempunyai sihir penyerang dalam jumlah banyak untuk menyerang Alika dan yang lainnya


"tunggu apa lagi kalian semua cepat serang mereka'' perintah Putra Mahkota pada prajuritnya.


''Alex, Roger kalian menyebarlah biarkan disini aku Vania dan Ana'' Alex dan Roger pun langsung melesat ke dua sisi yang berbeda dan langsung menebas para prajurit - prajurit istana yang di katakan terkuat di kerajaan matahari mereka saling menyerang dan menebas menggunakan sihir menyerang, banyak para prajurit yang tumbang akibat penyerangan yang di lakukan oleh Alex dan Roger.


Para prajurit yang berada di depan Alika, Vania dan Ana terdiam terpaku, melihat kehebatan Alex dan Roger meski mereka melawan banyak prajurit atau teman - teman mereka yang memiliki sihir penyerang, namun masih tidak ada apa - apa nya dengan kedua pria yang mereka lihat saat ini bahkan Alex dan Roger terlihat tenang dalam menghadapi puluhan prajurit Kerajaan Matahari, Putra Mahkota yang melihat pun terdiam, yang awalnya ia sangat percaya diri jika dapat mengalahkan Alika dan teman - temannya, dan dapat membawa Alika ke kerajaan Matahari pun ragu.


apa rumor itu benar jika wanita ini mempunyai kekeuatan yang sangat luar biasa.


''ada apa Putra Mahkota mengapa kau terdiam''


''kau, kalian bawa wanita itu dan buat mereka bertekuk lutut di kaki ku''


''cik pengecut kau melawan wanita dengan puluhan prajurit'' sinis Alika.


Putra Mahkota tidak terpancing dengan apa yang di katakan Alika ia pun kembali memerintahkan para prajurit untuk menyerang Alika, prajutit pun menyerang Alika namun ketika prajurit itu menyerang Alika membiarkan Vania dan Ana yang melawannya dan sudut bibir Alika terangkat ketika melihat keahlian Ana dalam berpedang kini semakin kuat, maka ia tidak perlu khawatir lagi dengan Ana.

__ADS_1


Alika memandang kedepan ada sekitar 10 orang yang akan menyerang Alika, Alika kemudian mengeluarlan tombak nya, karna katana pernah ia coba sebelumnya maka kali ini tombaknya lah yang ia gunakan, sebuah tombak dengan ujungnya berbentuk sabit telah ada di tangan nya dan Alika mulai menganyunkan tombak dan dengan di padukan sihir penciptanya ia arah kan ke prajurit yang datang kepadanya dan seketika kedua kaki mereka terpotong namun aneh nya mereka tidak merasakan apapun namun mereka langsung terduduk terpaku bahkan badan yang bergetar melihat keuda kakinya menghilang begitu saja.


__ADS_2