
Putri Angeline tertunduk tidak berani menatap Raja Basil, ia merasa marah dan kecewa dengan sikap Raja Basil padanya, dia merasa benar dengan apa yang telah ia lakukan.
''putri, aku peringatkan ini terakhir kali nya kau bertingkah di Istana ku''.
Putri Angeline mendongkak memberanikan dirinya menatap wajah Raja Basil yang tertutup setengah wajahnya oleh topeng.
''maaf yang mulia aku hanya ingin memberikan sebuah bingkisan makanan yang mungkin akan membuatmu semangat dalam bekerja, apabitu salah''
Raja Basil berdecih '' tentu kau telah melanggar aturan yang telah ku buat, aku tidak biasa makan sambil bekerja untuk itu aku tidak membiarkan siapapun masuk ke dalam ruangan ku jika ku sedang bekerja baik itu pelayan, dayang, prajurit atau tuan putri seperti dirimu''
''apa salah nya jika ku ingin memberikan perhatian terhadapmu yang mulia''
Raja Basil menatap dingin ke arah Putri Angeline ''kau sangat lah salah, kau bukan siapa - siapa disini, aku tidak pernah mengharap kan perhatianmu, pergilah sebelum ku memutuskan untuk menghukum mu''
''yang mulia tidak akan berani menghukum ku''
''benarkah mengapa kau sangat yakin''
Putri Angeline terdiam ia tetap merasa percaya diri jika Raja Basil bisa menyukainya.
''baiklah aku tidak akan menghukum mu namun aku akan menyerahkan semua nya pada ayah mu, Raja Desmon sepertinya dia yang lebih pantas menghukum anak yang tidak tahu sopan satun ini, pergilah dari hadapan ku dan jangan kau tampakkan kembali wajamu di hadapanku''
Putri Angeline pun kesal lalu ia pun segera pamit dan keluar dari ruangan Raja Basil.
Setelah kepergian Putri Angeline Raja Basil suda sangat tidak bersangat lagi untuk menyelsaikan pekerjaannya dia pun berniat pergi untuk menemui wanita yang selalu mengisi pikirannya, Alika.
...----------------...
''jadi aku serahkan hukuman untuknya padamu Raja''
''baik yang mulia terimaksih telah menyerahkan hukuman untuk Putri Angeline padaku''
''Yang Mulia, nona Alika dan semua saya pamit undur diri untu kembalinke diamanku''
Alika dan yang mulia Raja Basil pun mengangguk mempersilahkan Raja Desmon dan Putra Mahkota kembali ke kediamannya.
''lalu siapa yang akan berperang''?
''perang yang belum tentu akan terjadi atau tidak"jawab Alika.
Raja Basil terdiam.
''apa kau benar - benar tidak ingin memberi tahu ku siapa yang akan berperang''
__ADS_1
''cik, apa kah kau sebegitu ingin tahunya''
''tentu apapun yang menjadi urusanmu akan menjadi urusanku juga''
''perang belum tentu akan terjadi, lagi pula untuk apa kau ingin mengetahuinya''
Raja Basil mengangguk ''baiklah biar ku tebak perang mungkin akan terjadi antara kerajaan matahari dan cahaya aku benar bukan, dan lagi sudah ku katakan bukan urusan mu menjadi urusanku, musuh mu juga menjadi musuh ku, dan aku hanya ingin tahu pa kau akan terbuka dengan ku atau tidak''
''tanpa aku terbuka denganmu pun kau akan mengetahui nya sendiri bukan''
Raja Basil tertawa ''haha ternyata kau cepat mengetahui kebiasaanku nona''
''kebiasaan menguntit kehidupan orang lain''
''cik, aku hanya mencari tahu tentang dirimu yang lain tidak penting bagiku''
''terserah''
Alex dan yang lainnyabyang merasa canggung berada di antara Queenya dan Raja Basil pun ijin undur diri untuk kembali ke kediaman mereka.
Kini tersisa Alika dan Raja Basil.
''aku ingin bertanya, mengapa kau memberikan ku paviliun ini, bukankah paviliun ini khusus untuk Ratu''
Raja Basil tersenyum ''karna kau adalah calon Ratu ku, Ratu Kerajaan Phonix"
"tidak sekarang tapi mungkin nanti" jawabnya sambil tersenyum.
"kau terlalu percaya diri Raja"
"tentu"
"cik, kau tau karna kau memberiku paviliun ini yang membuat Clarisa sangat mrah padaku"
"dan aku percaya kau tidak akan takut padanya"
Alika memutar bolanya malas"untuk apa aku takut padanya, yang aku maksud disini dia selalu menganggu waktu santaiku''
''aku mengerti maka aku memerintah dua prajurit di depan agar tidak membiarkanya masuk bukan''
''ya, namun dia tetap membuat keributan di sekitarku''
Raja Basil tersenyum melihat ekspresi kekesalan Alika yang menurutnya menggaskan.
__ADS_1
''apa kau berjalan - jalan ke luar istana''
Alika menatap Raja Basil lalu mengnggukan kepalanya tanda setuju.
...----------------...
Di kediaman yang di tempati kerajaan Dominik.
''Angeline kau telah membuat malu wajah ku, bukankah ayah pernah mengatakan padamu agar menjaga tingkahmu''
''aku melakukan hal yang benar''
''benar menurut pemikiran bodoh mu'' balas Putra Mahkota Daniel kakaknya.
Putri Angeline menatap tajam ke arah kakaknya.
''kita berada di istana phonix bukan istana kita dan peraturan yang ada disinu sudah pasti harus kita taati, Angeline ayah benar - benar malu dengan lelakuanmu,
dengar kau di hukum untuk tidak hadir dalam acara Fetival besok malam dan esok pagi nya kita akan segera kembali ke kerajaan Dominik , disana pun kau di hukum untuk tidak boleh keluar dari paviliunmu selama 20 hari''
''ayah, apa ka tega menghukum ku seperti ini''
''tentu, dan kau beruntung karna ayah mu ini yang memberikanmu sebuah hukuman, jika Yang Mulia Raja Basil yang memberikan mu hukuman entah apa yang akan terjadi padamu''
Putri Angeline tidak menerima ini, rencana yang telah ia buat besok akan gagal jika dia tidak hadir pada acara festival lampiom.
''pergi dan masuk kamar mu mulai hari ini kecuali saat jam makan di istana ini, kau tidak bisa keluar dari kamarmu''
''tidak aku akan pergi menemui yang mulia Raja Basil aku yakin dia akan mengizinkan ku pergi besok ke acara festival lampion ''
''kau tidak boleh pergi kemana pun putri dan kau jangan menganggu Yang Mulia Raja Basil kembali, karna beliau sedang bertemu dengan nona Alika''
sial lagi - lagi Alika brengsek aku bersumpah jika aku benar - benar akan membunuh nya.
Putri Angeline terlihat sangat marah tatapan nya tajam bahkan kepalan tangannya yang sangat kuat hingga kukunya menusuk telapak tangannya, akhirnya dengan sangat terpaksa dia masuk ke dalam kamarnya.
Setelah kepergian Putri Angeline yang memasuki kamarnya, Raja Desmon terduduk lemah, punggung nya di usap oleh Ratu Fidelya.
''aku benar - benar tdiak mengerti bagainmana lagi caranya agar bisa merubah sikap buruk nya''
''bersabrlah aku ada sisi mu membantu mu'' kata Ratunya.
''aku pun akan membatu ayah untuknmerubah sikap buruk Angeline''
__ADS_1
Raja Desmon menatap istri dan anaknya tersenyum.
Di dalam kamar Putri Angeline ia berjalan kesan kemari memikirkan rencana untuk besok yang telah ia rencanakan, akhirnya dia pun memutuskan untuk pergi secara diam - diam untuk pwegi ke acara festival besok, dia benar - benar tidak peduli deengam hukuman ayahnya, dan tidak takut jika dia aknnkethuanndan kembali di hukum di fikirannya yang utama dia mesti bisa menjalankan rencana nya agar membuat hancur Alika.