
Gebrakan meja yang tidak terlalu keras, namun tetap membuat Alika dan yang lainnya terkejut hingga membuat mereka kesal.
Alexis dan yang lain menatap nyalang ke arah seorang pria yang menggebrakan mejanya.
''woaah ada apa dengan mata kalian'' ucapnya dan lalu dia tersenyum ke arah Alika.
''nona kau sangat cantik, ikutlah denganku maka kau akan ku beri harta yang berlimpah serta kekuasaan di kerajaan Matahari ini '' ucap nya dengan sangat percaya diri.
''Siapa kau ?''' satu pertanyaan yang keluar dari Alika dengan tatapam kesal karna pria di hadapanya menganggu nya saat tengah makan hal yang sangat ia tidak sukai.
''ah ya perkenalkan aku Cullen Jarvis, Pangeran ketiga di kerajaan Matahari, jadi kau maukan ikut dengan ku, aku akan menjadikanmu seorang selir kehormatan di haremku'' jawab nya sambil tersenyum ke arah Alika, dan berharap Alika akan berkata mau atau menganggukkan kepalanya setelah mendengar identitas darinya.
Pangeran ketiga Cullen Jarvis yang sejak awal melihat ke datangan Alika dan teman - temannya, ia mengikuti mereka karna ia tertarik dengan Alika yang terlihat sangat cantik bahkan dari seluruh wanita yang ia miliki di harem nya tidak ada yang secantik Alika, dan berniat menjadikannya seorang selir meski ia sudah mempunya 5 orang selir di harem nya dan seorang pemaisuri, namun seperti apa yang telah di ceritakan oleh Ana jika Rajanya saja sangat suka mengkoleksi wanita di haremnya dan memiliki banyak selir, maka anak - anak mereka pun memiliki sifat yang sama,
namun untuk pangeran ketiga ini ia selalu memaksakan kehendaknya meski wanita yang di jadikannya selir menolak, pangeran ketiga Cullen Jarvis, ia selalu mengancam jika tidak mau di jadikan selir olehnya, maka keluarganya lah yang akan menjadi korban keganasannya, dengan cara membantai habis keluarga wanita tersebut, dan wanita itu hanya akan menjadi gundiknya dan hanya akan di jadikan nya pemuas nafsu.
Alika memberi isyarat kepada Alex dan yang lain untuk tetap tenang dan jangan terpancing emosi, karna mereka sangat marah jika Alika Queennya, Ratunya, di minta di jadikan selir oleh seorang pria yang mengaku pangeran itu.
''selir'' ucap Alika dengan senyum sinisnya.
"benar, meski ku sudah mempunyai 5 orang selir dan seorang pemaisuri, tapi kau akan ku prioritaskan menjadi Selir kehormatan dan kesayanganku, nona cantik kau bersedia bukan menjadi miliku" lanjut Pangeran Cullen pada Alika dengam senyuman manisnya, yang menurut Alika itu adalah senyuman yang menjijikan.
Sudut bibir Alika terangkat mendengar perkataan Pangeran Cullen, yanh di nggapnya akan menyutujui ajakan nya jika Alika akn di jadika selir kehormatan, namum setelah Alika menjawab ajakan nya Pangeran Cullen medadak kesal.
__ADS_1
" aku menolak " jawab Alika dengan nada tegasnya.
Pangeran Cullen Jarvis pun menggeram marah tidak percaya jika Alika menolaknnya begitu saja.
" kau berani menolaku " Ucap pangeran Cullen dengan nada yang meninggi.
"tentU, memangnya apa yang harus ku takutkan" mendengar Itu Alex dan yanh lainnya Mengulum bibirnya menahan agar tidak tertawa.
Sedangkan Pangeran Cullen melihat itu pun bertambah kesal dan lalu menatap nyalang pada Alika.
"aku bisa meratakan keluargamu dan membunuh mereka dan kau akan kupaksa menjadi gundiku jika kau menolak menjadi selirku, bagaimana kau lebih baik menjadi seorang selir bukan ?" ucap nya dengan senyuman smirk nya, dia yakin dengan anacaman Alika akan menuruti kemauannya.
"tidak, dan aku tidak akan mendaji selir ataupun gundikmu, pergilah kau menganggu makan siangku " ucap Alika
Pangeran itu semakin emosi setelah mendengar dan melihat ekpresi Alika yang menolak nya begitu saja, dan tidak terancam sedikit pun dengan ancaman nya, dan Alika malah mengusirnya dengan cara yang santai, menandakan jika ia benar - benar tidak takut dengan ancaman darinya, dengan amarahnya pangeran Cullen pun mengeluarkan pedangnya dan di arahkan ke arah leher kesatria Roger yang dekat denganya.
"jika kau terus menolak maka teman mu ini lehernya akan terpisah dari badannya, ku sudah sngat baikemberikan penawaran terhadapmu" pangeran itu tersenyum dan berpikir jika Alika akan menyerah dan mengikuti kamauannya.
Alika menatap pangeran ketiga itu sambil tersenyum dan melipatkan tangannya di dada sambil badanya bersender di kursi dengan kaki yang menyilang.
Dengan tenang Alika berkata " kau yakin"
Pangeran ketiga mulai merasa bingung
__ADS_1
dengan ekspresi Alika yang biasa saja, dan ia pun melihat ke semua temannya yang sama tidak merasa tertekan akan ancamannya da tida peduli dengan teman nya yang saat ini berada dalam ancamannya dengan pedang nya yang siap menyerang Roger, dan malah mereka tetap melanjutkan makannya seprti tidak ada dirinya atau terjadi sesuatu, meski sebenarnya mereka merasa marah karna terganggu dan Queen mereka yang di rendahkan, namun karna Queen nya meminta mereka untuk tetap tenang dan jangan terpancing emosi maka merekapun menurut dan melanjutkan memakan makanannya dengan tenang.
Alika melihat ke arah Roger yang sudah tidak sabar untuk bermain dengan pangeran ketiga.
" kau ingin barmain" dan Roger pun menganggukan kepalanya.
"lakukanlah" dan Rogerpun mengangguk.
Sedangkan pangeran ke 3 merasa aneh dengan situsai kali ini dan melihat ke arah Roger yang terseyum smirk ke arahnya.
Mengapa mereka tidak merasa takut sedikitpun pikirnya.
namun karna keinginannya untuk bisa membawa Alika ke istananya, ia tidak lagi banyak berpikir dan ia pun dengan amarah yang menggebu karna ia merasa tidak di hargai dan di hormati dan kesal karna Alika menolakya, ia pun mulai menggoyangkan pedangnya ke leher Roger berniat untuk memenggal kepalanya, namun ia terkejut bukan leher Roger yang terpotong malah kursi yang diduduki Roger lah yang terpotong.
"ke ke .. mana dia" pangeran ketiga sangat terkejut dengan mata yang membola, karna Roger yang menghilang di kursinya bahkan 2 pengawawal yang ikut bersamanya pun ikut membelakan matanya.
Pangeran ketiga itu melirik ke arah Alika yang tetap tenang dan melanjutkan makannya.
"Roger, jangan sampai dia mati ok, itu akan sangat merepotkan"
"baik Queen"
Roger kini sudah ada di belakang pangeran ketiga.
__ADS_1
" kau mencariku" lanjut Roger berbicara pada pangeran ketiga.
"tet te leportasi" pangeran itu sangat kaget karna ia berhadapan dengan seorang yang salah, lawanya memiliki ilmu teleportasi yang sangat ingin di kuasai oleh banyak orang namun susah untuk di pelajari, maka orang yang bisa mengusai ilmu teleportasi itu adalah orang yang sangat kuat, karna ia memiliki ernergi spiritual yang banyak pikirnya, namun kepalang tanggung karna ia tidak mau di cap pengecut ia pun meminta ke dua pengawal yang ikut bersamanya untuk membantu menyerang Roger.