Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 18


__ADS_3

Alika yang kini menjadi topik utama yang di bicarakan raja Erland membuat seisi ruangan menatapnya .


''nona Alika terimaksih kau telah membatu kami untuk mengatasi masalah di desa xxx, dan atas jasa yang di berikan aku sebagai Raja di kerajaan awan memberikan nona Alika hadiah berupa 1.000.000 koin emas dan kau juga sudah terbebas dari hukumanku dan kau ku beri 3 permintaan bebas yang kau ingin kan '' lanjut Raja Erland.


Semua kembali menatap Alika mereka merasa iri karna Alika menadapatkan koin sebanyak itu dan di tambah dengan 3 permintaan, mereka penasaran dengan apa yang akan Alika utarakan sebagai permintaannya, Alika yang sadar jika mereka menunggu ia berbicara pun berdiri dari tempat duduk nya.


''terimaksih atas hadiahmu untuk permintaan aku belum memikirkannya'' lanjut Alika datar.


Melihat ekspresi Alika seperti itu seisi ruangan mulai riuh berbisik membicarakn Alika.


''lihat lah nona itu seperti tidak senang di berikan hadiah oleh yang mulia"


Dann inti dari apa yang mereka katakan, mereka mengira Alika tidak menghargai dan senang apa yang di berikan oleh Raja dan Alika menyadari itu bagaimana tidak Alika punya setumpuk gunung koin emas di istananya maka untuk nya itu sangat biasa.


''dan lagi itu sudah tugas sesama manusia untuk menolong bukan, aku tidak mengaharap imbalan apapun, tapi terimaksih sekali lagi atas hadiah yang kau berikan" lanjut Alika,


Alika pun sedikit membungkukkan kepalanya ke arah Raja Erland lalu kembali duduk di tempatnya, disini ibu suri pun mulai mengagumi sosok Alika yang sederhana jika wanita lain mungkin mereka akan memanfaatkan keinginnya atau permintaanya untuk menjadikannya Ratu atau selir.


''baiklah jika begitu untuk permintaammu kau boleh mengambilnya nanti '' kata Raja Erland sambil tersenyum.


Semua orang yang melihat perubahan Raja Erland sejak kedatangan Alika dia yang kini sering tersenyum, namun para pejabat dan mentri, mereka masih keberatan jika Raja Erland menjadikan Alika Ratu di kerajaan ini .


Sedangkan sejak tadi ada seorang wanita yang terus mengepalkan tangannya karna ia telah kalah satu langkah untuk mengambil hati yang mulia bahkan ibu suri pun ikut trrsenyum ke arah Alika namun Alika tidak menyadari nya karna dia tidak terlalu peduli dengan ke adaan sekitar.


Kini Alika sudah ada divapiliun nya bersama Ana.


''Ana karna hukuman konyol itu sudah berakhir maka kita akan segera pergi dari sini kau bersiaplah dan besok pagi kita akan pamit kepada yang muliamu itu ''


''Alika sepertinya kau sangat senang karna akan keluar dari sini ''


''ya aku senang, kau tau kehidupan di istana ini sangat membosankan, aku orang yang bebas tidak suka di atur dan mengatur aku ingin hidup atas kemauanku sendiri '' Ana mengangguk

__ADS_1


''kau kembalilah ke kamarmu dan pagi kau kemari temani aku menemui rajamu'' lanjut kembai Alika.


''baiklah, Alika aku pamit oh ya Alika bagaimana dengan 3 permintaanmu ''


Alika sedikit berpikir ''entahlah aku pikirkan nanti'' Ana mengangguk dan kembali pamit untuk menuju tempat istirahatnya.


Sedangkan di kediaman ibu suri dia sedang berbincang dengan Raja Erland.


''kapan kau akan meminta wanitamu untuk menjadikannya Ratu ''


''ibu apa kau setuju jika aku dengannya '' Raja Erland yang kaget mendengar ibunya berbicara seperti itu .


''ya jika itu membuatmu senang. namun ibu minta kau bisa mendidiknya agar menjadi Ratu yang punya etika kerajaan ''


''itu akan sangat sulit bu dia wanita yang liar '' Raja Erland menghela nafas nya gusar ''lagi pula para mentri dan pejabat sangat menentang aku bersama dengan Alika ''


Ibu suri berdecih ''sejak kapan kau mengikuti kemauan mereka, Alika dia memang wanita yang cantik dan cukup pintar bahkan ia mengerti ilmu pengobatan namun kurangnya dia dalam etika, dia bisa melakukan apapun di istana ini namun jika berkunjung ke kerajaan lain atau mereka yang berkunjung Alika mesti punya etika layaknya sebagi Ratu ''


''entahlah bu lagian akupun tidak yakin jika dia mau bersamaku ''


Pagi hari Ana sudah datang menghampiri Alika di pavilun timur.


''Ana kau sudah siap'' Ana mengangguk namun ada sedikit keraguan terlihat di raut wajah Ana ''ada apa kenapa eksresimu seperti itu ?''


''tidak Alika hanya saja kau di panggil ibu suri untuk menghadap beliau ''?


''ibu suri ! mau apa lagi dia ?'' Ana menggeleng ''ya sudah kita temui dia dulu, baru setelah itu kita bertemu Raja Erland'' Ana mengangguk setuju.


Alika dan Ana berjalan menyusuri jalanan menuju tempat ibu ibu suri ketika sampai Alika sudah di sambut oleh dayang ibu suri yaitu Mala yang mengatakan jika ibu suri telah menunggunya


''kau sudah datang '' taya ibu suri.

__ADS_1


Alika masuk seorang diri dan Ana menunggu Alika bersama Mala di luar.


Alika hanya mengangguk ''ada apa ?'' tanya Alika to the point.


''ternyata sikap mu masih sama''


Alika mengangkat sebelah halisnya bingung ''lalu apa aku harus mengikuti aturanmu ''


Alika benar - benar tidak menyukai ibu suri, itulah sifatnya, jika ia tidak menyukai seseorang ia akan berbicara seadanya dan aga sedikit ketus .


''ya karna Raja menyukai mu, namun jika sikap mu seperti itu aku hanya akan memintanya menjadikanmu selir ''


ibu suri berpikir Alika pun menyukai raja Erland dan dengan sedikit ancaman berpikir jika Alika mau berubah dirinya atau sikapnya menjadi putri yang anggun yang di inginkan ibu suri, egois memang.


''kau juga menyukainya bukan"


''apa yang membuatmu yakin jika aku menyukai anakmu itu ''


''aku tau kedetekatanmu dengan anak ku, kau tidak sungkan padanya begitupun sebaliknya, bahkan pagi ini kau ingin menemuinya bukan, lagi pula tidak ada yang menolak berdampingan dengan Raja Erland, semua wanita berebut agar bisa mendapatkannya''


cih dari mana ia tau aku akan menemui raja Erland pikirnya


''kau salah nyonya aku tidak pernah punya perasaan apapun padanya, sudah kukatakan bukan sebelumnya aku tidak pernah tertarik akan tahta di kerjaan awan, ah dan satu lagi aku berniat menemui anak mu karna aku hanya akan pamit pada nya dan berterimakasih telah menampung wanita liar seperti ku ''


''apa maksudmu kau akan pergi dari istana ini, memang siapa yang akan menampungmu jika bukan anakku'' ibu suri sedikit teringat akan hadiah Raja Erland '' ah aku tau, apa karna kau telah mendapatkan koin yang banyak maka kau akan pergi dari sini ''?


''anggap saja seperti itu, aku tidak peduli apa pendapatmu, jika tidak ada hal yang penting lagi aku pamit '' Alika kesal sejak ia datang ia sudah di cecar dengan pertanyaan yang membuatnya jengah, bahkan ia tidak di persilahkan duduk sama sekali, Alika berbalik dan berniat meninggalkan ibu suri namun terhenti karna ibu suri kembali berbicara .


Ibu suri berdecak kesal ''kau akan menyesal telah menolak Raja Erland dan jika sikapmu seperti ini aku pastikan kau tidak akan pernah mendapatkan jodohmu ''


Alika tersenyum miring dan kembali berbalik menatap ibu suri ''urusan jodoh ada di tangan tuhan dan aku pastikan aku tidak akan pernah menyesal menolak anak mu, bahkan saya senang, karna buatku jika ia memenginginkanku dan menyukaiku dia mesti menerima kekurang dan kelebihanku termasuk keluarganya begitupun dengannku yang menerimanya apa adanya , baiklah aku permisi senang bisa bertemu dengan mu untuk yang terkahir kalinya dan jaga kesehatanmu, aku permisi '' tegas Alika yang langsung keluar dari tempat ibu suri.

__ADS_1


Alika keluar ruangan ibu suri dengan wajah kesal


''Ana ayo kita harus cepat pergi dari sini '' Ana mengangguk dan mengikuti langkah Alika yang cepat untuk segera menemui Raja Erland dan pergi dari istana ini .


__ADS_2