RAHASIA CINTA EDMOND

RAHASIA CINTA EDMOND
Kembali Percaya


__ADS_3

Ada tawa kebahagiaan di wajah Rahel saat ia bisa memeluk cucunya lagi.


"Duh, dia tambah montok dan cantik. Mommy sudah sangat merindukan momen ini."


"Memangnya pengobatan mommy sudah selesai?" tanya Edmond terlihat khawatir.


"Belum, Ed. Tapi dokter memberikan obat untuk mommy minum. Makanya mommy akan ada di sini sampai Edewina berhari ulang tahun yang pertama."


"Daddy ke mana?"


"Daddy mu langsung ke Manado. Mommy nggak mau ikut Daddy, makanya mommy datang sendiri. Pasti Daddy mu akan lama di Manado."


Edewina pun nampak bahagia bermain dengan omanya.


"Malam ini Edewina tidur dengan Oma, ya?" ujar Rahel sambil mengelus pipi cucunya.


"Nanti Wina nangis, mom. Dia kan belum terbiasa tidur dengan mommy." ujar Edmond.


"Tenang saja, nak. Mommy pasti bisa mengatasinya." Bukan Rahel namanya kalau ia tak bisa membaca ada sesuatu diantara anak dan menantunya.


Dan malam pun tiba. Mahira rasanya enggan untuk masuk kamar. Namun karena malam telah cukup larut, mau tak mau Mahira pun masuk.


Edmond sementara menonton TV saat Mahira masuk.


"Edmond, aku mau bicara."


Edmond mengecilkan volume TV lalu ia menatap Mahira yang duduk di depannya. "Ada apa?"


"Tadi Lerry datang ke sini."


Edmond mengerutkan dahinya. "Untuk apa dia datang ke sini?"


"Kamu resign dari perusahaan?"


Edmond mengangguk tanpa ada keraguan. "Ya. Ada apa?"


"Mengapa?"


Edmond tersenyum tipis. "Agar kau tahu bahwa aku ingin memperbaiki keadaan rumah tangga kita yang telah menjadi dingin sejak pulang dari Jakarta."


Tak ada suara yang keluar dari bibir Mahira. Ia hanya tertunduk dan terus berpikir.


"Aku tak mau kamu bersikap dingin padaku. Bahkan saat kita tidur dan aku berusaha memelukmu, kamu justru menjauh. Hatiku sakit, Ra. Mungkin dengan cara resign dari perusahaan, kamu akan percaya lagi padaku karena aku akhirnya tak akan bertemu Monalisa lagi."


"Aku......, aku tak ingin kamu berhenti, Ed. Bukankah perusahaan itu sangat berarti untukmu?"

__ADS_1


Edmond menatap Mahira dengan tatapan terluka. "Ya. Namun demi rumah tangga kita, aku siap pergi."


"Ed, Lerry sedih jika kau berhenti. Katanya ia tak akan bisa menjalankan perusahaan tanpa ada kamu di sisinya."


"Jadi semua ini karena keinginan Lerry?"


"Juga keinginan ku."


"Aku tak mau kamu curiga terus padaku, Ra. Aku ingin kamu percaya padaku."


"Aku akan berusaha, Ed."


Edmond berdiri dari tempat duduknya. Ia melangkah ke arah tempat duduk Mahira. Setelah itu ia berlutut di hadapan istrinya. Di ambilnya kedua tangan Mahira dan digenggamnya erat.


"Percaya padaku, Ra. Jangan bersikap dingin padaku. Aku tak bisa bila kamu tak mengacuhkan aku. Aku terbiasa dengan cinta, perhatian dan kasih sayangmu."


Mahira memeluk Edmond. Hatinya luluh. Ia akan belajar mempercayai Edmond.


"Terima kasih, sayang. Terima kasih karena telah membuka hati untukku lagi." lalu Edmond mencium bibir istrinya.


Mahira mengangguk. Ia menerima ciuman suaminya itu dengan rasa cinta yang sama.


************


Demi mommy Rahel, Mahira pun setuju kalau ulang tahun pertama Edewina di laksanakan di Madrid.


Mahira akhirnya bisa ketemu dengan Eduardo dan Edina. Kedua adik Edmond itu pun sangat senang bisa bertemu dengan Mahira dan Edewina.


Acara ulang tahun Edewina dilaksanakan di halaman belakang rumah Moreno yang ternyata dua kali lebih besar dari rumah mereka di Manado.


Mahira harus berkomunikasi dengan mereka menggunakan bahasa Inggris. Ia.berjanji dalam hatinya untuk belajar bahasa Spanyol.


Setelah acara ulang tahun yang sangat melelahkan itu, Mahira kemudian membawa Edewina ke kamar Edmond yang ada di lantai dua.


Setelah mengganti pakaian anaknya, Mahira membiarkan Wina bermain di lantai karpet. Wina memang sudah bisa berjalan semenjak berusia 11 bulan. Mahira memberikan beberapa boneka Wina di atas lantai dan ia sendiri membuka sepatu hal tingginya. Mahira ingij mengistirahatkan kakinya sebentar dan mengganti gaunnya yang sedikit ketat di tubuhnya. Gaun ini dipesan oleh ibu mertuanya. Edmond tadi sempat keberatan Mahira memakainya, namun karena tak ingin mengecewakan Rahel, Mahira pun memakainya .


Hati sudah menunjukan pukul 8 malam. Sekarang lagi musim dingin dan udara di Madrid cukup dingin. Makanya Mahira tak ingin Wina berada di luar ruangan.


Setelah mengganti gaunnya dengan sebuah celana kain dan kemeja berlengan panjang, Mahira pun membersihkan make up nya yang agak tebal. Edina yang kuliah di jurusan kecantikan, mempraktekan ilmunya untuk mempercantik Mahira. Walaupun hasilnya sangat baik namun Mahira tak suka dengan make up yang terlalu tebal.


Begitu asyiknya Mahira membersihkan wajahnya sampai ia tak menyadari bahwa Wina sudah berada di sudut ruangan dan sedang membongkar laci paling bawa lemari yang ada di sudut ruangan itu.


"Wina, kenapa membongkar barang-barang papi?" Mahira pun membereskan buku dan foto-foto yang dibongkar oleh Wina. Namun alangkah terkejutnya Mahira saat melihat kalau itu ada foto-foto Edmond bersama Monalisa. Beberapa lembar foto nampak mereka ada di pantai. Edmond hanya menggunakan celana boxer sedangkan Monalisa mengenakan bikini sangat seksi sehingga hanya tubuh bagian inti yang tertutup kain tipis. Foto itu begitu intim karena Monalisa duduk di pangkuan Edmond sambil ia mencium pipi Edmond. Foto yang lain juga lebih memanaskan hati Mahira karena nampaknya mereka ada di kamar. Monalisa dan Edmond sedang tidur di bawa satu selimut namun Mahira dapat menebak kalau mereka tidak memakai apa-apa saat itu karena nampak jelas panggung Monalisa yang polos. Dan sepertinya suasana kamar ini adalah kamar yang sama dengan kamar tempat Mahira dan Edewina berada.


Dan foto lain yang membuat Mahira semakin merasa jantungnya berdetak sangat cepat, adalah foto Edmond Monalisa yang berdiri di depan sebuah gereja. Edmond menggunakan setelan jas hitam dan Monalisa memegang bunga tangan. Mereka seperti pasangan pengantin. Baju Monalisa berwarna putih berbetuk duyung. Rambutnya juga digulung dan menggunakan sebuah mahkota kecil. Ada beberapa foto dengan baju yang sama. Mahira seketika menjadi lemah. Benarkah Edmond dan Monalisa dulunya pernah menikah?

__ADS_1


Pintu kamar terbuka. Edmond yang saat tadi Mahira tinggalkan sedang bersama dengan sepupunya menikmati minuman di sudut taman, masuk sambil menggulung tangan kemejanya.


"Wina....!" panggil Edmond.


"Papi....!" ucap Wina sambil tertawa.


Edmond memeluk Wina namun ia masih sempat melihat foto yang dipegang Mahira. "Wina dipanggil Oma. Sayang, aku antar Wina dulu ya. Nanti aku kembali." Edmond membawa Wina ke kamar orang tuanya.


"Mommy, kenapa foto-foto aku dan Monalisa masih ada di kamarku? Mahira menemukan foto itu, mom."


"Jelaskan yang sebenarnya."


"Aku takut Mahira tak akan menerimanya, mom."


"Jujur itu jauh lebih baik, Ed. Dari pada harus menyimpan kebohongan. Monalisa kan hanya menjadi masa lalu mu. Atau kau malah terikat dengannya karena perjanjian itu?" tanya Rahel tajam.


"Aku ke kamar dulu, mom."


"Ed.....!"


Di depan pintu Edmond berbalik. "Ada apa, mom?"


"Mommy menyayangi Mahira."


Edmond hanya mengangguk. Ia bergegas pergi ke kamarnya. Di lihatnya kalau Mahira sudah ada sedang duduk di tepi ranjang sambil memegang beberapa lembar foto.


"Ed, apakah kau dan Monalisa dulu pernah menikah?"


Edmond menarik napas panjang. "Ya. Tapi bukan pernikahan yang sebenarnya."


"Maksudnya apa?"


"Kami memang membuat janji di gereja, tapi tak ada pendeta yang memberkati kami. Monalisa sebenarnya tak pernah percaya dengan ikatan pernikahan karena keduanya bercerai. Namun saat itu ia ingin aku membuat janji dengannya makanya kami pun menggunakan gaun pengantin dan berfoto seperti itu."


"Lalu foto di kamar ini? Berarti orang tuamu tahu kalau hubungan kalian sudah sangat dalam?"


"Iya. Tapi kamu tahu sendiri kan kalau Monalisa mengkhianati ku. Makanya hubungan kami berakhir."


Mahira berusaha tegar menerima masa lalu Edmond.


"Sayang, hanya kamu dalam hidupku. Aku mohon, jangan mengingat masa lalu yang tak menggenakan hati." Edmond memegang tangan Mahira. Ia pun mengangguk walaupun hatinya semakin penasaran dengan hubungan Edmond dan Monalisa.


**********


Selamat siang all

__ADS_1


sudah mulai terkuak masa lalu Edmond kan?


Adakah lagi yang ia sembunyikan?


__ADS_2