RAHASIA CINTA EDMOND

RAHASIA CINTA EDMOND
Extra Part 5


__ADS_3

Pulang kembali ke Manado, Edmond menumpahkan seluruh rasa rindunya pada Edgar dan Edwin.


"Mami, sekarang tugas kita adalah membuat mba Lusi dipindahkan ke tempat lain." ujar Edewina.


"Iya. Perusahaan papi punya cabang di kota lain. Akan mami usulkan."


Edewina menatap Edmond yang masih bermain dengan Edgar. Sedangkan Edwin kini ada di pelukan maminya. Gadis kecil itu merasa sangat bahagia bisa berkumpul lagi dengan keluarganya.


Akhirnya mereka berempat pun makan bersama sementara baby Edwin di jaga sama Lita.


Selesai makan, Edewina langsung ke kamarnya karena ia sangat lelah. Edmond bermain sebentar dengan Edgar sebelum pengasuhnya membawa ia ke kamarnya untuk tidur.


Mahira pun menyusui Edwin sampai akhirnya bayi tampan tersebut tidur dan Mahira meletakan nya di dalam box bayi.


"Sayang...!" Edmond memeluknya dari belakang dan mencium tengkuk istrinya itu dengan lembut.


"Ya...!"


"Kangen." ujar Edmond manja sambil terus mencium tempat favoritnya itu.


Mahira membalikan badannya. "Ed, boleh aku meminta sesuatu?" tanya Mahira sambil melingkarkan tangannya di leher sang suami.


"Apapun itu, sayang." jawab Edmond sambil menangkup kedua pipi istrinya. Ia terlihat mulai tak sabar ingin bermesraan dengan Mahira.


"Ed, adik bungsu Putri yang bernama Putra, baru saja lulus di jurusan bisnis dan manajemen. Ia seorang mahasiswa dengan lulusan terbaik. Aku ingin dia bekerja di perusahaan dengan menjadi sekretaris mu."


"Kok harus jadi sekertaris sayang? Aku kan sudah punya sekretaris. Lusiana orangnya pintar."


Mahira tersenyum. "Kau kan punya cabang perusahaan di kota lain, agar perusahaan itu juga bisa berkembang dengan baik, kenapa tak menempatkan orang-orang terbaik juga di sana?"


Edmond berpikir sejenak. "Bagaimana ya?"


"Please sayang, aku tuh mau yang menjadi sekretaris mu itu seorang laki-laki dan bukan perempuan."


Edmond tersenyum. Ia mencium bibir istrinya dengan gemas. "Aku tahu kau cemburu dengan Lusi."


"Aku nggak suka caranya memandang mu, Ed."


"Aku sama sekali tak memperhatikan dandanannya, caranya memandangku. Karena seluruh perhatian dan cintaku hanya untukmu, sayang."


Mahira melepaskan tangannya yang melingkar di leher Edmond. "Aku mau tidur. Mengantuk. Sebentar subuh juga pasti bangun karena Edwin suka bangun jam 3 dan nanti bobo lagi jika sudah jam 8 pagi." Mahira langsung naik ke atas tempat tidur. Ia menarik selimut dan langsung menutupinya sampai leher. Ia tidur sambil memunggungi Edmond.


Pria tampan itu tersenyum melihat tingkah istrinya. Ia tahu kalau Mahira cemburu.


"Sayang......!" panggil Edmond lalu ikut naik ke atas tempat tidur. Ia duduk di belakang Mahira sambil membelai kepala istrinya itu.


Mahira diam tak bergeming. Ia terus memejamkan matanya.


"Sayang, besok suruh adiknya Putri datang ke kantor. Aku akan menguji kemampuannya."


Mahira langsung membalikan badannya. "Benarkah?"


Edmond mengangguk membuat perempuan itu langsung menghadiahkan satu kecupan hangat di bibir istrinya.

__ADS_1


"Kau tak akan menyesal dengan keputusanmu itu."


Edmond tersenyum. "Penilaian ku ada dua. Pertama adalah kemampuannya dan yang kedua adalah kemampuanmu."


"Kemampuan ku?"


Edmond tersenyum menggoda. Ia langsung menempatkan tubuhnya di atas tubuh istrinya. "Kemampuan mu untuk memuaskan ku."


Mahira tertawa menggoda. "Apakah kau masih meragukan kemampuanku?"


Edmond menatapnya dengan senyum menggoda. "Ingin melihat saja bagaimana luar biasanya kamu malam ini."


Mahira mendorong tubuh Edmond sehingga suaminya terlentang dan ia gantian kini yang berada di atas. Dengan gaya seksi dan menggoda ia membuka gaun tidurnya. "Mari kita lihat siapa yang akan lebih dulu menyerah malam ini." Lalu ia menunduk dan mulai mencium suaminya dengan gaya sensual.


************


Edmond terkejut melihat Lusiana yang datang ke kantor hari ini dengan gaya yang lain. Gaun merah melewati batas lututnya, make up natural dengan lipstick berwarna pink, rambut nya digulung seperti biasa. Namun yang membuat Edmond terkejut adalah bau parfum Lusiana yang tak biasa. Sedikit tajam dan membuat kepala Edmond sedikit pusing.


Bukannya Edmond tak memperhatikan dandanan Lusiana selama ini. Menurut Edmond itu biasa dilakukan oleh para sekretaris untuk tampil menarik dan sedikit menggoda. Namun Edmond menganggapnya biasa saja. Karena bagi Edmond, tak ada perempuan yang mampu membuatnya tertarik dan bergairah selain Mahira istrinya. Edmond sangat memuja istrinya itu. Bukan soal badan Mahira yang tetap seksi setelah melahirkan 3 anak. Bukan pula karena wajah istrinya itu yang cantik. Namun karena kebaikan hati Mahira, karena kemampuannya sebagai seorang ibu yang tak pernah mengecewakan Edmond dan cintanya yang besar untuk Edmond. Mahira adalah sosok sempurna di mata Edmond.


"Pak, ini laporan keuangan perusahaan bulan ini." katanya sambil meletakan sebuah file di hadapan Edmond..


"Terima kasih, Lusi. Bagaimana keadaanmu?"


"Sudah baik, pak. Walaupun sebenarnya aku menyesal tak bisa mendampingi bapak ke Jakarta."


Edmond tersenyum. "Mungkin dilain kesempatan. Oh, ya, tolong kirimkan bunga untuk istriku. Pesannya seperti ini ; Sayang, terima kasih untuk semalam. Kau luar biasa. Aku akan selalu mencintaimu. Edmond!"


Lusiana nampak cemburu namun ia berusaha terlihat biasa. "Bapak sangat mencintai Nyonya Mahira?"


"Baik, pak." Lusiana segera keluar dari ruangan Edmond. Ia memang melihat kalau Edmond adalah pria yang berbeda. Namun itulah yang membuatnya tertarik pada Edmond. Di zaman sekarang ini, susah mencari pria yang memiliki cinta sejati pada istrinya. Apalagi jika ia pria yang tampan dan mapan. Selama hampir satu tahun ia menjadi sekretaris Edmond, bosnya itu sama sekali tak pernah meliriknya. Edmond memang sangat baik namun tak seperti pria lain yang selalu menatap Lusiana dengan penuh damba karena penampilannya yang menarik.


Jam 11 siang, Putra datang untuk diwawancarai. Edmond kagum dengan kepintaran adik bungsu Putri itu. Mahira benar, Putra memang sangat berbakat.


Keesokan harinya, Edmond mengumumkan beberapa pegawai yang di pindahkan ke cabang perusahaan lain. Mereka yang dipindahkan kebanyakan mendapatkan promosi ke jabatan yang lebih tinggi, demikian juga Lusiana. Edmond juga memperkenalkan sekretaris barunya. Lusiana terlihat sangat sok namun ia tak bisa berbuat apapun.


Mahira yang juga hadir di sana tersenyum puas. Ia yakin kalau Putra akan berkerja sebaik Lusiana.


Kini, Mahira bernapas lega. Ia pikir, apa yang dia dan Edewina lakukan cukuplah menjadi rahasia kecil diantara mereka. Karena Mahira yakin kalau Edewina akan selalu ada di sampingnya, menyingkirkan para pelakor yang hanya ingin mendapatkan harta Edmond Moreno. Bukannya Mahira meragukan cinta Edmond. Namun pelakor zaman sekarang selalu menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan tujuan mereka. Makanya para istri harus lebih pintar dari para pelakor.


*************


Rumah Moreno kini dihiasi dengan pernak-pernik ulang tahun.


Hari ini, Edewina berusia yang ke-17 tahun. Gadis yang memiliki segudang prestasi itu nampak cantik dengan gaun berwarna pink. Rambutnya dibiarkan tergerai dan ia menggunakan sebuah mahkota kecil di kepalanya.


"Selamat ulang tahun, cantik." sapa Teddy sambil memeluk Edewina dengan penuh kasih.


Selama ini, Edewina mengenal Teddy sebagai pria yang pernah menyelamatkannya dengan memberikan darahnya bagi Edewina.


"Terima kasih papa Teddy."


"Ini hadiahnya." Teddy memberikan sebuah paper bag dan saat Edewina melihatnya, gadis itu langsung bersorak gembira. "Papa Teddy, bagaimana bisa tahu kalau aku menginginkan laptop ini?"

__ADS_1


"Papa mendapatkan bisikan dari seorang peri kecil." Ujar Teddy sambil melirik Mahira yang sedang berdiri di samping Edmond. Mami Edewina itulah yang memberitahukan keinginan anaknya itu. Mahira yang terlihat sangat cantik diusianya yang sudah menginjak kepala 40an. Teddy tahu Mahira menikmati kebahagiaan karena cinta Edmond yang tulus padanya.


Edmond sendiri terlihat semakin tampan juga. Semalam di jam 12, ia dan Mahira sudah memberikan kejutan bagi Putri mereka itu dengan membawakan kue dan sebuah kalung berlian yang kini dipakai oleh Edewina. Edewina sering kesal karena teman-teman nya selalu menjuluki papinya hot Daddy dan selalu histeris setiap kali papinya menjemput Edewina di sekolah.


"Sayang, anak kita sudah besar. Dia tumbuh menjadi gadis yang menarik. Sama seperti kamu dulu." ujar Edmond.


"Dan dia pintar seperti kamu, Ed."


Edmond mengangguk. Edewina memang tumbuh seperti anak-anak keluarga Moreno lainnya yang memang dikenal memiliki kepintaran di atas rata-rata.


"Dia sudah punya pacar, Ed." ujar Mahira.


"Si cowok yang berkenalan dengannya karena salah mengirim email?"


Mahira mengangguk. "Cowok itu tinggal di Korea. Kamu kan tahu kalau Edewina tergila-gila dengan penyanyi Korea. Ayahnya orang Korea namun ibunya orang Indonesia."


"Oh begitu ya? Memangnya mereka sudah jadian?"


"Ya. Edewina sudah menerima cintanya. Cowok itu bahkan mengirim sebuah hadiah cincin untuknya."


"Oh....aku siap-siap patah hati ditinggalkan anak gadisku."


Mahira tertawa. Ia hanya menggandengkan tangan suaminya. "Memang setiap ayah akan patah hati saat anak gadisnya menemukan cinta pertamanya."


Edgar yang kini berusia 11 tahun dan Edwin yang kini berusia hampir 9 tahun tumbuh juga menjadi pria-pria tampan. Ayah Edmond masih ada. Ia tetap setia pada mendiang istrinya. Ia tak pernah menikah lagi.


Edmond tetap menjaga keluarganya. Ia tak mau mereka dalam bahaya. Makanya tanpa sepengetahuan Mahira, Edmond tetap menyewa beberapa orang bodyguard rahasia yang terus menjaga keluarganya. Inilah rahasia Edmond yang tak diketahui Mahira. Karena sesungguhnya, dunia mafia secara diam-diam masih menganggu Edmond.


Edina adiknya Edmond sudah menikah dan memiliki sepasang anak kembar yang berusia 5 tahun. Ia menikah dengan orang Australia dan tinggal di sana. Suaminya seorang tentara angkatan Udara Australia sedangkan Edina sendiri bekerja sebagai seorang dokter di sana. Sedangkan Eduardo juga memiliki 3 orang anak. 2 perempuan dan satu laki-laki.


Putri sendiri sudah bercerai dengan suaminya karena suaminya kedapatan berselingkuh lagi dengan seorang mahasiswa yang magang di kantornya. Dan sungguh tak terduga, Putri kini menikah dengan Kim Jun. Keduanya menjadi dekat setelah Jun keluar dari penjara. 3 tahun dekat dan saling curhat akhirnya Jun berhasil memikat hati Putri dan mereka kini tinggal di Korea. Putri membawa anak tunggal hasil pernikahannya yang pertama. Kini ia dan Jun sudah memiliki anak 1 orang anak perempuan.


"Selamat malam, saya dari perusahaan mobil Ferrari. Saya ke sini membawakan hadiah untuk nona Edewina Moreno." ujar seorang pria.


"Saya Edewina. Hadiah apa ya?"


"Hadiahnya ada di luar."


Edewina dan beberapa temannya mengikuti langkah pria itu. Sesampainya di halaman, Edewina dibuatnya terkejut saat melihat sebuah mobil Ferrari klasik California T yang harganya di atas 6M.


"Oh my God....! Ini mobil idolaku. Aow.....!" Edewina bersorak gembira sambil mencium kap mobil mewah itu yang berwarna merah.


Dari jauh seorang pria tampan nampak tersenyum puas. Pria bermata biru yang memakai setelan jas mewah. "Tunggu sedikit lagi, sayang. Aku akan datang menjemputmu." ujarnya lalu segera masuk ke mobilnya dan langsung pergi.


************


TAMAT.......


Hallo semua, terima kasih sudah mengikuti cerita ini selama berbulan-bulan. Semoga ada pelajaran berharga yang bisa didapat ya...


Jangan lupa besok novel terbaru emak sudah up ya JANDA MUDA DIKEJAR OM BULE


Kisah Edewina akan dibuat novel tersendiri. Judulnya masih emak pikirkan (ada yang mau kasih usul?) Dalam kisah Edewina, ia akan menemukan kenyataan bahwa ayah kandungnya adalah Teddy. Edewina memiliki pacar dari Korea namun pria bermata biru itu merebut apa yang sudah diklaimnya menjadi miliknya. Antara benci, cinta dan dendam yang berhubungan dengan dunia mafia. Demikianlah kisah cinta Edewina.

__ADS_1


Novel ini jangan di unfaforit ya supaya bisa tahu jika emak sudah up kisahnya Edewina.


__ADS_2