RAHASIA CINTA EDMOND

RAHASIA CINTA EDMOND
Extra Part 2


__ADS_3

Mahira tersenyum melihat suaminya tercengang. "Kenapa sayang, ada yang salah dengan perkataan istrimu ini?" tanya Mahira sambil mundur beberapa langkah.


"Ra, apakah kamu cemburu dengan sekretaris ku karena pakaiannya mini? Aku bahkan sama sekali tak memperhatikannya."


"Cemburu?" Mahira jadi tertawa. "Nggak level tahu nggak kalau aku harus cemburu dengan dia."


Edmond mendekati istrinya. "Aku jadi gemas melihat sifat mu hari ini. Kayaknya bukan kamu saja."


"Masa sih?"


"Sayang....!" Edmond melingkarkan tangannya di pinggang istrinya. "Aku merasa ada yang aneh denganmu."


"Aneh apanya? Mungkin karena selama ini kamu jarang lihat aku berdandan saja. Aku lebih banyak di rumah. Ngurus anak, memasak dan jarang keluar rumah. Nggak pernah perawatan wajah."


"Hei....., aku tahu kamu sibuk dengan tugasmu sebagai ibu rumah tangga. Tapi bukan berarti kamu terlihat jelek di mataku." Edmond membelai wajah Mahira. "Tak ada satu wanita pun yang mampu membuat aku terpesona selain dirimu, sayang."


Mahira mencium bibir suaminya. "Ayo makan! Aku sudah lapar."


Keduanya duduk di meja bulat sambil berhadapan. Mahira pun mengambil makanan untuk suaminya.


"Masakan mu selalu yang paling enak." puji Edmond membuat Mahira sedikit mencibir.


Masakan ku enak tapi selalu saja makan siang yang disiapkan oleh Lusi.


"Ada apa sayang?" tanya Edmond.


"Nggak. Hanya saja ruangan ini terlihat nggak indah di mataku. Bolehkah aku merubah ruangan mu ini?" tanya Mahira.


"Tentu saja boleh."


"Benarkah?" Mata Mahira langsung berbinar.


"Iya. Kamu dapat melakukan apa saja di ruangan ku ini."


Mahira jadi senang. Ia mencium pipi Edmond lalu mulai membereskan alat makan yang mereka gunakan sedangkan Edmond kembali duduk di meja kerjanya dan segera membuka laptopnya.


"Sayang, aku mau pulang dulu ya? Pasti Edwin sudah ingin minum asi." Ujar Mahira.


Edmond langsung berdiri lalu memeluk istrinya. "Jadi ingin pulang juga."


"Nggak kerja?"

__ADS_1


"Setelah ini nggak ada rapat atau pertemuan apapun. Pingin bobo siang bareng."


"Ih...bobo siang atau apa?"


"Tahulah...." Edmond mengedipkan sebelah matanya membuat Mahira jadi tertawa. Tentu saja ia senang jika suaminya akan pulang dengan dia.


Namun sebelum mereka keluar dari ruangan Edmond, pria itu membuka jas yang dipakainya dan memakaikan nya pada Mahira.


'Sayang, nanti aku kepanasan." protes Mahira.


"Aku tak mau mereka melihat punggungmu yang terbuka ini. Punggung ini hanya milikku."


Mahira hanya bisa menggelengkan kepalanya. Namun ia tak menolak. Ia justru melingkarkan tangannya di lengan Edmond lalu keduanya keluar bersama.


"Lusi, aku mau pulang. Jika ada tamu, atur jadwalnya nanti besok." ujar Edmond.


"Baik, pak."


Mahira menghentikan langkahnya. Ia menatap Lusiana. "Lusi, tolong hubungi tukang yang biasa dipanggil untuk melakukan renovasi di kantor ini. Besok aku ingin dia datang ke sini selesai makan siang."


"Baik nyonya."


Lusiana menahan rasa kesal. Ia merasa bahwa istri bosnya itu sengaja ingin memerintah nya dan ia merasa tak terima.


***********


Keesokan harinya, Mahira datang kembali saat jam makan siang. Ia kembali berpakaian seksi walaupun tak seperti kemarin.


Saat ia dan Edmond selesai makan siang, tukang yang akan mengerjakan ruangan suaminya sudah datang.


"Aku ingin mengubah ruangan ini karena aku tak suka dengan desainnya." ujar Mahira sengaja menekan kata 'tak suka'. Wajah Lusiana terlihat agak merah karena sesungguhnya ia yang mengubah ruangan Edmond ini dan bosnya ini mengatakan kalau ia suka.


Setelah Mahira selesai menjelaskan apa yang dia inginkan di ruangan Edmond ini, ia kemudian memberikan beberapa perintah bagi Lusiana.


"Aku ingin suamiku makan dan minum makanan yang sehat. Jadi mulai hari ini, pak Edmond tak akan memakan makanan apapun selain yang dikirim dari rumah atau restoran yang kualitas bahannya sudah kami ketahui. Kopinya juga nggak boleh sembarangan. Salah satu office boy di sini sudah tahu apa yang harus dilakukannya dengan kopi pak Edmond. Tugasmu hanyalah mengatur jadwalnya dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan. Soal makan dan minum suamiku, biar aku yang menanganinya dari rumah." pesan Mahira. Ia dapat melihat kalau Lusiana nampak kesal namun berusaha di tahannya. Mahira memang ingin membuat perempuan itu tak nyaman bekerja di sini.


"Tapi, Bu, pak Edmond suka dengan kopi yang ku buat. Beliau juga senang dengan makan siang yang ku siapkan."


Mahira tersenyum manis. Berusaha untuk tak terpancing dengan perkataan Lusiana.


"Suamiku memang paling tak suka mengecewakan orang lain. Mungkin dia tak bisa mengatakan padamu kalau makanan mu rasanya tak enak. Itulah sebabnya setiap pulang ke rumah, pak Edmond selalu makan dengan lahapnya. Karena siang harinya ia makan agak sedikit. " Mahira akan masuk lagi ke ruangan Edmond, namun ia berbalik. "Lusi, tolong ditahan semua telepon untuk suamiku ya?" ujar Mahira sebelum membuka pintu ia.

__ADS_1


Edmond nampak baru keluar dari kamar mandi.


"Sayang, lusa aku akan pergi ke Samarinda untuk rapat pemilik saham, selanjutnya aku kan ke Jakarta untuk penandatangan kontrak kerja dengan perusahaan dari Korea. Mereka nggak bisa datang ke Manado jadi kami yang harus pergi ke Jakarta."


"Kami?"


"Aku dan Lusi."


"Kalian akan ke Jakarta bersama?" Mahira mulai terbakar cemburu namun ia tak akan menunjukan itu rasa cemburunya itu.


"Iya. Lusi kan yang mengatur semua jadwal kerjaku."


"Berapa lama?"


"Mungkin 3 hari."


Mahira mencoba memeras otaknya. Bagaimana caranya agar ia bisa tahu kegiatan mereka. Sampai akhirnya ia menemukan ide.


**********


"Papi, Wina kan sudah libur. Wina mau ke Samarinda. Kangen dengan teman-teman Wina di sana." bujuk Edewina.


"Papi memang mau ke Samarinda. Jika papi kerja, Wina sama siapa?"


"Wina nggak akan menganggu. Papi kerja saja."


"Baiklah. Wina boleh ikut."


"Yes.....!" Wina menjadi senang. Ia segera berlari keluar kamar dan menemui Mahira.


Mahira tersenyum. "Kau siap mengerjai mba Lusiana?"


Wina mengangguk senang. Anak dan ibu itupun berpelukan.


**********


Mau tahu bagaimana Wina mengerjai Lusiana?


saksikan episode berikutnya


.

__ADS_1


__ADS_2