
Edewina kini bertambah besar. Tak terasa anaknya itu kini berusia 3 tahun. Ia tumbuh menjadi gadis yang cantik dan cerdas. Bicaranya juga sudah lancar.
Semenjak hubungan Mahira dan Edmond menjadi baik lagi, Edmond selalu mengajak anak dan istrinya pergi ke mess. Mereka akan pulang ke kota setiap hari Jumat sore. Bibi Juminten akan ikut ke mess dan Tika akan menjaga rumah di Samarinda.
"Papi......!" teriak Wina saat melihat Edmond sudah pulang kerja.
Edmond melepaskan tas kerjanya dan langsung memeluk putrinya.
"Duh, cantiknya putri papi. Rambutnya juga di kepang dua."
Wina mencium papinya secara bertubi-tubi membuat Mahira tertawa melihat bagaimana hubungan mereka. Semakin besar, tak ada kemiripan antara Teddy dan Wina. Orang-orang bahkan menyebutkan bahwa Wina mulai mirip Edmond. Mungkin juga karena kulit Wina yang putih bersih. Tak seperti kulit Teddy yang berwarna sawo matang.
"Wina, papi mandi dulu ya, nak?" bujuk Mahira karena ia tahu anaknya itu tak akan melepaskan papanya jika Edmond sudah pulang kerja.
"Tapi papi ajarin Wina menulis ya?" ujar Wina.
"Baik, sayang." Edmond menurunkan Wina setelah mencium kepala anaknya. Ia kemudian mendekati Mahira dan memeluknya. "Aku merindukanmu." bisik nya. Beberapa hari ini Mahira memang sedang datang bulan sehingga tak bisa saling menyatu.
"Sudah aman."
"Ah, tak sabar menunggu malam."
Mahira memukul bahu Edmond karena Wina masih ada diantara mereka.
"Papi sama mami bicara apa? Kok saling bisik-bisik?" tanya Wina sambil menatap kedua orang tuanya secara bergantian.
"Nggak membicarakan apa-apa. Sekarang papi mandi dulu ya, sayang?" Edmond bergegas ke kamar sebelum anaknya itu menanyakan sesuatu.
**************
"Sayang, kenapa belum tidur?" tanya Mahira yang terbangun dan melihat bahwa Edmond masih duduk di sofa sambil membaca file. Beberapa jam yang lalu mereka baru saja melewati malam panas dan Mahira langsung tertidur.
"Ada sesuatu yang harus aku baca, sayang."
Mahira turun dari ranjang dan mengenakan gaun tidurnya lagi. Ia menuangkan air putih dan meminumnya sampai habis, setelah itu ia mendekati suaminya.
"Memeriksa apa?" tanya Mahira.
"Keuangan perusahaan. Biasanya Monalisa yang mengerjakan nya. Namun sekarang ia lebih banyak berada di Jakarta. Kemudian kepala bagian keuangan sudah seminggu tak masuk, entah apa penyebabnya. Di telepon tak pernah diangkat. Lerry sudah memeriksanya tapi menurutnya ia belum terlalu mengerti. Sementara minggu depan kami harus menutup buku sebelum pembagian hasil usaha selama 3 bulan."
"Boleh aku melihatnya?"
Edmond menyerahkan file yang dipegangnya kepada Mahira. Perempuan itu langsung membacanya secara cermat.
"Sayang, kamu punya file mentah laporan ini?"
"Ya, ada di laptop ku."
"Boleh aku melihatnya? Aku ingin menjumlahkan saja."
Edmond membuka laptopnya dan memberikannya pada Mahira.
"Sayang, kamu mengerti?" tanya Edmond.
__ADS_1
Mahira menatap suaminya. "Aku lulusan akutansi, Ed. Apa kamu lupa kalau aku pernah bekerja di bank? Angka-angka semacam ini sudah biasa aku kerjakan. Lagi pula proses pembuatan keuangan ini sama dengan sistem bank."
"Wah, terima kasih. Tapi aku nggak mau kamu capek sayang."
"Aku sudah cukup tidur tadi."
Edmond pun tak menganggu Mahira yang bekerja. Ia bahkan membuatkan kopi untuk istrinya itu.
2 jam kemudian....
"Sayang, laporan keuangan ini tidak benar. Aku pikir ada penyimpangan keuangan di perusahaan kalian." kata Mahira.
"Benarkah?"
"Ini hanya dugaan ku saja. Kalau kamu mengijinkan aku melihat seluruh sistem keuangan perusahaan, aku pasti akan menemukan apakah benar keuangan perusahaan disalah gunakan atau tidak."
"Kamu mau membantu?"
"Jika suamiku mengijinkan."
Edmond memeluk Mahira. "Ah, sayang. Terima kasih. Tapi aku nggak mau kamu capek. Jadi kamu memeriksanya jika ada waktu senggang saja."
"Aku akan membantumu, sayang. Jika boleh aku akan ke perusahaan denganmu besok."
"Tentu saja. Dengan senang hati. Duh, aku bisa tidur dengan nyenyak malam ini. Ayo kita tidur dulu. Sekarang sudah setengah tiga subuh." Edmond segera menutup laptopnya dan mengajak istrinya untuk beristirahat.
**************
Keesokan paginya, Edmond datang ke perusahaan bersama Lerry dan Mahira. Memang, semenjak Mahira dan Wina menghabiskan banyak waktu di mess, Lerry jadi keseringan sarapan dan makan siang di rumah Edmond.
Begitu mereka sampai di perusahaan, beberapa pegawai langsung menyapa mereka dengan senyum manis. Ini memang bukan kali pertama Mahira datang ke kantor. Sudah beberapa kali ia dan Wina datang ke kantor ini untuk menghadiri acara perusahaan. Tak ada lagi orang yang terlihat saling berbisik-bisik. Semua sudah menatap Mahira secara normal sebagai istri Edmond. Yang berbeda hanya sikap Angel dan Sofia yang kelihatannya masih belum menyukai Mahira.
Mahira berada di ruangan Edmond lalu mulai memeriksa keuangan perusahaan. Edmond baru tahu kalau istrinya itu jika bekerja sangat serius. Ia bahkan tak mau diajak bicara.
"Sayang, ini sudah jam makan siang. Apakah tidak sebaiknya kamu istirahat dulu?" tanya Edmond.
"10 menit lagi, Ed." ujar Mahira sambil terus menuliskan angka-angka.
10 menit kemudian Mahira berhenti. "Ayo kita pulang ke mess. Aku sudah kangen dengan Wina." kata Mahira sambil tersenyum.
Edmond mendekati istrinya dan memeluknya. "Kamu pasti capek kan, sayang?"
"Lumayan. Sudah 4 tahun aku berhenti bekerja. Otakku perlu diasah lagi agar bisa kembali tajam dalam menghitung dan menganalisa. Namun aku sudah mendapatkan beberapa kesalahan dalam laporan keuangan itu. Perhitungan pertamaku, uang perusahaan sudah hilang sebanyak 200 juta lebih."
"Oh ya?" Lerry yang tiba-tiba masuk mengungkapkan rasa terkejutnya.
"Iya." jawab Mahira. "Berikan aku waktu 2 hari lagi. Dan jangan dulu sampaikan ini pada siapapun. Takutnya ada yang merubah sistem keuangan ini. Karena kita belum tahu siapa yang telah melakukannya."
Edmond dan Lerry sama-sama mengangguk. Ketiganya pun keluar dari ruangan Edmond.
"Ngapain istri Edmond ada di sini?" tanya Sofia yang baru saja tiba dari perusahaan tambang. Tadi pagi ia langsung ke sana dan nanti siang ini baru kembali.
"Nggak tahu. Sejak datang, ia mengurung diri di ruangannya tuan Edmond. Ini baru juga keluar." jawab Angel.
__ADS_1
"Ngapain ikut Ed ke sini dan meninggalkan anak mereka?"'
Angel tersenyum tipis. "Aku nggak tahu, nona."
"Aku tetap tak suka padanya. Aku kasihan dengan penderitaan sahabatku. Suatu saat nanti, Mahira akan kena batunya karena menjadi perebut kebahagiaan orang." Kata Sofia lalu segera menuju ke ruangannya.
**************
Selama 3 hari, Mahira memeriksa keuangan perusahaan dan kesimpulan akhir menunjukkan bahwa keuntungan perusahaan telah digelapkan hampir 500 juta.
Lerry dan Edmond pun secara diam-diam menyelidiki siapa saja yang terlibat dibalik hilangnya uang perusahaan itu.
"Sayang, siang ini aku mau ke tambang dulu. Kau mau ikut?" tanya Edmond setelah mereka selesai makan siang.
"Aku di sini saja, Ed."
Edmond mengangguk. "Aku mungkin sekitar 2 jam baru kembali."
"Hati-hati ya?"
Edmond mengangguk. Ia mengecup bibir istrinya. "Kalau capek istirahat saja."
Mahira hanya mengangguk. Ia menatap kepergian suaminya lalu kembali menatap ke layar laptop.
Baru 15 menit ia bekerja, Mahira mendengar ada suara ponsel berbunyi. Apakah Edmond melupakan ponselnya? Tapi bukankah tadi Edmond memegangnya?
Mahira mencari asal suara telepon itu. Dan ia membuka laci kerja Edmond. Ada ponsel berwarna putih dan dilayar depan tertulis panggilan itu dari My Honey.
Wajah Mahira seketika menegang. Ia ingin menerima panggilan itu namun hati kecilnya melarang. Bunyi panggilan itu lun berhenti. Ketika Mahira mencoba membuka ponsel itu ternyata tak bisa karena menggunakan password.
Aku harus mencari tahu isi dari ponsel ini. Tapi bagaimana caranya?
Pintu ruangan Edmond terbuka. Ternyata Lerry yang masuk.
"Edmond ke mana?" tanya Lerry
"Ke tambang katanya."
"Ke tambang?" Lerry nampak terkejut.
"Katanya kamu nggak bisa pergi jadi Ed yang pergi." Mahira memilih berbohong.
"Ini aku sudah mau pergi. Edmond tadi pagi bilang tak ingin membiarkan kamu sendiri. Apa mungkin ia pergi karena ada hal mendesak yang terjadi di sana ya?"
"Mungkin saja."
Lerry pun pamit untuk keluar. Mahira duduk dengan lemas di atas kursi. Ed, apakah kamu pergi untuk bertemu dengan Monalisa?
************
Selamat pagi
semangat terus yang puasa
__ADS_1
jangan lupa dukung emak ya guys