
Tian sedang sibuk dengan pekerjaannya tiba-tiba Bimo datang keruangannya dan berkata jika saham perusahaan milik keluarga Riri sedang mengalami kerugian besar akibat Vidio yang mereka sebarkan.
Bimo tampak panik, ia takut jika Rara akan sedih dengan keadaan seperti ini, Tian mencoba tenang dan mengajak Bimo ke rumah sakit untuk melihat keadaan Rara disana.
Tak lupa sebelum pergi kesana ia mampir ke toko bunga dan kue untuk dibawanya kerumah sakit. Rara akan senang dengan hadiah yang dia bawa Tian pikirannya.
" Pasti dia akan suka sama semua ini " ucap Tian sambil tersenyum senang
Ketika Tian membuka pintu ruangan Rara, ia melihat jika Rara sekarang sedang bersama dengan seorang dokter, tidak terlihat juga perban yang ada di tangan dan Kakinya. Sungguh Tian saat melihatnya.
Tian Masuk kedalam ruangan Rara tanpa di ketahui Rara, ia juga menguping pembicaraan antara Dokter itu dengan Rara.
" Riri " ucap Tian membuat Rara dan sang dokter melihat ke arahnya
" Jadi bagaimana Dok apa bisa, saya melakukan itu " tanya Rara melihat wajah sang dokter yang tampak ragu menjawab pertanyaan Rara.
" Tapi kondisi keadaan Nona masih sakit dan memeluk istirahat yang banyak agar pulih benar " ucap sang Dokter tampak sangat mementingkan keadaan Rara.
Tian hanya diam dan jadi pendengar yang baik kala itu, takut jika semua rencana Rara tidak ia ketahui.
" Sebenarnya apa yang di inginkan Rara " batin Tian Bingung
" Saya sudah baik-baik saja dok, bahkan besok saya sudah di perbolehkan untuk pulang dari rumah sakit " ucap Rara tampak menyakinkan sang dokter agar mau melakukan yang ia inginkan.
" Tapi biayanya sangat Mahal Nona " ucap Sang dokter benar-benar tidak yakin untuk hal ini, ia melihat wajah Rara dengan ekspresi kesal dibuatnya
__ADS_1
" Berapapun biayanya saya akan bayar, asal Dokter melakukan apa yang saya perintahkan " ucap Rara dengan tatapan tajam pada sang dokter
Tian yang melihat emosi di wajah Rara langsung menghampirinya dan memberikan kartu tanpa kredit batas pada sang dokter agar mau melakukan apa yang di perintahkan sang dokter.
" Tau ini apa??, ini kartu tanpa batas jika kamu tidak percaya padanya biarkan kamu percaya padaku dan gunakan ini untuk biaya pengobatannya " ucap Tian sambil tersenyum licik melihat dokter itu
" Baiklah Tuan, Besok kami akan melakukan sedot lemak dan suntik putih sesuai yang anda inginkan Nona, Persiapkan juga kondisi tubuh anda non, anda harus berada di kondisi yang benar-benar pulih Nona,, kalau begitu Saya permisi " ucap sang dokter pergi dari ruangan Rara
Tian yang mendengarkan hal itu langsung bingung ia menatap wajah Rara dengan kaget, rencana apa lagi yang akan dilakukan Rara.
" Kenapa menatapku seperti itu, katakan saja mau apa kamu kesini lagi " ucap Rara dengan nada sinis, ia tidak mau Tian terlalu jauh ikut campur dalam urusannya.
" Aku tahu semua masalahmu sekarang, Dikhianati oleh suami dan adik tirinya sendiri.. bagaimana sekarang perasaan mu " tanya Tian menatap wajah Rara yang tidak berekspresi sedih atau marah.
" Dari mana dia tahu kisah perselingkuhan Vino dan Riska, tapi aku tidak peduli akan hal itu " batin Rara bingung
Tiba-tiba Bimo datang dan menghampiri Rara, ia melaporkan jika orang yang di cari oleh dia sudah meninggalkan kota ini. Rara cukup senang dengan apa yang di laporkan Bimo. Meskipun hasilnya tidak menemukan Riska namun Rara yakin jika Riska akan segera kembali.
" Terima kasih untuk semua bantuan mu, untuk yang kamu lakukan juga.. apa kamu tahu maksudku dari rasa terimakasih ku itu apa??, sekarang aku sudah tahu jika kamu kan yang menyebarkan Vidio itu.. " tanya Rara dengan wajah penasarannya
" Kenapa dia bisa tahu " batin Tian merasa sudah ketahuan oleh Rara
Tian yang mendapatkan pertanyaan seperti itu mulai terlihat gelisah, meskipun memang dia yang di tanya oleh Rara, dia memang yang sudah menyebarkan video itu hingga viral.
" Maafkan Kami RI,, kami hanya ingin membalas semua perbuatannya Riska dan yang begitu jahat padamu " ucap Tian akhirnya mengakui perbuatannya dengan rasa menyesal.
__ADS_1
" Kalian tahu akibat dari video itu " tanya Rara dengan nada sinis
" Aku tidak tahu Ri " ucap Bimo bingung
" Saham perusahaan keluarga ku anjlok,, bahkan mengalami kerugian " ucap Rara sambil tersenyum sinis
" Kalau begitu aku akan bertanggung jawab agar keadaan perusahaan keluargamu pulih kembali " ucap Tian
" Tidak usah,, " ucap Rara membuat mereka bingung dengan ucapan Rara
" Karena perbuatan mu aku mulai kembali masuk ke perusahaan dengan gampang " batin Rara senang
" Semoga Rara tidak membenciku karena hal ini " batin Tian
" Aduh kenapa aku tidak berpikiran seperti ini, kasian Rara " batin Bimo
Meskipun membuat saham perusahaan turun dan menanggung kerugian yang banyak, tapi gara-gara itu juga ia Rara bisa masuk kembali ke perusahan dan dengan mudahnya dia menduduki jabatan direktur menggeser Vino tanpa ada yang bisa melawannya.
" Dua hari lagi aku akan memimpin perusahaan itu, senang bisa bekerjasama dengan anda Tuan Tian " ucap Rara sambil tersenyum membuat Tian kaget.
Ternyata wanita yang ia anggap sebagai Rara adalah wanita yang memang dulu pernah bersamanya, sewaktu kuliah sifatnya sama seperti sekarang, tangguh kuat dan bersemangat.
" Aku tidak peduli kamu Riri atau Rara, aku akan selalu berada di samping mu dan tak akan membiarkan kamu lari lagi dariku " batin Tian melihat wajah Rara semakin dalam
Sama halnya dengan Bimo, ia menatap Rara tanpa berkedip setelah mendengarkan ucapan Rara barusan, ia juga yakin jika wanita yang di hadapannya itu adalah Rara yang ia kenal selama ini.
__ADS_1
Rara tersenyum pada Bimo dan Tian setidaknya kedua laki-laki ini berpihak padanya, Ia tidak akan ragu lagi untuk merepotkan mereka karena dari awal mereka sudah tentang kisah Ka Riri.