
Rara Langsung masuk kedalam ruangan Bu Popi, ia melihat jika Bu Popi terbaring lemah disana, dengan alat yang di pasang di dadanya dan hidungnya.
Ada rasa tak tega dalam hati Rara, namun ia juga mengingatkan kembali perlakuan Bu Popi dulu padanya apalagi ketika dia berada di tubuh sang kakak.
" Mungkin ini balasan untuk semua dosa-dosa mu pada ka Riri.. meskipun aku tidak melihatnya tapi ini karma yang harus Bu Popi lakukan " batin Rara
Kedatangan Rara di sambut sangat baik oleh para suster, karena dari tadi Bu Popi terus memanggil nama Riri.
" Pasti ini ibu Riri, silahkan masuk " ucapnya salah satu Suster
" Terima kasih Sus " ucap Rara langsung menghampiri Bu Popi
" Riri kamu sudah datang... " tanya Bu Popi dengan wajah yang gembira
" Ibu, apa yang ibu rasakan saat ini, mana yang sakit " ucap Rara tulus tanpa di buat-buat.
" Aku baik-baik saja, hanya tak ingin melihat wanita ular itu " jawab Bu Popi
" Ibu Bagaimana tidak apa-apa.. lihat diri ibu.. penyakit ibu semakin parah kan " tanya Rara
" Ibu benar-benar tidak apa-apa hanya satu permintaan ibu padamu " ucap Bu Popi
" Apa itu hu katakan " ucapnya Rara tampak bingung
" Kamu harus janji satu hal padaku.. kamu harus mengabulkan permintaan ku " ucap Bu Popi dengan senyuman di paksa
" Semoga permintaannya tidak macam-macam.. apalagi ada Riska di luar " batin Rara
" Katakan Bu, apa yang ibu minta, sebisa mungkin aku akan mengabulkannya " ucap Rara
" Benar.. kamu mau mengabulkannya " ucap Bu Popi senang
" Makanya ibu katakan dulu... " ucap Rara penasaran
" Ibu mau kamu dan vino tidak akan pernah bercerai.. " ucap Bu Popi membuat Rara kaget
" Permintaan macam apa itu.. jelas-jelas putranya yang salah.. bisa-bisanya dia berbicara seperti ini " batin Rara sakit mendengar hal itu,
Bukannya Bu Popi juga seorang wanita tapi kenapa dia malah membela laki-laki brengsek seperti Vino apa karena Vino adalah putranya tapi seharusnya ia mengerti posisi Rara saat ini apalagi dia juga sama-sama perempuan.
" Ibu tahu kamu pasti sakit hati sama Vino, tapi kamu juga harus memaafkan Vino, biar bagaimanapun dia adalah suamimu " ucap Bu Popi
" Ibu, apa ibu pernah sekali saja merasakan bagaimana sakit hatiku selama ini,, mendapatkan suami yang selalu kasar dan tidak peduli, lebih naasnya lagi " ucapnya Rara dengan wajah sinis nya
" Ibu tahu, tapi tolong maafkan semua kesalahan Vino.. hanya kamu wanita yang tepat untuk Vino.. Ibu tidak mau Vino jatuh ke tangan wanita yang salah " ucap Bu Popi sambil menahan rasa sesak di dadanya yang kembali menghampirinya.
__ADS_1
" Mau salah atau tidak, semua itu sudah menjadi pilihan Vino, ia berani berbuat harus berani bertanggung jawab.. jangan jadi pengecut " ucap Rara
" Apa Kamu rela jika Riska menikah dengan Vino,, tidak ada wanita yang benar-benar rela jika harus di madu " ucap Bu Popi
" Siapa bilang aku mau di madu, jika Vino lebih memilih Riska kenapa aku harus tidak rela.. toh dari dulu memang mereka berdua selingkuh di belakang ku " ucap Bu Rara menatap sinis Bu Popi
" Kenapa kamu Berubah RI, bukan Riri yang ibu kemal " ucap Bu Popi dengan wajah sedihnya
" Apa ibu pernah memperhatikan ku dari dulu, apa di mata ibu aku menantu yang di anggap.. lalu bagaimana perlakuan ibu selama ini padaku " tanya Rara
" Maafkan ibu RI... hiks.. hiks... hiks.. " ucap Bu Popi dengan wajah sedihnya bahkan menangis memegang tangan Rara
" Aku sudah memaafkan ibu namun kenangan di masa lalu tidak semudah itu menghapusnya.. aku harap ibu mengerti... " ucap Rara meneteskan air matanya
" Di,, maafkan ibu.. dan Vino.. mungkin selama ini perlakuan kami padamu buruk.. kami menyesal " ucap Bu Popi
" Kenapa baru sekarang kalian bersikap begini pada Ka Riri,, padahal ka Riri sangat baik pada kalian " ucapnya Rara dalam hatinya
" Ibu tenang saja, aku sudah memaafkan kalian, tapi aku tetap akan menggugat cerai Vino.. bagaimana pun kelakuan vino pada Riska tidak bisa aku maafkan.. apalagi menghamili adik tiri ku,, aku harap ibu mengerti " ucap Rara pamit pada Bu Popi dan langsung pergi dari sana.
" Ri,, jangan pergi.. dengar penjelasan ibu.. jangan cerai dengan Vino... jangan biarkan Vino dengan wanita ular itu " ucapnya Bu Popi dengan nafas tersengal-sengal
" Ibu,, ibu harus tenang... kondisi ibu belum stabil benar.. " ucap salah satu suster
" Tapi Sus " ucapnya sambil menangis
Sementara Rara tampak sudah keluar dari ruangan Bu Popi dengan mata yang berkaca-kaca.
" Sayang, kenapa kamu menangis.. bagaimana keadaan ibu... " ucapnya Vino dengan wajah khawatir
" Vino aku tidak tega melihat kondisi kesehatan ibu, begitu banyak alat di pasang di dadanya " ucap Rara sambil menangis
Wajah Vino kini semakin panik apalagi mendengar kabar seperti itu dari Istrinya itu, tapi ia mencoba untuk menangkan hatinya.
" Aku harus menemui ibu sekarang " ucap Vino hendak pergi namun tangannya di pegang oleh Rara
" Jangan, dokter sedang memeriksa keadaan ibu.. " ucap Rara sambil menangis pura-pura sedih
" Kenapa sih Bu Popi malah memanggil Ka Riri ke ruangannya bukan aku " batin Riska
" Ibu.. bagaimana keadaan mu sekarang " ucap Vino
" Jangan dengarkan ucapan Ka Riri, lebih bik kita pergi sekarang juga.. aku khawatir pada ibu " ucap Riska mencoba menggambil hatinya Vino
Vino langsung menghampiri Ruangan Bu Popi bersama dengan Riska, disana tampak seorang suster menghampiri mereka.
__ADS_1
" Ada yang bisa saya bantu Tuan " ucap sang suster
" Saya mau bertemu dengan ibu saya suster " ucap Vino
" Maaf Tuan keadaan Pasien masih di tangani dokter, keadaanya masih belum stabil " ucap sang suster
" Tapi Sus saya Putranya " ucap Vino
" Ia Sus, saya juga calon menantunya " ucap Riska membuat sang suster heran
" Sus, Siapkan kamar icu.. kita harus memindahkan pasien ini ke kamar tersebut karena kondisinya semakin memburuk " ucapnya sang dokter
" Baik Dok " ucap Sang Suster langsung menuntun Vino dan Riska ke luar ruangan
" Maf Tuan mohon kerjasamanya " ucap suster dengan wajah kesalnya
" Sudah lah Vino, kamu tidak mau Kan terjadi apa-apa pada Bu Popi " ucap Rara menghampiri mereka yang sedang berdebat dengan Suster
" Ish, ka Riri seperti pahlawan saja.. aku Tidak boleh biarkan " batin Riska
" Tidka bisa begitu dong, Vino itu putranya Bu Popi bagaimana pun dia harus ada di samping ibunya " ucap Riska
" Kamu mau lihat Bu Popi semakin parah penyakitnya " bentak Rara pada Riska
" Yang di katakan Nona Riri benar.. saya permisi " ucap sang suster pergi dari mereka
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,