
Rara segera membuka kamar hotel tersebut, ia dan sang ayah segera masuk kedalam kamar, mereka mendengar ada suara aneh, bagi Rara suara itu tidak aneh karena sebelumnya ia juga pernah dengar suara itu di dalam ruangan Vino beberapa waktu lalu.
Berbeda halnya dengan Pa Mail, ia merasa kaget ketika melihat menantunya itu dengan anak tirinya. Sedangkan Rara hanya tersenyum penuh kemenangan ia merasa senang karena rencananya yang ia buat berjalan dengan lancar.
" Rasakan kalian, sebentar lagi kalian akan benar-benar hancur " ucap Rara dalam hatinya
Rara mulai memainkan aktingnya dengan berpura-pura menangis agar sang ayah merasa kesal dan marah pada Vino dan Riska.
" Vino... Riska apa yang kalian lakukan " ucap Pa Mail dengan wajah marahnya
" Vino sayang.. kenapa kamu lakukan ini lagi padaku.. hiks... hiks... hiks.. " ucap Rara sambil menangis
Riska dan Vino kaget ketika mendengar suara yang mereka sangat kenal apalagi mendengar suara laki-laki yang tidak asing bagi mereka. Mereka menengok kearah suara itu dan berapa kagetnya ternyata suara itu berasal dari Pa mail dan Riri.
" Ayah... " ucap Mereka langsung saling menjauh satu sama lain, apalagi Riska ia langsung mengambil selimut yang di berikan Vino untuk menutupi bagian tubuhnya yang masih telanjang bulat.
Seketika Vino langsung terdiam bagaikan patung dan tidak percaya jika yang ia lihat dihadapannya adalah istrinya apalagi bersama dengan mertuanya sendiri.
" Riri sayang " ucap Vino melihat wajah istrinya yang sudah berlinang air mata
" Sial kenapa aku harus ketahuan lagi sama Riri sih,, bisa benar-benar gawat nih apalagi ayah juga melihat ku,, bagaimana caraku membujuk Riri dan Pa Mail " batin Vino bingung
" Astaga kenapa bisa ketahuan lagi sih,, mana langsung sama ayah lagi.. bisa-bisa aku di siksa ayah " batin Riska ketakutan
" Menantu kurang ajar kenapa dia harus berselingkuh lagi dengan Riska.. padahal aku sudah memaafkannya kesalahannya dulu tapi kali ini tidak ada ampun lagi bagi kalian berdua " batin Pa Mail
__ADS_1
" Ini kesempatan bagiku untuk membuat Vino dan Riska hancur " batin Rara
" Apalagi Vino, apalagi... kamu terus-menerus melakukan kesalahan yang sama dengan Riska apa salahku vino... apa karena kamu terlalu mencintai Riska " ucap Rara sambil menangis tersedu-sedu membuat sang ayah merasa tak tega melihatnya.
" Sayang bukan begitu " ucap Vino tampak gelagapan mencari ide agar ia bisa di maafkan oleh istrinya sendiri
" Jika kamu lebih mencintai Riska baiklah mulai sekarang aku akan melepaskan mu,, aku memang begitu mencintai mu tapi jika cinta ini tidak pernah kamu hargai sedikit pun untuk apa itu semua " ucap Rara masih menangis
Vino langsung bersujud di kaki Istrinya sambil menangis ia memohon ampun, ia mengatakan jika ia khilaf melakukan hal itu. Ia berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
" Tolong maafkan aku, dengarkan dulu penjelasan mu.. aku mohon padamu " ucap Vino sambil menangis
" Kamu sudah berjanji berapa kali padaku,, tapi nyatanya apa?? kamu masih belum berubah.. aku sudah tidak tahan lagi " ucap Rara
Riska yang tak terima jika Kekasih hatinya itu malah bersujud di kaki wanita lain langsung marah dan menyuruh Vino berdiri namun vino menolaknya malah membuat Riska semakin geram.
Plak,,
" Dasar wanita murahan, bisa-bisanya kamu mengatakan itu pada Kakakmu.. wanita tidak tahu diri.. harusnya kamu mikir ini semua salahmu.. " ucap Pa mail membentak Riska membuat Riska menangis karena tamparannya sangat keras
" Diam Riska, ini semua gara-gara kamu yang terus menggoda ku,, padahal aku sudah tidak mau lagi berhubungan dengan mu tapi kamu malah mengancam ingin bunuh diri " ucap Vino membela dirinya sendiri agar istrinya percaya padanya.
Riska langsung terdiam kaget mendengar Vino orang yang selama ini ia cintai malah berkata seperti itu di hadapan ayah dan kakak tirinya.
" Kamu menyalahkan aku,, bukannya kamu lebih mencintai aku di banding ka Riri, kamu ingat jika ka Riri itu wanita yang tidak pernah membuat kamu terpikat karena dia hitam, gendut dan bahkan buruk rupa.. apa kamu lupa dengan semua ucapanmu lalu menyalahkan aku " ucap Riska dengan wajah penuh air mata
__ADS_1
" Jadi kamu menggangap ku seperti itu Vino.. apa dimata mu sudah tidak ada aku lagi.. hati kamu juga sudah tidak mencintai ku lagi.. kenapa kamu tidak jujur padaku " ucap Rara pura-pura menangis kembali
" Riri jangan dengarkan Riska dia hanya ingin memisahkan kita, sumpah aku sangat mencintaimu tidak ada dalam pikiran ku seperti itu " ucap Vino masih menangis didepan suaminya itu.
" Riri Ceraikan Vino " ucap Pa mail membuat Vino semakin menangis di buatnya
Bagaikan tersambar petir kali ini Vino benar-benar tidak bisa mengelak kembali dengan perbuatannya. Ia benar-benar menyesal dengan apa yang ia perbuat tapi untuk sekarang hal yang harus Vino adalah membuat Riri memaafkannya seperti biasa.
" Ayah Tolong maafkan aku.. " ucap Vino meminta ampun pada mertuanya itu.
" Pakai bajumu, kita pulang sekarang juga " ucap Rara sambil menatap wajah Riska yang seperti senang ketika Pa Mail menyuruhnya untuk bercerai.
" Akhirnya Ka Riri dan Vino bercerai juga, aku sudah lama menantikan saat-saat seperti ini.. " batin Riska
" Seperti Riska senang jika aku bercerai dengan Vino, kita lihat saja kamu akan menang tidak kali ini " batin Rara
" Apa yang dipikiran mu kali ini, jelas-jelas dia sudah banyak menyakiti hati kamu ... ayah sungguh kecewa dengan sikap kamu " ucap Pa Mail
" Ayah ini urusan rumah tangga ku, aku ingin menyelesaikan semua ini dengan cara ku sendiri,, aku harus berbicara dengan Vino empat mata " ucap Rara menatap wajah vino
" Baiklah istriku, aku akan memakai baju dan kita pergi dari sini " ucap Vino bersemangat ketika istrinya mengajaknya keluar dari kamar hotel.
Sementara Riska tampak kesal dengan keputusan Riri yang ingin membawa Vino pergi dari sana. Meskipun ada rasa tidak rela tapi ia juga harus pulang kerumah untuk mendapatkan perlindungan sang ibu.
Rara pamit pada Pa mail untuk pulang membawa Vino sementara Pa mail menyeret Riska pulang ke rumahnya.
__ADS_1
Bersambung..