Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 12 Rencana Ibu Tiri


__ADS_3

Sedangkan ditempat lain Reni tampak ketakutan, ia menyuruh Vino untuk masuk kedalam rumahnya, mereka menuju halaman belakang agar pelayan di rumah ini tidak ada yang tahu rencana yang akan mereka buat.


" Kamu masuk kembali ke rumah, ada yang mau aku bicarakan masalah Riska padamu " ucap Bu Reni


" Baik Bu " ucapnya Langsung mengikuti langkah Bu Reni


Reni langsung membuka handphonenya lalu segera menghubungi putrinya yang sedang berada di luar kota. Vino hanya duduk saja di kursi yang ada disana.


" Halo... " ucap Bu Reni dengan wajah sedihnya


Tampak suara yang gemetar dari Reni saat Putrinya mengangkat teleponnya, sebenarnya ia ketakutan karena suaminya, jika suaminya tahu maka habislah riwayatnya.


" Hiks... hiks... hiks... ibu... " tangis Riska pecah


Riska langsung menangis ketika sang ibu meneleponnya, ia sengaja menangis agar sang ibu merasa sajian dan tidak memarahinya.


" Ibu,, sekarang Vidio ku dan Vino ada dimana-mana.. apa yang harus aku lakukan Bu, aku malu.. ini semua pasti gara-gara wanita gendut itu.. lihat saja Riri pembalasan ku " ucap Riska dengan nada merengek meminta tolong pada sang ibu.


" Diam kamu " ucap Bu Reni


Bu Reni tampak kesal dengan ucapan Riska, jelas-jelas yang salah adalah dia dan Vino kenapa melimpahkan pada Riri, kalau suaminya tahu masalah ini bisa-bisa Riska disiksa habis-habisan.


" Jaga ucapanmu, kamu yang salah sudah melakukan itu dengan Vino, akibat perbuatan mu ibu kenapa tampar ayah mu.. kamu kan tahu jika ayah sangat menyayangi Riri,, kau Jagan macam-macam " ucap Bu Reni dengan nada marahnya sudah tidak tahan dengan sikap putrinya sendiri


" Tapi Bu, ibu kan tahu aku mencintai vino dari dulu, harusnya yang marah itu aku karena dia merebut Vino dari hidupku, bukannya dia " ucap Riska yang tidak terima dengan keadaan yang tak adil baginya.


" Cukup kamu Riska,, ibu peringatan padamu untuk tidak membuat masalah lagi, cepat kamu kembali ke kota ini atau kamu mau perusahaan itu di kuasai oleh Riri, dia sekarang mau mejabat menjadi Direktur lalu nasibmu bagaimana " ucap Bu Reni dengan wajah kesalnya, ia yang selalu berharap jika putrinya yang berada di posisi Riri dari dulu.

__ADS_1


" Apa??, Lalu bagaimana dengan Vino,, aku takut jika Aku pulang ayah akan memarahiku " ucap Riska yang memang alasan ia menyetujui ucapan Vino adalah untuk menghindari sang ayah memukulnya.


" Kamu harus tenang " ucap sang ibu menenangkan putrinya itu


Harusnya ini pantas di lakukan orang tua dalam mendidik anaknya tapi bagi Riska sang ayah hanya sayang pada Riri saja tidak padanya, ia merasa sang ayah pilih kasih padanya, ia dari selalu dulu mencari-cari perhatian sang ayah agar sang ayah menyayanginya namun caranya yang salah dan jahat.


" Kamu pasti akan di marahi tapi tidak akan parah karena Riri sudah memaafkan perbuatan kamu dan Vino, kedepannya kamu harus jaga sikapmu jangan sampai ketahuan, pakai otak kalau bertindak jangan pakai hati " ucap sang ibu menasehati Riska


" Baiklah Bu, kalau begitu aku mau pulang " ucap Tidak sambil tersenyum


Riska yang Merasa lega mendengar ucapan sang ibu langsung bersemangat kembali dan berniat ingin segera pulang.


" Bu,, apa boleh aku berbicara dengan Riska " ucap Vino


" Baiklah " ucap Reni menyerahkan Handphonenya


" Riska " ucap Vino


" Sayang, aku rindu padamu.. aku akan segera pulang " ucap Riska dengan wajah senangnya


" Aku senang mendengarnya jika kamu mau pulang, aku mau memberitahukan kamu jika hubungan ku dan Riri sudah membaik, dia Sudah memaafkan aku " ucap Vino


" Bagus kalau dia bodoh untuk memaafkanmu " ucap Riska dengan wajah kesalnya


" Sial, Riska malah berkata begitu, kalau bukan gara-gara kamu semua ini tidak akan terjadi " batin Vino


" Aku mau kita jaga jarak dulu untuk sementara, aku tidak mau Riri mencurigai kita lagi, untuk sementara kita jangan bertemu dulu " ucap Vini

__ADS_1


" Apa " ucap Riska kaget


Vino langsung berbicara pada Riska, ia memberitahukan jika hubungannya dengan Riri sudah membaik, ia harap jika untuk sementara hubungannya dengan Riska jaga jarak dulu agar Riri tidak mencurigainya.


" Aku tidak mau, kamu benar-benar jahat padaku, aku yang menemanimu ketika kamu jatuh miskin, kenapa sekarang kamu bertingkah ketika semua harta yang di berikan oleh keluargaku sendiri " ucap Riska meluapkan semua kekesalannya


" Ini alasannya mengapa kita bisa ketahuan seperti kemarin, karena emosimu yang meluap-luap membuat kita kalah selangkah dari Riri, aku harap kamu bisa mengerti keadaan ku,, apa kamu mau perusahan itu jatuh ke tangan Riri,, lalu bagaimana dengan pengorbanan kita selama ini " ucap Vino dengan nada marah pada Riska


" Tetap aku tidak setuju " ucap Riska marah


Awalnya Riska sangat marah mendengar ucapan Vino yang seakan membuangnya namun vino mencoba meyakinkan dia jika ini semua ia lakukan untuk kebaikan bersama. Apalagi tadi Vino melihat begitu menyeramkan mertuanya ketika marah membuat nyalinya untuk sekarang menciut.


" Baiklah kamu boleh cuek padaku ketika didalam kantor tapi di luar kantor, kamu seutuhnya milikku dan aku tak akan membiarkanmu bersama dengan Riri " ucapnya Riska dengan wajah kesalnya


" Ok aku setuju,, jangan bertindak sesuatu yang akhirnya akan menghancurkan kita berdua " ucap Vino mulai redam amarahnya


Akhirnya Riska sepakat untuk menjaga jarak dengan Vino didalam kantor sementara di luar kantor Riska menyebutkan jika ia tidak mau hal itu terjadi.


Riska harap jika diluar kantor ia bisa sering bertemu sama seperti sebelum hubungan mereka ketahuan. Vino tampak menuruti keinginan Riska untuk saat ini.


Setelah selesai berbicara dengan Riska dan menyusun kembali rencana mereka, Vino pamit pergi ke kantor ia harus menyelesaikan pekerjaannya yang tertua akhir-akhir ini.


" Bu aku pamit pergi ke kantor dulu " ucap Vino berpamitan


Bu Reni hanya memberikan isyarat menganggukkan kepalanya tanda ia menyetujuinya lalu ia mondar-mandir memikirkan cara untuk membujuk suaminya agar tidak marah lagi padanya.


Sungguh keadaan yang sulit bagi Bu Reni, disisi lain ia juga tidak bisa membela Riska didepan suaminya karena memang Riska memang salah, ia hanya bisa pura-pura tidak tahu dengan kelakuan Riska didepan suaminya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2