Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 61 Poligami??


__ADS_3

Rara Terkadang suka lelah dengan keadaan ini, ia juga suka merasa jika ia ingin benar-benar melepaskan Vino, ia tahu jika lelaki seperti Vino tidak akan pernah berubah dan hanya akan membuat kakaknya menderita saja.


Tapi proses untuk terlepas dari Vino juga tidak mudah, kalian bayangkan saja ketika seseorang mempunyai Harta banyak kita tidak mungkin melepaskannya dengan mudah apalagi ini seorang istri yang memang sudah kaya dan untuk laki-laki seperti Vino yang matre ia juga tidak mau jika harus kehilangan tambang berharganya.


Mungkin hari ini juga waktu yang tepat untuk Rara menggugat cerai Vino, dengan alasan yang tepat, apalagi semua harta Dia dan Bu Popi juga sudah berada di tangannya semua.


" Bu.. jangan berkata begitu " ucap Pa Mail melihat ekspresi wajah Rara


" Tidak apa-apa Ayah.. biarkan saja ibu bicara " ucap Rara sambil tersenyum


" Ada apa dengan senyuman ka Riri, ko aku merasa aneh harunya dia menangis bukan tertawa " batin Riska


" Kamu akan bahagia sebentar lagi nak.. ibu akan pastikan itu " batin Bu Popi


" Nak.. kasihan sekali hidup mu.. kenapa aku baru menyadari jika Riska dan Reni begitu egois saat ini " batin Pa Mail


" Aku harus bagaimana ini " batin Vino


" Aku Takan pernah bersama dengan Riska " ucap Vino membuat Bu Reni marah


" Kenapa Vino, jelas-jelas Riska bisa memberikan mu seorang anak yang selama ini kamu idam-idamkan.. " ucap Bu Reni dengan nada marah


" Lalu kenapa kalau aku belum bisa memberikan anak untuk Vino " ucap Rara kesal


" Berarti kamu bukan wanita yang baik untuk Vino, aku wanita sempurna untuknya.. aku bisa memberikan yang kamu tidak bisa berikan " ucap Riska dengan nada sinis


" Anak,, aku dan Vino punya anak.. jangan mimpi.. bahkan dalam mimpi pun aku tidak Sudi.. kalian memang cocok dan pasangan yang sempurna.. sama-sama tidak tahu diri " batin Rara


" Riska cukup " ucap Pa Mail dengan emosi yang dari tadi ia tahan


" Kenapa mas, malah membentak Riska dia tidak salah.. dia berkata benar... " ucap Bu Reni


" Memang Riri belum bisa memberikan Vino anak.. tapi harus seoarang adik berbicara seperti itu, dengan dia berselingkuh dengan Vino saja Riska sudah salah " ucap Pa Mail


Ucapan Pa Mail sungguh membuat Bu Reni dan Riska terdiam karena ucapan Pa Mail benar adanya, tapi Bu Reni tidak akan berhenti memperjuangkan kebahagiaan Riska, baginya Riska yang terpenting.


" Lalu sekarang kita harus bagaimana.. Riska hamil tanpa seorang Suami.. kita harus bagaimana mas.. aku tanya sama kamu.. kita harus bagaimana " ucap Bu Reni dengan menahan tangisnya


" Gugurkan saja " ucap Vino membuat semua yang ada disana kaget


" Aku tidak setuju " ucap Rara


" Aku tidak mau " ucao Riska

__ADS_1


" Sayang, dengan Riska menggugurkan anak itu semua masalah kita selesai.. " ucap Vino


" Vino.. anak ini bukti cinta kita.. aku ga akan pernah setuju jika kita harus gugurkan anak ini " ucap Riska sambil menangis


" Aku ga pernah meminta persetujuan mu.. " ucap Vino


" Apa kamu bilang masalah selesai.. kamu anggap masalah selesai semuanya.. enak sekali kamu berpikir begitu.. lalu suatu saat kamu selingkuh lagi dengan Riska.. Riska nanti hamil lagi dan kamu gugurkan lagi.. gitu maksud kamu " ucap Rara dengan nada marahnya


" Aku ga mau gugurkan anak ini.. ini anak penghubung aku dan Vino " batin Riska


" Lalu aku harus bagaimana.. aku seperti serba salah " ucap Vino


" Kamu berpikiran serba salah.. lalu aku selama ini bagaimana vino.. kamu pernah harga perasaan ku.. " ucap Rara


" Sial kenapa Sekarang Vino tampak seperti tidak mau kehilangan Ka Riri.. ini tidak boleh di biarkan " batin Riska


" Ok kamu minta maaf untuk semua yang aku lakukan dulu.. aku benar-benar minta maaf.. sekarang apa yang harus aku lakukan agar menyelesaikan masalah ini " ucap Vino


" Kamu harus nikahi Riska " ucap Bu Reni mulai.mengompori pertengkaran antara Rara dan Vino


" Bu.. aku Tidak mungkin menikah dengan Riska.. aku masih punya istri " ucap Vino


" Kenapa Tidak... Kalau kamu mau Riska bisa jadi yang ke dua " ucap Bu Reni tidak punya pilihan dari pada Kandungan Riska di gugurkan


" Sial, kenapa ibu malah berkata seperti itu " batin Riska


" Tambah kegeeran tuh Vino, enak saja Bu Reni bicara seperti itu.. aku tidak Sudi punya madu.. " ucap Rara dalam hatinya


" Ya Tuhan kenapa duanya jadi seperti ini, kasihan Riri tapi di sisi lain Riska juga anak ku " batin Pa Mail


" Aku tidak akan setuju jika Riska jadi madu ku " ucap Rara


" Bagus sayang, aku pun ga akan pernah menjadikan Riska madu mu " ucap Vino


" Lalu apa kamu tidak akan malu jika Riska melahirkan anak tanpa seorang suami.. apa kata orang nanti " ucap Bu Reni


" Ia ka, apa Kaka tidak kasihan padaku " ucap Riska dengan wajah sedihnya


" Sayang.. Semua keputusan ada di kamu.. ayah akan selalu mendukung mu " ucap Pa Mail


" Kenapa sih Mas Mail selalu saja belain Riri, kenapa ga belain Riska gitu " batin Bu Reni


" Kalau begitu keputusan ku sudah bulat.. Riska dan Vino harus menikah " ucap Rara membuat semua orang yang ada disana kaget termasuk Meti yang mendengarkan pembicaraan mereka.

__ADS_1


" Apa kamu gila sayang " ucapnya Vino


" Bukankah ini yang kamu ingin " ucap Rara sambil tersenyum


" Ka terima kasih.. terima kasih banyak ka " ucap Riska sambil tersenyum senang


" Akhirnya rencana ku berhasil juga " batin Riska


" Akhirnya Riri yang bodoh ini luluh juga, aku tahu jika dia tidak mungkin menolak apalagi dengan akting Riska yang dari tadi menangis.. aku tinggal siapkan acara pernikahan Riska " batin Bu Reni


" Pasti berat kan Riri, kamu harus mengambil keputusan seperti ini.. Ayah yakin kamu wanita uang kuat.. ayah akan selalu berdoa untuk kebaikan mu " batin Pa Mail


" Jangan merasa menang dulu, masih ada kejutan dari aku " batin Rara


" Astaga, hati Riri apa sebesar itu bisa menerima aku yang berpoligami.. tapi aku tidak usah khawatirkan masalah ini, justru aku senang karena beristri dua " batin Vino


" Kenapa aku merasa ada yang janggal dengan sikap dan ucapan Riska " batin Rara


" Aku mengijinkan kalian menikah besok.. hanya besok.. kalau kalian tidak segera menikah.. maka tidak akan ada kesempatan kalian menikah " ucap Rara


" Apa kamu bilang, besok.. ibu belum siapkan semuanya " ucap Reni


" Besok siang.. tepat pukul satu siang.. ingat itu " ucap Rara langsung pergi dari sana meninggalkan rumah itu


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,


__ADS_2