Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 30 Pilihan Bagus


__ADS_3

Tak lama Vino pun datang kembali ke ruangan Sang istri sambil membawa plastik berisikan makanan kesukaan Riri.


" Sayang " ucap Vino sambil tersenyum


Sedangkan Riska yang mendengarkan hal itu merasa kesal karena sebelumnya Vino jarang sekali memangil sang kakak dengan sebutan Sayang.


" Sayang, duduk.. " Ucap Rara sambil tersenyum


" Aku sudah mendapatkan makanan kesukaan mu " ucap Vino


" Wah, kami jauh-jauh membelikan ini semua untuk ku " ucap Rara sambil tersenyum pura-pura senang


" Apapun untukmu pasti akan aku lakukan " ucap Vino


" Termasuk melupakan Riska " tanya Rara sambil tersenyum licik


" Kamu jangan khawatir, cinta dan sayang ku hanya untukmu sayang " ucap Vino melihat wajah istrinya yang sudah cantik


" Berani sekali dia berbicara seperti itu " batin Riska kesal


" Lihat saja Vino sebentar lagi kamu akan hancur " batin Rara


" Ternyata Riri cantik juga, kenapa aku baru sadar.. bahkan dengan Riska cantikan Riri " batin Vino


" Coba sayang buka mulutnya, aku akan menyuapi mu " ucap Vino memperlakukan Rara dengan romatis


" Kenapa pake acara suap-suapan sih.. " batin Riska semakin marah


" Aku bisa sendiri " ucap Rara


" Biar aku saja... aku ingin menyuapi mu sayang " ucap Vino


" Baiklah " ucap Rara berpura-pura senang agar aktingnya kelihatan bagus


" Em.. ini enak sayang " ucapnya Rara membuat Vino senang karena ternyata istrinya menyukai makanan yang ia bawakan


" Aku senang kalau kamu senang sayang " ucap Vino


" Cih apa-apaan ini aku hanya melihat mereka Mesra " ucap Riska dalam hatinya


Riska langsung mengambil handphonenya lalu mencoba menelepon Kekasihnya itu namun malah di matikan Handphonenya.


" Sialan kamu Vino, teleponnya malah di matikan.. akan ku buat perhitungan dengan mu " batin Riska semakin kesal


" Kenapa disaat seperti ini Riska menelepon ku, padahal aku ingin mendapatkan kepercayaan Rara agar memuluskan rencana ku " batin Vino

__ADS_1


" Pasti Itu Riska.. aku harus pura-pura menanyakan agar bisa memperkeruh keadaan " batin Rara.


" Dari siapa sayang " tanya Rara


" Bukan dari siapa-siapa tidak penting " ucap Vino membuat Riska semakin marah


" Pasti dari Riska " ucap Rara dengan wajah sedihnya


" Ia ini memang dari Riska, tapi aku matikan Teleponnya.. aku sudah tidak mau berhubungan dengan dia.. bagiku dia masa lalu " ucap Vino


" Kamu Serius, jika disini ada Riska kamu bakal milih siapa " tanya Rara


" Tentu milih kamu sayang, aku sekarang sudah berubah,, bagiku kamu sangat penting " ucap Vino membuat Riska meneteskan air matanya


" Tega kamu Vino, mengkhianati aku, padahal aku begitu mencintaimu.. tak ada sedikitpun niatku untuk berpaling darimu dari dulu sampai sekarang " ucap Riska menangis dalam batinnya


" Terima kasih sayang sudah memilih ku... tapi aku takut Riska marah padaku " ucap Rara dengan wajah sedihnya


" Aku akan membelamu sayang kamu tenang sana " ucap Vino memeluk Rara


" Sebenarnya Riska tadi kesini dia juga menyuruhku untuk menceraikan mu " ucap Rara membuat Vino kesal


" Berani sekali dia bicara begitu pada Riri, setelah apa yang aku lakukan untuk membujuk Riri agar tidak menceraikan aku.. lihat saja aku akan memarahi Riska " batin Vino


" Kamu jangan pedulikan dia, dia hanya ingin memisahkan kita.. aku tidak mau hal itu terjadi lagian sekarang bagiku dia sudah tidak artinya lagi sampai kapanpun aku tidak lama menceraikan mu " ucap Vino sambil tersenyum


" Sialan, aku tidak ada artinya lalu selama lima tahun ini apa.. dia tidak menggangap aku sama sekali.. aku korban kan semua hidupku demi dia tapi dia malah biacara seperti itu, aku tidak akan membiarkan dia berbuat begitu.. aku harus berpikir bagaimana caranya agar Vino meninggalkan Ka Riri dan lebih memilik aku di banding Ka Riri " ucap Riska dalam hatinya


" Dengarkan itu Riska, kamu tidak ada artinya karena kamu tidak memiliki apa yang Vino inginkan, Vino laki-laki brengsek yang pernah aku kenal " batin Rara


" Pasti sekarang Riri percaya padaku, biar bagaimanapun aku sudah mengingatkan Riska dan memilihnya di banding aku " batin Vino.


Riska keluar dari persembunyiannya dengan wajah marah dan air mata yang mengalir dari tadi.


" Vino " ucap Riska sambil menangis


" Kena kamu Vino, sekarang bagaimana kamu menghadapi Riska dia orangnya mudah marah,, kita lihat apa dia tetap memilih aku atau Riska " Batin Rara sambil tersenyum


" Kenapa Riska ada disini, apa dia menguping pembicaraan aku dengan Riri, bisa gawat ini." batin Vino


" Kenapa kamu Ada disini " ucap Riri pura-pura tidak tahu


" Ia Riska kenapa kamu ada disini, kamu sengaja menguping pembicaraan kami.. sungguh tidak sopan " ucap Vino dengan wajah sinisnya


Riska yang tak terima jika Vino sinis padanya bahkan tampak perhatian pada sang kakak dibandingkan dengan dirinya.

__ADS_1


" Apa dari ucapan ku tadi.. coba jelaskan " ucap Riska sambil menangis


" Ucapan yang mana aku tidak mengerti " ucap Vino dengan nada pura-pura tidak tahu


" Baik kalau kamu tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti.. aku akan bertanya padamu didepan ka Riri.. kamu harus palih antara aku atau ka Riri " ucap Riska


" Dasar bodoh, pasti Vino akan memilih aku... " batin Riska


" Sial kenapa harus di berkata begitu " batin Vino


" Pasti Vino akan memilih aku " batin Riska


" Kau tidak harus jawab karena ada aku, kamu harus menjawab sesuai dengan isi hati kamu.. jika kamu memilih Riska aku tidak masalah ko.. aku juga tidak akan memaksakan kehendak ku " ucap Rara dengan wajah sedihnya


" Kalau aku pilih Riska lalu bagaimana dengan rumah dan aset perusahaan yang aku miliki akan menjadi milik Riri.. ini tidak bisa aku biarkan " batin Vino


" Aku pilih Riri " ucap Vino membuat Rara dan Riska kaget


" Apa.. " ucapnya Riska kaget sambil meneteskan air matanya


" Kenapa vino malah memilih Ka Riri... ini tidak adil... ini tidak bisa aku biarkan " ucap Riska dalam hatinya


" Kamu sungguh jahat padaku setelah apa yang aku lakukan selama ini padamu.. aku begitu mencintaimu tapi apa yang aku dapatkan.. kamu benar-benar hebat membuat hidupku menderita " ucap Riska dengan nada marah


" Dulu ka Riri di perlakukan seperti itu apa Riska merasa kalau ini karma yang harus ia terima.. " batin Rara


" Maafkan aku Riska tapi aku sudah mau berubah aku sudah sadar jika yang aku cintai itu adalah Riri bukan kamu, mati kita putuskan hubungan ini di depan istriku " ucap Vino seakan menjadi pukulan tersendiri bagi Riska


" Aku tidak mau berpisah dengan mu " ucap Riska sambil menangis


" Tolong mengerti aku sudah tidak mencintai mu lagi " ucap Vino


" Itu semuanya bohong kan, katakan jika semua itu bohong " bentak Riska masih menangis seakan tidak menerima yang di katakan kekasih yang ia cintai itu.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2