Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 78 Pembuat Onar


__ADS_3

Rara Kembali pergi ke rumah kontrakan dengan hati yang kecewa bagaimana tidak ia masih belum bisa bertemu dengan tubuhnya sendiri.


Ia akan kembali besok kerumah sakit itu, ia tidak akan menyerahkan dengan keadaan ini. Ia akan tetap bersemangat demi menemukan makan sang ibu dan tubuhnya sendiri.


Ia berhenti di rumah makan yang tak jauh dari tempat ia mengontrak, ia akan membeli makanan untuk makan malam dirinya sendiri.


Terdengar suara ribut-ribut di luar sana, karena merasa penasaran Rara pun melihat apa penyebab keributan di luar sana, ia kaget ketika melihat Keributan itu di timbulkan sang ayah di sana.


Pemilik Rumah makan itu tampak kesal dan menghajar Ayah Angkat Rara, melihat hal itu ada rasa sedih dalam hatinya namun mengingat semua yang sudah di lakukan ayah tirinya itu Riri hanya bisa diam.


Apakah itu balasan sari Tuhan karena dulu Ayah tirinya suka bertindak kasar pada dirinya ataupun sang ibu. Jika mengingat semua hal itu Rara terlihat marah namun melihat wajah ayah tirinya yang tampak bengkak masih ada rasa iba dalam hatinya.


" Pa maf ini ada apa " tanya Rara membuat sang pemilik itu menghentikan pukulannya


" Dia selalu membuat resah masyarakat di sini, kelakuannya yang sok jago membuatku muak " ucapnya


" Pa ayo berdiri " ucap Rara mencoba membangunkan ayah tirinya itu


" Jangan sok baik kamu.. apa salahnya aku meminta kepada dia, lihatlah banyak orang yang membeli makananya " ucap Pa Tono dengan wajah marah


" Dalam keadaan seperti itu masih saja dia bersikap begini.. aku tidak paham dengan cara pikirnya " batin Rara


" Kalau kamu mau makan ya kerja, jangan jadi parasit.. bisanya minta dan tak mau kerja.. pantas anak dan istrimu pergi dari kehidupan mu " cibir pemilik rumah makan itu


" Apa yang di katakan dia aku setuju.. rasanya hatiku sakit ketika mengingat ayah tiri ku yang suka berjudi dan mabuk-mabukan sementara ibu pergi bekerja " batin Rara

__ADS_1


" Tau apa kamu.. jangan sok ceramah.. aku tidak butuh orang-orang seperti kamu " ucap Pa Tono


" Kalau begitu pergi dari sini.. jangan menghalangi jalan pembeli ku " ucapnya marah


" Sudah lah pa.. bungkus saja makanan untuknya.. " ucap Rara tidak mau ada keributan lagi


" Jangan sok baik.. aku tidak butuh makanan darimu " ucap Pa Tono


" Kamu ya, harusnya bersyukur ada orang yang baik sama kamu.. jadi kamu tidak kelaparan " ucapnya


" Sudah lah pa, tidak ada gunanya berdebat dengan dia.. kalaupun dia tidak mau buang saja ke Ting sampah makananya " ucap Rara memberikan uang untuk membayar makanan dia dan sang ayah tiri.


Rara segera meninggalkan tempat itu dengan perasaan marah, kesal dan kecewa. Bukan karena pa Tono tidak mau menerima pemberian dari dirinya namun kenangan menyakitkan kembali terbayang kembali. Ia tidak sanggup jika berlama-lama berada di dekat Pa Tono.


" Aku tidak boleh lemah.. aku tidak boleh menangis.. aku harus kuat.. ayo Ra kita pasti kuat " ucap Rara menyemangati dirinya sendiri


" Ibu.. aku merindukan ibu.. ibu di mana.. maf jika aku belum memaafkan Ayah Tono sampai sekarang rasanya sakit Bu... " ucapnya Rara sambil meneteskan air matanya


" Bu... tolong kasih tahu padaku ibu ada dimana... aku benar-benar merindukan mu " ucap Rara masih memeluk bingkai Foto sang ibu


Ia membaringkan tubuhnya di ranjang dengan perasaan sedih dan masih memeluk erat Foto sang ibu. Pikiran Rara mulai gelisah bagaimana tidak ia sampai saat ini belum menemukan pusaran sang ibu.


Rara berharap jika besok ia bisa menemukan pemakaian sang ibu, ia juga tidak bisa berlama-lama di kota ini, ia mendapat kabar juga jika sang ayah koma.


Pikirannya kini sedang kacau, disisi lain ia harus menemukan makam sang ibu, agar ia bisa memindahkan pusaranya. Ia juga harus menemukan tubuhnya. Ia takut jika sang ayah bisa melukainya.

__ADS_1


Tapi disisi lain ayah kandungnya juga membutuhkan dirinya. Ayah dan ibunya sungguh berarti dalam kehidupannya, meskipun ia tidak pernah mendapatkan limpahan kasih sayang seperti Sang kakak. Namun ia yakin jika Sang kakak pun sama halnya tidak pernah mendapatkan limpahan kasih sayang dari sang ibu.


Ia mencoba memahami keadaan ayah dan ibunya. karena dalam perceraian anak yang akhirnya menjadi korban.


Ia langsung menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, ia akan siap-siap untuk makan malam meskipun sendiri.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,


__ADS_2