
Rara dan Vino langsung masuk ke dalam mobil, mereka segera menuju rumah mereka untuk membicarakan masalah ini, Vino sedikit ketakutan karena sang istri sepanjang perjalanan tampak diam dan tidak banyak bicara.
" Kenapa Riri mendiamkan aku seperti itu, bagaimana kalau dia menceraikan aku,, aku takut itu semua terjadi, aku harus pikirkan cara agar Riri percaya lagi padaku " batin Vino
" Pasti sekarang kamu lagi khawatir dengan nasib kamu ya Vino,, kita lihat apa yang bisa kamu lakukan untuk membujuk ku agar tidak menceraikan mu " batin Rara
Kini mereka sudah sampai di rumah, Rara langsung keluar dari mobil dan segera masuk kedalam rumahnya dengan air mata berlinang ia memainkan kembali aktingnya agar bisa mendapatkan simpatik ibu mertuanya itu.
Vino berusaha mengejar istrinya itu kedalam rumah, sementara mertuanya tampak bingung dengan sikap mereka.
" Ada apa dengan Riri, kenapa dia menangis.. apa mereka bertengkar lagi, bukannya mereka kemarin begitu akur " batin Bu Popi
" Sayang, maafkan aku.. tolong maafkan aku " ucap Vino memeluk Rara dari belakang sambil menangis
" Harus berapa kali lagi aku Memaafkan kamu,, ini sudah yang ke berapa kali kamu berjanji tapi terus kamu ulangi lagi " ucap Rara melepaskan pelukannya Vino lalu berbicara padanya dengan air mata yang mengalir
" Aduh ada apa lagi ini,, Riri kamu itu jadi istri jangan suka membesar-besarkan masalah,, kalian itu harus saling memaafkan.. " ucap Bu Popi tampak menyalahkan Menantunya itu
" Aduh kenapa ibu ikut bicara lagi,, gimana kalau Riri semakin membenci aku,, tapi ucapan ibu ada baiknya soalnya ibu terlihat membela aku " batin Vino
" Sialan wanita tua ini malah membela anaknya lagi, dia tidak tahu apa main bela yang salah aja.. lihat saja kalian akan menyesal " batin Rara kesal
" Ibu,, kenapa bela Vino ibu sama perempuan seperti aku, coba ibu pikiran jika di posisi aku,, suami ku sendiri berselingkuh berkali-kali dengan adik tiri ku,, apa aku menurut ibu aku hanya membesar-besarkan masalah,, putra ibu yang tidak pernah berubah " ucap Rara sambil menangis
" Kamu jangan menuduh seperti itu,, mungkin kamu salah paham pada Vino " ucap Bu Popi yang terus membela putranya itu
" Ibu diam saja " ucap Vino dengan wajah marahnya
" Aku menuduh Vino, tadi pagi aku memergoki dia bersama dengan Riska sedang bercinta.. bahkan ayahku juga melihatnya,, dimana letak salah pahamnya " ucap Rara masih menangis
" Sial, kenapa malah vino terus berhubungan dengan Riska sih, sudah ku bilang untuk menjauhi Riska.. kalau begini caranya bagaimana kalau Riri benar-benar menceraikan Vino " batin Bu Popi
__ADS_1
Plak,,
Tanpa diduga Bu Popi menampar putra kesayangannya didepan menantunya sendiri, ia sengaja melakukan hal seperti itu agar Menantunya tidak menceraikan putranya itu.
" Kamu,, kenapa terus melakukan hal kotor itu,, ibu sudah katakan padamu agar berubah,, apa bagusnya Riska wanita murahan seperti itu,, tidak lebih baik dari Riri " ucap Bu Popi dengan nada marah pada Vino
" Bu.. " ucap Vino ingin membela Riska namun ia tahan takut istrinya itu semakin marah
" Sekarang juga kamu minta maaf pada Riri, dan putuskan hubungan mu dengan Riska kalau tidak ibu akan terus menyiksamu " ancam Bu Popi
" Sayang Aku benar-benar minta maf padamu,, aku janji ini yang terakhir aku berbuat seperti itu " ucap Vino tampak menyakinkan istrinya itu
" Aku butuh bukti bukan janji " ucap Rara dengan nada sinis pada Vino
" Baik aku akan membuktikannya padamu " ucap Vino terus menyakinkan Istrinya itu.
" Kamu tanda tangani ini " ucap Rara memberikan satu kertas pada Vino
Hal itu membuat Vino benar-benar kaget, ternyata Istrinya bisa berbuat seperti itu, hal yang tak biasa dilakukannya.
" Kenapa kamu tidak mau tanda tangan surat perjanjian itu,, apa kamu memang lebih memilih Riska dibandingkan aku " ucap Rara berakting kembali
" Bukan begitu sayang, aku hanya berpikir kamu sudah tidak percaya lagi padaku hingga membuat surat perjanjian itu.. " ucap Vino
" Aku memang sudah tidak percaya lagi padamu,, semua kepercayaan ku dan rasa cinta ku pudar ketika kamu dengan sengaja terus mengkhianati aku " ucap Rara
" Kenapa Vino tidak tanda tangan sih, lebih baik dia tanda tangan dulu, nanti kita cari cara agar bisa merebut kertas itu lagi,, kita berkorban dulu dari pada Riri menceraikannya " batin Bu Popi
" Sial, kenapa Riri sangat berubah,, bagaimana bisa ia malah berantisipasi membuat surat perjanjian ini, padahal Riri yang aku tahu adalah Riri yang mudah di bodohi " batin Vino
" Bahkan kamu bingung sendiri,, ini adalah jebakan yang aku buat untukmu,, dasar bodoh.. Riri yang kamu pikirkan dulu sudah benar-benar berubah.. lihat ka,, sedikit demi sedikit semua yang harusnya menjadi milikmu akan menjadi milikku lagi " batin Rara
__ADS_1
" Kalau kamu tidak mau juga tidak apa-apa,, aku mau pulang kerumah orang tuaku " ancam Rara membuat Mertuanya kaget dan langsung menghentikan langkah Rara
" RI tunggu, Vino pasti akan tanda tangan,, kamu jangan khawatir.. " ucap Bu Popi langsung melihat wajah Vino yang tampak ragu
" Ayo Vino tanda tangan cepat " ucap Sang ibu pada putranya itu.
" Tapi Bu " ucap Vino
" Ayo cepat, kenapa ragu kan kamu sudah berjanji tidak akan selingkuh lagi " ucap Bu popi
" Baiklah " ucap Vino dengan terpaksa langsung menandatangani kertas itu meskipun berat hati namun dia tidak punya pilihan
Rara tersenyum kemenangan melihat wajah Mertua dan suami Kakaknya itu tampak gelisah karena jika di pikir kembali Vino dan ibunya sudah kehilangan semua hartanya.
Rara akan segera mengirimkan kertas yang sudah di tanda tangani oleh Vino ke notaris yang ia tunjuk, Mereka tidak akan tahu jika Rara akan mengirimkan kertas itu pada notaris
Vino langsung memberikan kertas itu pada istrinya itu, ia sungguh tidak rela jika semua harta yang ia miliki harus di berikan pada istrinya itu.
" Lihatlah Riri,, aku akan merebut kembali rumah dan aset perusahaan yang harusnya milikku,, kalau saja Riska tidak egois,, ini semua tidak akan terjadi lagi,, aku jatuh miskin sekarang " batin Vino marah
" Kamu tidak bisa menandingi semua rencana jahat ku,, lihat saja aku pasti akan membalas kan dendam ka Riri " batin Rara senang
.
Bersambung...
Kalau punya suami kaya Vino enaknya di apain ya guys...
Jangan lupa Like, Komen dan Vote di bawah...
Terima kasih
__ADS_1