Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 36 Memalukan


__ADS_3

Kini Rara dan Vino tampak berada di depan ruang ICU menunggu kabar baik dari dokter yang sednag memeriksa keadaan Bu Popi.


" Ibu... " ucap Vino sambil menangis


" Berisik kamu,.. saat seperti ini kamu menyesal lalu dulu bagaimana " ucap Rara


" Maksud kamu apa " tanya Vino


" Ini semua itu gara-gara kamu.. coba kamu tidak banyak tingkah mungkin ibu tidak akan sakit seperti ini " ucap Rara dengan nada marah


" Kenapa kamu menyalakan aku.. seharusnya aku yang marah sama kamu.. " ucap Vino


" Loh, kenapa kamu marah padaku... " ucap Rara yang sebenarnya memancing emosi Vino


" Kalau kamu tidak mengadu sama ibu ini semua Takan terjadi " ucap Vino dengan nada kesal


" Harusnya kamu sadar ya, perbuatan kamu yang membuat ibu seperti ini, coba kamu tidak selingkuh dan membuat selingkuhan mu hamil aku Takan mengadu pada ibu juga " ucap Rara membentak Vino


" Kamu berani membentak aku " ucap Vino semakin marah


" Kenapa aku tidak berani, ingat ya... aku lelah dengan semua kelakuan ku,, aku muak dengan semua permasalahan kamu... " ucap Rara dengan wajah marahnya


Vino dengan marah langsung melayangkan tangannya didepan wajah istrinya itu, ia berniat ingin menampar istrinya saat itu juga. namun salah satu Suster menghampirinya dan menghentikan pertengkaran antara Vino dan Rara.


" Kenapa.. tampar aku tampar... kamu memang selalu kasar padaku dari dulu.. " ucap Rara meneteskan air matanya


" Hah " ucap Vino menahan amarahnya


" Tuan dan Nona mohon maaf untuk tidak ribut di rumah sakit ini, semua pasien butuh ketenangan apalagi sekarang dokter sedang memeriksa keadaan Bu Popi " ucap salah satu Suster


" Baik sus " ucap Rara dengan wajah pura-pura sedih


" Kenapa jadi bertengkar begini dengan Rara sih,, aku sudah terpancing emosi ini karena ibu.. aku lebih baik diam dari pada bertengkar seperti ini " batin Vino


" Sepertinya Vino menahan emosinya.. ah tidak seru lagi kalau begitu " batin Rara


Rara melihat di handphonenya waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Ia jadi ragu-ragu untuk pulang ke rumah apalagi jalanan sepi.


" Aku minta maaf soal barusan, tidak seharusnya aku marah padamu " ucap Vino dengan wajah bersalahnya


" Aku sudah capek dengan sikapmu.. kita akhiri saja pernikahan kita " ucap Rara membuat Vino kaget


" Apa... " ucapnya Vino benar-benar kaget


" Ini yang terbaik untuk kita,, bahkan untuk kamu.. menikahlah dengan Riska " ucap Rara membuat Vino benar-benar terpukul


" Tidak, aku tidak mau bercerai dengan mu dan menikahi Riska " ucap Vino dengan wajah marahnya


" Lalu bagaimana dengan anak yang di kandung Riska " bentak Rara


" Aku akan pikirkan caranya agar masalah ini bisa terpecahkan " ucap Vino membujuk Istrinya itu

__ADS_1


Sang dokter pun keluar dari ruangan ICU dan segera menghampiri Rara dan Vino yang tampak masih bertengkar disana.


" Keluarga Bu Popi " tanya sang dokter


" Bagaimana keadaan ibu saya dok " ucap Vino dengan wajah paniknya


" Keadaan Bu Popi semakin memburuk, jantungnya harus seger di pasang ring kalau tidak akan mempengaruhi kesehatan Bu Popi " ucap Sang dokter dengan wajah sedihnya


" Kalau begitu dokter lakukan yang terbaik untuk ibu saya dok, saya mohon " ucap Vino sambil menangis


" Tuan tenang saja, kami akan berusaha semaksimal kami.. Tuan dan Nona Bandu dengan doa agar operasinya diberikan kelancaran oleh Tuhan " ucapnya sang dokter


" Baik Dok terima kasih " ucap Rara


Kini sang dokter langsung meninggalkan Rara dan Vino disana dan segera masuk kedalam ruangan ICU kembali.


" Bagaimana ini, aku tidak mau ibu meninggal " ucapnya Vino sambil menangis kencang


" Tenangkan dirimu, ibu akan baik-baik saja " ucap Rara


" Tapi... ibu... " ucapnya masih menangis


" Kita turuti saran dari dokter, kita doakan saja ibu agar operasinya lancar " Ucap Rara tampak menenangkan Vino


" Bolehkan aku memelukmu " tanya Vino dengan wajah ragu-ragu


" Maf aku pergi ke toilet dulu " ucap Rara langsung pergi dari sana


" Dasar lelaki brengsek, mau mencari kesempatan dalam kesempitan,, itu tidak akan pernah terjadi " ucap Rara dalam hatinya langsung melangkah menuju toilet


" Lihat saha RI... kamu pasti akan kembali lagi padaku, bagaimana caranya aku tidak mau bercerai dengan mu... " batin Vino


Kini Rara keluar dari toilet, namun tangannya seperti di tarik oleh seseorang, sosok laki-laki yang ia kenal siapa lagi kalau bukan Tian.


" Tian, Kamu ngapain kesini " ucap Rara bingung


" Ayo ikut aku " ucap Tian langsung menggendong tubuh Rara


" Tian lepaskan aku, bagaimana kalau ada yang lihat " ucapnya Rara dengan wajah keslanya


" Sudah diam saja jangan beeteriak " ucap Tian memberikan tatapan tajam pada Rara


Mereka masuk kedalam mobil milik Tian, Rara bingung kenapa Tian membawanya kesini.


" Aku mau kembali ruang ICU " ucap Rara ingin membukakan pintu mobil Tian yang ternyata sudah di kunci otomatis oleh Tian


" Aku tidak akan membiarkanmu kembali Kesana dan menemui Vino " ucapnya dengan nada marah


" Tapi itu ibunya Vino sedang sakit " ucap Rara


" Kamu itu bodoh atau apa sih, jelas-jelas Vino selalu mengkhianati mu bahkan dua menghamili selingkuhannya " ucap Tian sambil menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan cara berpikirnya Rara

__ADS_1


" Itu bukan urusan mu " ucap Rara dengan nada marah


" Itu semua akan menjadi urusanku karena dia sudah berani menyakiti kamu.. orang yang sangat penting bagiku " ucap Tian membuat Rara diam


" Tian kenapa kamu sampai segitunya pada Ka Riri, apa karena wajah kita mirip atau kamu memang menyukai Ka Riri " batin Rara sedih


" Aku cemburu melihat mu dekat dengan Vino, dengan lelaki yang ada di cafe, ingin rasanya aku mengurung mu di tempat yang jauh dari lelaki yang akan merebut mu dariku " batin Tian


" Tapi ini Bu Popi bukan Vino " ucap Rara


" Mereka adalah orang yang sudah menyakiti ku dulu, kamu harus ingat itu " ucap Tian membuat Rara terdiam


" Sekarang juga aku antar kamu pulang " ucap Tian langsung melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


Kriuk... Kriuk...


Suara perut Rara membuat Tian menghentikan mobilnya, ia langsung menatap wajah Rara yang memerah menahan rasa malunya.


" Kamu lapar " tanya Tian sambil tertawa


" Dari sore aku belum makan " ucapnya dengan nada malu dan kesal


" Kalau begitu kamu mau makan apa " tanya Tian dengan nada lembut


" Aku ga mau makan... " ucap Rara


" Takut gendut ya, Ga papah kamu gendut juga aku suka " ucap Tian membuat Pipi Rara kembali memerah


" Ish " ucap Rara marah


" Kamu mau makan apa cepat katakan " ucapnya Tian


" Apa saja deh " ucap Rara masih merasa Malu


.


.


.


Bersambung...


Halo semuanya, menyambut Bulan Ramadhan aku punya novel baru cocok untuk mengisi waktu ngabuburit kalian...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


...,,Selamat menjalankan ibadah Puasa,,...


__ADS_2