Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 52 Panik


__ADS_3

Sementara Di tempat lain Rara sedang dalam taksi menuju rumah sakit dimana mertuanya di rawat dan suaminya sedang menemaninya.


Walau awalnya ia malas untuk menjenguk Bu Popi namun ia paksakan pergi ke rumah sakit, ia tidak mau jika Bu Popi curiga padanya apalagi semua perhiasan punya Bu Popi sudah berpindah tangan kepadanya.


Kini ia sudah di depan gedung rumah sakit, ia langsung masuk kedalam namun sebelumnya ia membayar dahulu taksi yang ia tumpangi.


" Ini Pa uangnya, kembalikan ya ambil saja untuk bapak " ucap Rara dengan nada ramah


" Terima kasih Nona " ucapnya sang supir taksi senang dengan kebaikan hati Rara.


Rara menyusuri ruangan menuju kamar Bu Popi, ia berharap jika ia tidak bertemu dengan Wiki, karena itu akan merepotkan dirinya apalagi tingkah Wiki semakin aneh dari kemarin.


Tak perlu menunggu waktu lama ia sudah sampai di ruangan Bu Popi. Dengan memperlihatkan wajah senang dan senyuman di bibirnya ia langsung membuka ruangan itu.


Namun disana tampak Ayah dan ibu tirinya juga ada disana, tanpa curiga ia pun langsung menghampiri Bu Popi.


" Pagi Bu " sapa Rara menyapa Bu Popi


" Pagi Riri " ucapnya dengan wajah kaget


" Aku bawakan makanan kesukaan ibu dan juga Vino " ucap Rara meletakkan paper bag di meja samping Bu Popi, ia juga mengeluarkan kotak makanan itu.


" Ibu, ayah kalian juga ada disini, pasti ingin menjenguk Bu Popi juga " ucapnya Rara sambil tersenyum


" Ah ia nak " ucap Pa Mail dengan ragu-ragu takut melukai hati putrinya itu


" Lihat saja aku akan membuat Riska secepatnya menikah dengan Vino, aku Takan membiarkan Riri hidup bahagia diatas penderita Riska " batin Reni


" Mas, kita harus jujur bagaimana pun keadaanya, Riska juga anak mu " ucap Bu Reni dengan nada kesal


" Ada apa ini sebenarnya, apa yang di rencanakan Bu Reni " batin Rara bingung


" Bagaimana bisa aku melukai hati Riri, tapi Riska juga anakku.. bagaimana ini Tuhan... aku tidak sanggup jika harus begini " batin Pa Mail


" Jangan sampai mereka mengatakan apapun pada Riri, aku tidak akan pernah menyetujui mereka berpisah, Riri tetap harus jadi menantuku " batin Bu popi


" Ayah, ibu ini sebenarnya ada apa " tanya Rara heran dengan sikap kedua orangtuanya tidak biasanya Ayahnya banyak diam dan hanya ibu tirinya yang banyak bicara


" Jadi sebenarnya... " ucap Bu Reni hendak bicara namun terpotong oleh ucapan Bu Popi yang memanggil Riri


" RI... " panggil Bu popi


" Ia Bu ada apa, ada yang bisa aku bantu " ucap Rara menghampirinya


" Tolong Suapin ibu, ibu sangat lapar " ucap Bu Popi berbohong

__ADS_1


" Ini satu-satunya cara mengalihkan perhatian Riri pada Bu Reni yang cerewet itu " batin Bu Popi


" Ini kesempatan aku membawa Reni pergi keluar,, aku butuh waktu untuk berbicara dengan Riri, biar bagaimanapun dia yang paling terluka hatinya " batin Pa Mail


" Ayo ikut aku " ucap Pa mail memegang tangan istrinya itu dan langsung menyeretnya


" Lepaskan aku mas " ucapnya meronta-ronta apalagi ia belum berbicara Sebenarnya pada Riri.


" Ayo cepat " ucap Pa Mail


" Tapi mas... " ucapnya tak bisa menolak lagi


Rara tidak ambil pusing dengan kelakuan ibu tirinya karena ia lebih fokus menyuapi Bu Popi. sedangkan di luar ruang Bu Popi tampak wajah marah Bu Reni pada suaminya itu.


" Mas, kamu apa-apaan sih, tarik-tarik tangan aku segala.. sakit tahu " ucap Bu Reni dengan nada marah


" Maafkan aku, ini salah satu cara ku membuatmu diam dan tak banyak bicara di depan Riri " ucap Pa Mail


" Kenapa mas, kamu malah membela dia, bagaimana nasib Riska, dia juga anak kita " ucapnya Bu Reni sambil menangis


" Riri disini juga korban, kamu harus menghargai hatinya.. tidak mudah baginya di khianati suami dan adik tirinya " bentak Pa Mail


" Sial, demi Riri.. Mas Mail sampai berani membentak ku.. lihat saja aku akan membuat rumah tangga Riri hancur dan membuat Riska bahagia " batin Reni


" Lalu bagaimana dengan Riska " ucap Bu Reni


Bu Reni sudah tidak bisa lagi membantah ucap suaminya itu, ia hanya bisa menunggu di depan ruangan Bu Popi untuk berbicara dengan Riri seperti yang di ucapkan suaminya.


Sedangkan di dalam ruangan Bu Popi, Rara masih menyuapi Bu Popi hingga makanan yang ia bawa habis.


" Wah, sepertinya keadaan ibu semakin membaik.. makanan yang aku bawakan sampai habis " ucap Rara sambil tersenyum


" Terima kasih ya Riri, kamu memang menantu terbaikku " ucap Bu Popi


" Tumben dia memujiku.. sebenarnya ini ada apa " batin Rara masih bingung


Tiba-tiba pintu kamar mandi pun di buka terlihat Riska dan Vino keluar dari sana, wajah Riska semakin pucat dan Tian memegang tubuh Riska agar tidak jatuh.


Mereka melihat kearah Rara yang sedang memperhatikan mereka. terlihat Vino tampak salah tingkah namun beda dengan Riska yang merasa senang dengan kehadiran sang kakak disana.


" Vino sayang, kepalaku pusing dan tubuhku lemah.. " ucap Riska menyandarkan kepalanya ke dada Vino


" Kenapa Riska malah bersikap begitu pada ku.. bagaimana aku menjelaskan semua ini pada Riri " batin Vino


" Semakin berani saja dia padaku.. lihat saja mungkin sekarang kamu merasa menang tapi nanti kamu akan menyesal sendiri " batin Rara

__ADS_1


" Dasar wanita ular, bisa-bisanya dia bersikap seperti itu didepan Riri.. ini tidak bisa di biarkan " batin Bu Popi kesal


" Vino kemari " ucap Bu Popi


" Vino aku kan sedang sakit.. kamu Antarkan aku saja ke sana, aku ingin beristirahat " ucap Riska


" Oh jadi kamu diam di ruangan ini juga " ucapnya Rara sambil tersenyum licik


" Ia, memangnya kenapa.. Vino akan menjagaku terus jika aku berada di ruangan ini " ucap Riska merasa menang


" Oh begitu, aku kira kamu tak sanggup menyewa kamar lagi.. habisnya mau saja diam di ruangan orang lain secara gratis.. seperti parasit saja " ucap Rara menyindir Riska


" Sialan, aku malah di hina Ka Riri, tapi tak masalah selama ada Vino di samping ku " batin Riska


" Vino lihatlah istriku malah menghinaku.. " ucap Riska dengan nada manja pada Vino


" Lebih baik aku istrinya menghinamu dibandingkan kamu selingkuhannya tidak tahu diri " ucap Rara


" Bagus Riri, kamu lawan saja dia.. ibu akan mendukung mu " bisik Bu popi


" Aduh perutku... " ucap Riska mencari perhatian pada Vino


" Mana yang sakit, sebentar aku akan panggilkan dokter " ucap Vino langsung berlari keluar ruangan itu.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,


__ADS_2