Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 43 Kehamilan Riska


__ADS_3

Riska kini sudah melakukan pemeriksaan urine maupun tes darah. Ia duduk disamping Vino.


" Vino sayang aku sudah melakukan tes kehamilan, kamu tidak bisa lari lagi dari ku " ucap Riska dengan manjanya membuat Wiki maupun semua yang ada disana ilfil.


" Sial, aku harus bagaimana ini aku tidak mau jika harus menceraikan Riri " batin Vino


" Mungkin kamu sekarang merasa menang tapi nanti,, kamu akan merasakan penderitaan yang selama ini Ka Riri rasakan " batin Rara


" Sebentar lagi tidak akan ada yang bisa memisahkan aku dan vino lagi " ucap Riska dalam hatinya


" Wanita ini benar-benar tidak waras, apa dia tidak kasihan pada Riri.. suaminya juga brengsek.. aku yakin kalau aku bisa membahagiakan Riri lebih dari dia " batin Wiki


" Diam kamu " ucap Vino dengan wajah kesalnya


" Dokter, kapan hasil tes darah dan urine saya keluar " ucap Riska dengan wajah sedikit sombong


" Nona tenang saja beberapa menit lagi juga akan keluar hasilnya " Ucapnya Wiki sambil tersenyum melihat ke arah Rara


" Ka, ingat janji kakak kalau aku hamil kakak harus membuat Vino bertanggung jawab padaku " ucap Riska didepan semua orang


" Kamu tenang saja, aku bukan tipe wanita yang ingkar janji dan pengkhianat seperti kalian " sindir Rara membuat Riska dan Vino terdiam dengan perasaan merasa bersalah


" Sayang kenapa kamu malah berbicara begitu " ucap Vino dengan wajah tak senang pada ucapan Rara


" Jadi laki-laki itu Harus berani berbuat berani bertanggungjawab.. jangan mau enaknya saja " sindir Rara kembali


" Kenapa aku jadi kagum dengan sikapnya Riri.. dia tidak selemah yang aku kira " batin Wiki


" Semakin sudah aku dapat kepercayaan Riri kembali " batin Vino


" Yes, aku memang di takdirkan untuk Vino... tidak ada yang bisa merebut dia dariku " batin Riska


Kini tiba saatnya sang suster membawakan surat hasil pemeriksaan Riska. tampak semua orang tegang dengan hasilnya. tidak terkecuali Rara.


" Ini Dok " ucap sang suster memberikan satu amplop yang membuat jantung Vino dan Riska tegang


" Nona Riska ini hasil pemeriksaan anda " ucapnya Wiki menyerahkan amplop itu pada Riska namun di malah di rebut oleh Vino


" Biar aku yang lihat " ucap Vino dengan nada kesalnya


" Kamu lihat saja Vino, orang aku benar-benar hamil.. kami sudah tidak bisa mengelak lagi " batin Riska


" Dasar bodoh kalian berdua, itu kertas rekayasa yang aku buat.. kalian nikmatilah masa-masa kehancuran kalian, terutama Vino sebentar lagi kamu akan kehilangan semuanya " batin Rara


" Bagaimana hasilnya " ucap Rara pura-pura penasaran

__ADS_1


Seketika wajah Vino langsung lemah dan kecewa, bagaimana tidak ia sangat mengharapkan jika Riska tidak benar-benar hamil. Ia kira Riska pura-pura selama ini.


Rara langsung merebut kertas itu, ketika ia melihat jika hasilnya memang positif ia langsung pura-pura kaget padahal dalam hatinya ia senang.


" Apa... " ucap Rara dengan wajah kagetnya


" Aku kan sudah bilang jika aku tidak berbohong " ucap Riska sambil tersenyum


Rara langsung menatap wajah Vino dengan wajah kesalnya, lalu pergi dari ruangan itu dengan terburu-buru.


" Sayang aku bisa jelaskan " ucap Vino hendak menahan kepergian Rara namun di cekal tangannya oleh Riska


" Kamu mau kemana sayang, kita belum selesai " tanya Riska dengan wajah tersenyum


Vino melihat ke arah sang dokter dan para suster yang sejak tadi melihat kejadian itu.


" Saya akan berikan vitamin untuk nona dan janin dalam kandungan Nona, banyak makan makanan sayur, buah dan daging secara seimbang, Nona juga di sarankan jangan terlalu kecapean dan terlalu banyak pikiran.. kandungan Nona lemah " ucap sang Dokter


" Baik Dok terima kasih " ucap Riska tersenyum senang


" Sudah tidak ada lagi kan yang harus di bicarakan " ucap Vino dengan nada sinis


" Tidak Tuan, silahkan jika Tuan ingin segera pergi silahkan.. terima kasih sudah datang " ucapnya Wiki sambil tersenyum


Vino langsung pergi dari sana sedangkan Riska langsung mengejar Vino.


" Mau apa lagi sih kamu.. belum cukup kamu hancurkan pernikahan ku dengan Riri... " ucap Vino dengan nada marah


" Apa maksudmu.. bukannya hubungan rumah tangga ku memang sudah tidak ada artinya dari awal, kenapa kamu sekarang mempertahankan dia " ucap Riska dengan nada marah.


Riska memang punya sifat pemarah apalagi sekarang dia sedang hamil, emosinya kadang meledak-ledak karena ibu hamil suka berubah-ubah perasaannya.


" Cukup Riska,, tinggalkan aku sendiri, aku butuh waktu untuk sendiri " ucap Vino langsung meninggalkan Riska


" Vino tunggu " ucap Riska mencoba mengejar langkah Vino


" Sial kenapa Vino malah menjauhi ku sih, padahal tinggal selangkah lagi untuk berhasil menjadi istrinya Vino " batin Riska kesal dan pergi dari sana.


Sedangkan Rara kini sudah pergi dari rumah sakit menuju rumahnya sendiri, namun sebelum ia pulang ker rumah ia mampir dulu ke sebuah toko emas milik temanya itu.


Sesampainya ia di toko emas itu, ia langsung berpesan pada Rio untuk diam di mobil sementara ia masuk kedalam.


" Kamu tunggu di sini " ucap Rara


" Baik Nona " ucapnya

__ADS_1


Rara langsung menemui temannya yang sudah menyambut kedatangan di depan pintu toko miliknya.


" Halo Rara... " ucapnya sambil tersenyum


" Halo Dimas, apa kabar " tanya Rara


" Aku baik, kenapa kamu baru menemui aku, kamu tahu Tian selalu datang kesini untuk menanyakan keberadaan mu " ucapnya


" Kita ngobrol di dalam saja bagaimana?? " ucap Rara merasa malu menjadi pusat perhatian


" Ayo masuk lah " ucap ucapnya senang


Dimas adalah salah satu teman Tian dan Rara saru kelas, Rara sangat dekat denganya karena Dimas seorang lelaki kemayu yang berhati seperti perempuan.


Toko perhiasan ini adalah Toko milik keluarganya, dia hanya meneruskan saja ketika kedua orang tuanya sudah tua. Ketika Rara ingat jika ia harus membuat tiruan untuk semua emas yang dimilik Bu Popi. Barulah ia ingat tenang Dimas.


Ternyata Rumah dan tokonya tidak ada ya g berubah bahkan Dimas pun tidak berubah ia masih kemayu seperti dulu.


" Nyaman sekali ruangan mu " ucap Rara sambil tersenyum


" Tentu saja apalagi lihat warnanya lucu, warna pink begitu " ucap Dimas


" Kamu bisa saja... " ucap Rara tertawa


.


.


.


.


Bersambung...


Halo semuanya, menyambut Bulan Ramadhan aku punya novel baru cocok untuk mengisi waktu ngabuburit kalian...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


,,Selamat menjalankan ibadah Puasa,,


__ADS_2