
Rara naik taksi menuju rumahnya, ia masih memikirkan keadaan Tian, namun ia yakin jika Tian akan segera baik-baik saja apalagi ada Bimo yang senantiasa menjaganya.
Kini ia sudah sampai di depan gerbang rumahnya, ia turun disana dan melihat suasana tampak sepi. tapi di depan gerbang ada tulisan spanduk yang berisi tentang cacian yang di lontarkan kepada Vino.
Ia heran dan menanyakan kepada salah satu tetangga di sebelahnya, awalnya dia tidak mengenali Riri namun ia menjelaskan jika dirinya adalah Riri yang merubah penampilannya.
" Bu, saya mau tanya kenapa di depan gerbang rumah Aya ada spanduk seperti ini, siapa yang menempelkannya " tanya Rara bingung
" Maf anda siapa, setahuku itu rumah Riri bukan rumah kamu " ucapnya dengan wajah sewot
" Bu, saya Riri, apa ibu tidak mengenali saya " tanya Rara mencoba menyakinkan tetangganya itu
" Riri, bagaimana bisa kamu berubah seperti ini, cantik sekali " ucapnya
" Aku berubah karena Mas Vino selingkuh dengan adik tiri ku " ucap Rara mengeluarkan air mata buayanya
Ia sengaja bersandiwara begitu agar mendapat simpati orang yang ada disekitar, dia tahu jika Bu Popi tidak di sukai oleh ibu-ibu komplek disana karena ia mimilliki sifat terlalu sombong.
" Astaga, ini benar kamu Ri, kamu sangat berubah sekali, jadi benar Vidio itu adalah Vino, dan wanita yang bersama dengan Vino adalah adikmu "
" Ia Bu, aku sedih sekali makanya aku sampai masuk ke rumah sakit, dan aku memutuskan untuk melakukan perawatan agar suami ku tidak di ambil orang apalagi adikku sendiri " ucap Rara menangis di hadapan orang itu
" Benar-benar kejam sekali adikmu itu,, aku tidak habis pikir.. lihat saja aku akan ajak ibu-ibu komplek yang lainnya untuk menghadap pa RT, ini bisa jadi contoh buruk untuk bapak-bapak yang ada disini " ucapnya dengan nada marah
" Ibu terimakasih dukungannya,, ibu begitu baik padaku, harus bagaimana aku membalas kebaikan ibu " ucap Rara dengan wajah sedihnya
" Kamu tenang, kami akan mendukung mu, apalagi kami sesama perempuan, ini merasa tidak adil bagi kami, dan terlalu jahat bagimu " ucapnya mendukung Rara.
Rara sudah tidak takut lagi dengan Bu Popi toh dia sudah dapatkan dukungan dari ibu-ibu yang lainnya, Bu Popi pun akan segan padanya.
" Lihat saja Bu Popi, akan ku buat Kau terlihat sangat jahat di depan banyak orang, tidak perlu aku cape-cepe mengotori tangan ku sendiri " batin Rara senang
" Kalau begitu aku pulang dulu ya Bu, ibu mertuaku suka marah-marah jika aku pulang terlambat, nanti aku di pukuli dia " ucap Rara terlihat memprovokasi tetangganya agar berpihak padanya.
" Sungguh Bu Popi tidak tahu malu, dia suka menyiksa menantunya ternyata, bukan hanya sombong tapi dia semena-mena ternyata ini harus aku laporkan pada persatuan ibu-ibu komplek " ucapnya geram
__ADS_1
Rara terlihat langsung pergi dari sana sedangkan tetangganya itu langsung pergi melaporkan ke ibu-ibu yang lain dan pa RT tentang kelakuan Bu Popi dan Vino.
Rara membuka pintu rumahnya, terlihat sangat kotor dan berantakan, ternyata beberapa hari di rumah sakit membuat rumahnya sendiri jadi begini sungguh mertuanya itu terlalu menganggap Riri sebagai pembantunya.
Rara tampak memegang sapu dan menyapukan ruangan yang kotor, Bu Popi yang melihat kehadiran menantunya itu bingung sekaligus kaget dengan penampilan baru menantunya itu.
" Riri itu kamu " ucap Bu Popi terlihat sangat terkejut
" Ia Bu,, ini aku.. kenapa rumah begitu kotor dan banyak sampah, apa ibu tidak membersihkannya " ucap Rara dengan nada kesal
" Heh, siapa kamu menyuruh-nyuruh aku,, aku disini mertuamu dan semua pekerjaan rumah itu adalah tugasmu.. " ucap Bu Popi dengan wajah kesal
" Maaf ya Bu, meskipun semua tugas rumah adalah tugas ku tapi ketika aku sakit dan tidak ada dirumah seharusnya ibu membersihkannya, bagaimana bisa ibu hidup dengan rumah yang kotor " ucap Rara dengan nada marah tiba-tiba dengan kesal Bu Popi mendorong tubuh Rara hingga jatuh ke lantai.
Sebenarnya Bu Popi pelan mendorong Rara namun karena tubuh Rara yang masih lemah hingga ia terjatuh kelantai.
" Heh menantu tidak tahu diri, jangan mentang-mentang kamu sudah berubah kamu bisa seenaknya padaku,, aku ini mertuamu aku Nyoya di rumah ini, kamu ga berhak mengatur-atur hidupku " ucap Bu Popi sambil meletakan kedua tangannya di pinggangnya
Tanpa disadari banyak ibu-ibu sedari tadi melihat kejadian itu dari jauh namun ketika Riri di dorong oleh Bu Popi mereka langsung berjalan cepat dan menghampiri mereka, Rara memang sengaja membuka pintunya agar para ibu-ibu datang dan menyaksikan bagaimana kelakuan Mertuanya itu.
" Ri, kamu bangun ya, mertuamu memang sangat jahat "
" Mertua durhaka, beraninya berbuat begitu pada menantunya sendiri "
" Sudah tahu Riri masih sakit tapi Bu Popi malah berbuat seperti ini "
Itulah ungkapan protes para tetangga, tahu sendiri kan jika mulut tetangga lebih tajam dari mulut netizen katanya.
" Bu Popi jangan jahat jadi orang ga takut masuk neraka apa "
" Bu Popi tidak punya akhlak dasar nenek lampir "
" Ih amit-amit punya mertua kata Bu Popi "
Sebenarnya Bu Popi ingin melawan mereka namun apalah daya jumlah mereka ada dua puluh orang membuatnya takut dan langsung pergi dari sana tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
__ADS_1
Karena kesal Bu Popi langsung pergi kekamarnya, sementara Rara langsung berdiri di bantu oleh para Ibu-ibu itu, Tampak ibu-ibu sangat bersimpati padanya.
" Kalau dia berani menyiksamu, kamu cepat katakan pada kami, kami akan membantu mu "
" Kamu tenang saja kami akan mendukung mu Ri "
Rara benar-benar senang, ia sudah tidak perlu lagi melawan mertuanya itu dengan suara keras kepada mertuanya, ia cukup mengancamnya sedikit dan Mertuanya itu pasti akan tunduk padanya. apalagi dia mendapat dukungan penuh dari para ibu-ibu kompleks.
" Ibu-ibu semuanya terimakasih ya, kalian sudah membantuku dan mendukung ku, kalian memang sangat baik hati,, aku beruntung punya tetangga seperti kalian, Aku tidak tahu lagi jika tadi kalian tidak datang, mungkin besok tubuhku akan penuh dengan luka lebam " ucap Rara dengan wajah sedihnya
Semua ibu-ibu tampak menghampiri Rara dan memeluknya, mereka sangat bersimpati pada Rara, Semua ibu-ibu bagaimana fans yang akan setia membela idola mereka jika Musuhnya menjelek-jelekannya sama halnya dengan sekarang, Riri bagaikan idola bagi mereka.
Setelah mereka pulang, Rara langsung masuk kedalam kamarnya, ia melihat sangat berantakan, memang mertuanya itu selalu mengandalkan Riri membereskan ini itu, Vino berpendapat jika menggunakan jasa pembantu itu akan menghamburkan uang.
Rara membaringkan tubuhnya di ranjang tempat tidurnya yang sebelumnya ia sudah membersihkan terlebih dahulu tubuhnya dan ranjangnya , ia juga tidak suka jika semua barang yang ada disampingnya berantakan.
Sementara di kamar Popi mertuanya Riri, ia tampak kesal ia langsung menghubungi sang putranya untuk membalaskan perbuatan Riri yang tadi menghinanya di depan ibu-ibu yang lainnya.
Vino langsung mengangkat teleponnya dengan nada kesal karena ibunya sudah menggangu waktu ia bekerja, apalagi pekerjaannya masih banyak.
" Halo Bu ada apa, kalau tidak ada hal yang penting aku tutup teleponnya " ucap Vino dengan singkat
" Jangan nak, ibu cuma mau beritahu kamu jika Riri sudah pulang " ucap sang ibu dengan nada malas
" Apa, Riri pulang, lalu dia sekarang sedang apa?? " tanya Vino senang tapi di hatinya yang lain ia panik, ia takut jika Riri menggugat cerai dia seperti ucapannya tiga hari yang lalu
" Mana ibu tahu, ibu masih kesal padanya karena dia semua ibu-ibu disini membenci ibu " ucapnya
" Aku akan segera pulang sekarang kalau begitu " ucap Vino dengan panik langsung menutup teleponnya
" Ga Vino, ga Riri semuanya bikin kesal saja " ucap Bu Popi yang tidak terima jika kini sang putranya seperti peduli dengan kehadiran Riri.
.
Bersambung...
__ADS_1