
Bu Popi Langsung di masukan kedalam ruangan ICU, sementara semua tampak menunggu dengan wajah cemas tentang keadaan Bu Popi.
Tiba-tiba keadaan Bu Popi semakin drop membuat para dokter dan suster sibuk mengecek keadaan Bu Popi.
Setelah menunggu selama satu jam keadaan Bu Popi sudah melewati masa kritisnya, Ia juga sudah lebih tenang, ia meminta kepada Dokter untuk bertemu dengan Putra kesayangannya.
Sang dokter pun mengijinkan Bu Popi menemui Putranya itu dengan syarat hanya sepuluh menit. Bu Popi tampak senang mendengar hal itu.
Pintu ruangan Bu Popi di buka tampak seoarang suster menghampiri mereka dengan raut wajah ramah.
" Tuan Vino " ucap Sang Suster
" Ia suster saya, ada apa dengan ibu saya,, bagaimana keadaannya beliau.. apa kondisinya sudah membaik " ucapnya Vino dengan raut wajah panik
" Tuan tenang saja, Bu Popi sudah lebih baik kondisinya, dan beliau ingin bertemu dengan anda " ucap Sang suster
" Cepat kamu temui Ibu " ucap Rara dengan perasaan lebih lega
" Sayang boleh aku ikut " rengek Riska
" Sudah kamu diam saja disini " ucap Vino pada Riska dengan tatapan kesal
" Sus, bolehkan saya masuk kedalam " tanya Riska
" Boleh tapi nanti sesudah Tuan Vino, karena kondisinya belum sepenuhnya pulih " ucap sang suster
" Jangan biarkan dia masuk kedalam Sus " ucapnya Vino
" Vino, ko jahat sih " ucap Riska dengan kesal
Vino langsung masuk kedalam, namun sebelum ke ruangan Bu Popi ia mengganti baju dengan baju khusus memasuki ruangan itu.
Vino langsung meneteskan air matanya melihat keadaan sang ibu, semenjak ayahnya meninggal ia sangat menyayangi ibunya karena ibunya dulu banting tulang untuk biaya sekolahnya sampai lulus kuliah, makanya ia bersedia menikah dengan Riri karena ia tahu jika aset perusahaan milik Pa Mail sudah atas nama Riri.
Ia berbuat jahat dan menuruti keinginan Riska selama ini karena ia tidak ingin jika kejahatannya di ungkap oleh Riska, ia tidak mau jatuh miskin seperti dahulu.
" Ibu " panggilnya langsung menghampiri sang ibu dan memeluknya dengan wajah sedihnya
" Kamu jangan sedih keadaan ibu baik-baik saja " ucap Bu Popi
" Ibu apanya yang sakit " ucap Vino melepaskan pelukannya dan langsung menghapus air matanya di depan sang ibu
" Ibu sudah pernah bilang anak laki-laki tidak boleh menangis " ucap Bu Popi sambil tersenyum
" Ibu dalam keadaan seperti ini masih bisa tersenyum " ucap Vino
" Asalkan ada kamu ibu pasti kuat nak.. kamu jangan khawatir " ucap Bu Popi
__ADS_1
" Ibu jangan khawatir, aku akan membuat ibu sembuh seperti dahulu lagi.. ibu sabar ya.. kita berjuang sama-sama " ucap Vino
" Ia Nak " ucap Bu Popi.
Tak lama kemudian datang seorang suster menghampiri Bu Popi dan Vino sambil membawa kertas resep obat untuk Bu Popi.
" Tuan Vino, ini resep obat yang harus Tuan tebus di apotek " ucapnya
" Baik, terima kasih sus " ucap Vino mengambil kertas resep itu
" Sama-sama Tuan, kalau begitu saya permisi " ucapnya meninggalkan ruangan Bu Popi
" Bu, Vino ambil dulu obat ya buat ibu.. " ucap Vino
" Ia nak, tolong panggilkan Riri ya, ibu mau bicara lagi dengan dia " ucap Bu Popi
" Baik Bu " ucapnya pamit pergi dari ruangan Bu Popi.
Ia membuka pintu ruangan Bu Popi, namun ia tidak melihat Riri, ataupun Riska dan Pa mail, Bu Reni, entah mereka pergi kemana.
" Kemana mereka " ucapnya bertanya pada suster yang ada disana
" Sepertinya mereka pergi ke kantin Tuan, soalnya ini jam makan siang " ucap sang suster
" Baiklah Sus, nanti jika ada Riri tolong ijinkan dia masuk kedalam, barusan ibu saya berpesan ingin bertemu dengan dia " ucap Vino
" Baik Tuan " ucapnya
Bu Reni memang membawa Pa mail dan Riri ke kantin dengan alasan lapar karena sudah jam makan siang, awalnya Rara menolak namun Bu Reni langsung memegang tangannya dan memaksanya pergi ke kantin.
" Ri, kamu mau pesan apa " tanya Bu Reni
" Aku ko risih ketika ibu pegang tangan ku begini.. sebenarnya ibu kenapa,, ibu merencanakan apa sih.. " batin Rara penasaran
" Bagus Bu, rencana ibu memang bagus.. sekarang giliran ku pergi diam-diam agar semuanya tidak curiga " batin Riska
" Untuk kali ini aku ingin Riska dan Vino bersatu.. apapun jalannya akan aku lakukan " batin Bu Reni
" Tidak usah Bu, saya belum lapar " ucapnya Rara
" Ayolah Sayang, jangan buat ibu sedih, jarang-jarang kita bisa seakrab ini dan makan bersama seperti ini " ucap Bu Reni
" Benar RI, kita memang jarang makan bersama " ucapnya Pa mail senang dengan keadaan yang memang jarang makan bersama bertiga
" Baiklah ini demi ayah " ucap Rara
" Mau demi ayahmu, atau demi siapapun mana aku peduli,, aku hanya ingin kamu dan Vino berpisah " batin Bu Reni
__ADS_1
" Ga papah, yang penting kita makan bersama " ucap Bu Reni sambil tersenyum
Bu Reni langsung memesan makanan disana, untuk Riska dia sudah tidak tahu batang hidungnya lagi dan Rara pun tidak mempedulikannya.
Tak lama kemudian yang di pesan Bu Reni pun datang, Tampak Sang ayah senang bisa melihat istrinya itu akur dengan Putrinya tanpa ia tahu rencana apa yang sebenarnya Istrinya itu rencanakan.
" Di makan Ri, jika perlu pesan lagi " ucap Bu Reni bersikap sangat baik saat ini
" Ini kenapa sih Bu Reni sangat baik padaku,, aku semakin curiga dengan apa yang ia rencanakan " batin Rara
" Semoga saja Riri tidak curiga dengan sikap ku, jika bukan karena rencana Riska tak Sudi aku berbuat seperti ini " batin Bu Reni
" Seandainya Kalian akur begini dari dulu, pasti aku sangat senang Melihat Riri dan Reni akur begini " batin Pa Mail
Mereka langsung menyantap makanan itu, awalnya memang terasa canggung oleh mereka apalagi Rara, ia sebenarnya tidak mau berada disini kalau bukan permintaan Ayahnya itu.
Tak lama kemudian mereka sudah menghabiskan makanannya masing-masing, tampak Bu Reni masih ramah pada Riri tentunya di depan Suami itu.
" Ri,, bagaimana hubungan mu dengan Vino " tanya Bu Reni tanpa basa basi
" Ternyata ini yang mereka rencanakan.. sudah ku duga " batin Rara
" Hubungan ku dengan Vino baik-baik saja " ucap Rara dengan wajah cueknya
" Apa dia bodoh, mau aja kalau di selingkuhi.. ini tidak bisa di biarkan " batin Bu Reni
" Bagaimana bisa kamu bilang baik-baik saja sementara Vino sudah menghamili Riska " ucapnya Bu Reni membuat Pa Mail langsung berwajah marah
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,