
Kini giliran Bu Popi yang menjenguk menantunya itu, ia tak lupa membawakan buah-buahan untuk Riri.
Sesampainya disana ia melihat Riri hanya sendiri sedang memainkan Handphonenya, ketika Bu Popi masuk kedalam ruangan Riri, ia mengganti topik yang di tontonnya adalah berita dimana ada Vino dan Riska adik tirinya.
" Sore Ri, kamu sedang apa, sudah makan belum " tanya sang mertua pura-pura baik padanya
" Aku tidak nafsu makan Bu, apalagi ketika melihat berita ini Bu, hatiku sangat hancur, bagaimana bisa Vino melakukan itu dengan Riska " ucap Rara pura-pura sedih, ia juga bisa berakting seperti mertuanya itu.
" Sial, bisa gawat kalau Riri marah, lalu menceraikan Vino bagaimana hidup ku nanti,, bisa-bisa aku jatuh miskin.. aku tidak mau hal itu terjadi,, ini semua gara-gara wanita sialan yang bernama Riska itu kalau dia ketahuan sama Vino ini semua tidak akan terjadi " batin Bu Popi dengan wajah kesalnya
" Ri, ibu tahu perasaan mu sekarang,, tolong maafkan anak ibu, ibu janji akan menasehati Vino agar tidak menyakiti mu lagi, ibu jamin ia akan setia lagi padamu " ucapnya sang mertua dengan wajah memelas
" Pandai sekali dia berakting!!, kenapa dia tidak masuk saja menjadi Aktis main sinetron dengan judul Mertua yang matre dan tak tahu diri " batin Rara kesal
Baru saja ia melihat perlakuan ibu mertuanya tadi pagi yang kejam sekarang malah pura-pura baik di hadapannya. Sungguh keterlaluan dikira Rara bisa sebodoh itu.
" Ibu,, apa salahku Bu,, kenapa Vino begitu kejam padaku Bu, kenapa dia bisa-bisanya selingkuh dengan Riska adik tiri ku.. Hiks hiks hiks " ucapnya Rara sambil menangis tersedu-sedu
" Ibu yakin vino tidak bersalah,, kamu jangan lihat berita yang tidak berguna itu ya,, kamu harus percaya pada suami mu sendiri " ucap Bu Popi masih menenangkan emosi Rara
" Tapi Vidio itu tanpa editan Bu, kata mereka itu asli,, apa yang harus aku lakukan coba,, Vino kenapa tega padaku,, apa aku harus melepaskan Vino demi Riska Bu.. " ucap Rara memancing sang mertua agar mendukungnya
__ADS_1
" Tidak bisa, ibu tidak akan mengijinkan Vino bersama dengan Riska, Vino hanya cocok denganmu, Ibu yakin vino sangat mencintai mu,, kalian tidak boleh berpisah " ucap Bu Popi mulai resah dengan ucapan Rara
" Dasar bodoh, aku ga peduli sama mereka,, apa vino sangat mencintai ka Rara bahkan aku tak Sudi mendengarnya, lagian mereka memang cocok, sama-sama sampah begitu,, " batin Rara
" Tapi Bu, aku melihat Vino sangat bahagia dengan Riska,, cinta tidak harus memiliki jika vino memang cinta sama Riska aku tidak apa-apa asalkan dia bahagia dengan pilihannya itu " ucap Rara dengan wajah sedihnya
" Tidak boleh, kalian tidak boleh berpisah,, nanti ibu akan bicara empat mata dengan Vino, kamu jangan khawatir, ibu pastikan mereka tidak akan bersama karena vino sangat mencintai mu " ucap Bu Popi menyakinkan Rara
Rara hanya tersenyum saja melihat tingkah Bu Popi yang seperti gelisah dan resah, mungkin ia benar-benar takut jika Rara dan Vino akan segera berpisah.
" Aku harus bagaimana ini,, aku tidak boleh panik,, aku harus mencoba untuk menyatukan vino dan Riri kembali, aku juga harus bicara pada Vino agar dia tidak banyak tingkah dan melepaskan Riska, Wanita itu hanya akan membuat Vino menderita " batin Bu Popi
" Sudah ku duga pasti kamu sekarang sedang resah dan gelisah kan,, pasti Kalian akan hancur juga,, itu balasan untuk semua dosa-dosa yang kalian lakukan di masa lalu,, meskipun itu sebenarnya belum cukup " batin Rara sambil tersenyum jahat merasa perlahan-lahan rencananya lancar.
" Kamu kenapa nak " tanya Bu Popi langsung menghampiri Rara
" Aku haus Bu, sebentar aku akan ambilkan air " ucap Rara pura-pura terlihat lemah di depan sang mertua
" Tidak usah nak, biar ibu saja, lagian kamu masih lemas, kamu harus banyak beristirahat jangan banyak bergerak " ucap sang mertua melarang Rara bergerak dari tempat tidur
Bu pipi akhirnya membawakan air minum untuk mantunya itu, ia berkorban dan terlihat melayani menantunya itu siapa mereka tidak bercerai.
__ADS_1
" Minum lah RI " ucap Bu Popi memberikan Minumannya
" Terima kasih Bu " ucap Rara sambil tersenyum
Rara berencana untuk mengerjai sang mertua memanfaatkan kelemahan sang mertua saat ini apalagi dengan masalah yang Vino timbulnya membuat Bu Popi bersikap baik padanya.
" Akhirnya dia mulai berpihak juga padaku,, aku harus mendapatkan hatinya dan dukungannya demi untuk mengambil surat rumah dan perhiasan Ka Riri yang lainnya " batin Rara
" Aduh...,, " ucap Rara menangis sambil memegang tangannya di perut
" Kamu kenapa nak, ibu akan memanggil dokter sekarang juga " ucap Bu Popi panik
" Tidak usah Bu, Sepertinya perut ku lapar minta diisi " ucap Rara sambil tersenyum, ia memang sengaja berkata begitu ingin melihat reaksi sang mertua.
" Apa Kamu mau makan dari tadi nak, biar ibu belikan " ucap Bu Popi dengan senang hati menawarkan diri agar kepercayaan sang menantu bertambah padanya.
" Aku ingin makan Soto Betawi tapi asli dari sana yang Bu, jangan yang asal-asalan rasanya tidak enak " ucap Rara dengan tersenyum jahat
" Baiklah ibu akan memberikan makanan itu untuk mu,, kamu tunggu disini ya, sebentar lagi Vino akan datang kesini dan menemani kamu " ucap Bu Popi sambil tersenyum
" Ia Bu " jawab Rara sambil tersenyum
__ADS_1
Bu Popi langsung pergi dari sana menuju tempat yang ia sudah dapatkan di internet, meskipun tempatnya jauh ia tidak peduli asalkan bisa membuat menantunya senang ia akan lakukan untuk sekarang.
" Enak juga bisa mengerjai Bu Popi,, emang enak mencari makanan itu jauh-jauh " batin Rara