
Keesokan harinya,,
Rara bangun pagi-pagi sekali ia langsung pergi ke dapur seperti biasanya, namun yang ia lakukan kini hanya menyiapkan sarapan roti saja untuk mertua dan suaminya.
" Nanti akan aku Carikan pembantu agar rumah menjadi bersih dan Rapi " batin Rara
Rara masuk lagi kedalam kamarnya lalu bersiap-siap mandi dan membersihkan tubuhnya, ia juga harus terlihat segar di hari pertama ia kembali bekerja di perusahaan.
" Aku akan belum pernah memimpin perusahaan,, bagaimana ini.. aku harus banyak belajar tapi dengan siapa ya " batin Rara bingung juga
Kini ia sudah selesai mandinya, ia memakai baju kantor, ia juga berdandan cantik, untungnya kemarin Tian memberikan semua baju dan alat make up pada Rara, meskipun Rara menolaknya namun Tian malam membelikan banyak tanpa persetujuannya.
Rara merasa sayang juga kalau semua barang-barang yang di berikan Tian bagus dan bermerek itu harus di buang, ia pun dengan terpaksa harus memakainya.
Kini Vino bangun dan melihat jika Istrinya sudah tidak ada di sampingnya, ia langsung melihat kearah meja rias, ia benar-benar heran sekaligus terpana ketika istrinya berdandan cantik dengan baju yang ia kenakan.
" Sayang " ucap Vino menghampiri Rara
" Kamu sudah bangun " ucap Rara sambil tersenyum
" Kenapa aku baru sadar jika Riri sangat cantik Sebenarnya... kalau begini terus aku bisa benar-benar berpaling dari Riska " batin Vino
" Dasar mata keranjang, lihat yang cantik sedikit langsung ga berkedip.. " batin Rara
Vino langsung memeluk Rara dari belakang, ia juga tampak bahagia melihat perubahan istrinya itu.
" Kamu mandi dulu sana, lalu kita sarapan bareng.. aku tidak mau hari pertama ku bekerja malah telat " ucap Rara
" Oh ia, aku lupa jika Riri mulai hari ini bekerja di kantor, tapi aku tidak khawatir karena pasti dia akan mengandalkan aku,, mana tau dia caranya memimpin perusahaan " batin Vino tersenyum licik
Vino langsung pergi ke kamar mandi, ia membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor bersama dengan Istrinya.
Tiba-tiba Handphone milik Rara berbunyi, orang yang menghubunginya pagi-pagi sekali adalah Tian. Dengan terburu-buru Rara langsung mengangkatnya.
Kring... Kring...
" Halo... " ucap Rara
" Halo Rara,, kamu sedang apa " tanya Tian membuat Rara kesal
__ADS_1
" Maf Tuan Tian, aku bukan Rara.. namaku Riri.. " ucap Rara dengan nada tegas
" Aku selalu lupa jika namamu Riri, maafkan aku.. aku hanya ingin memberitahu jika nanti akan aku berikan kejutan padamu " ucap Tian
" Kejutan apa, jangan sampai kau mengacaukan rencana ku " ucap Rara dengan nada marah
" Mana mungkin aku begitu, yang ada aku akan melancarkan rencana mu " ucap Tian sambil tersenyum
" Sudahlah aku tutup teleponnya, aku sedang tidak ingin bicara denganmu " ucap Rara langsung menutup pintu.
Rara kadang kesal dengan sikap Tian yang kadang selalu memperlakukan dirinya seperti dulu saat ia di dalam tubuh Rara.
" Kenapa sih Tian kamu harus muncul lagi di hidupku, kalau aku kembali lagi ke tubuh Rara apa kamu akan memperlakukan Ka Riri seperti sekarang " batin Rara
Vino sudah selesai mandi dan berpakaian rapi juga, tanpa di sadari Rara ternyata Vino memakai baju yang sama dengan warna baju Rara. entah kebetulan atau memang Vino ingin mencari perhatian Istrinya itu.
" Sayang, bagaimana penampilan ku,, cocok tidak " ucap Vino sambil tersenyum
" Baru kali ini dia bersikap lembut dan tersenyum padaku biasanya dia selalu cuek padaku " batin Rara
" Kamu bagus pakai baju itu, cocok " ucap Rara sambil tersenyum
Rara yang tak ingin ambil pusing langsung mengajak Vino pergi keruang makan untuk sarapan bersama sebelum mereka berangkat ke kantor.
Terlihat Bu Popi dengan wajah marahnya duduk di kursi makan, ia sebenarnya ingin memarahi menantunya itu namun sebisa mungkin ia tahan sebentar.
" Riri kenapa kamu tidak masak hari ini " tanya Bu Popi dengan wajah sinisnya
" Biasanya kan ibu selalu sarapan roti,, Ga papah kan Vino sayang kalau hari ini kita sarapan roti " ucap Rara sambil tersenyum licik pada mertuanya itu
" Tidak apa-apa sayang.. yang penting kamu bahagia saja " ucap Vino sambil melihat sang ibu yang tampak marah pada Riri.
" Bu... sarapan roti saja seperti biasanya " ucap Vino pada ibunya
Bu Popi Mun tidak punya pilihan lain, ia langsung menyantap Roti yang ada di meja makan tersebut.
" Kalau kamu bekerja lalu siapa yang akan membersihkan rumah " ucap Bu Popi dengan wajah marahnya
" Nanti aku akan sewa pembantu " ucap Rara merasa mertuanya itu tidak suka jika ia bekerja.
__ADS_1
" Tapi sayang kamu belum membicarakan masalah ini padaku " ucap Vino pada istrinya itu
" Vino sayang, aku kan sekarang bekerja menghasilkan uang, aku sanggup untuk menggaji pembantu.. kamu tenang saja " ucap Rara merasa jika vino sama halnya dengan mertuanya
" Sayang uang di habis-habisan begitu " sindir Bu Popi
" Kalau begitu ibu mau mengerjakan semua pekerjaan rumah " tanya Rara
" Kamu nyuruh ibu begitu, dasar menantu kurang ajar " ucap Bu Popi
" Aku ga nyuruh tapi aku nanya,, lagian kan ibu juga tinggal disini salahnya jika nanti bersih-bersih " ucap Rara membuat mertuanya semakin kesal padanya
" Tutup mulut kami, bersih-bersih tugas seorang istri.. kamu jangan seenaknya mentang-mentang ini rumah kamu kuasai " ucap Bu Popi
" Lihat kan Vino, dari dulu ibumu selalu begitu, mengaggap aku ini sebagai pembantu,, " ucap Rara dengan wajah kesal
" Bu sudah Bu jangan bertengkar " ucap Vino
" Dia yang mulai duluan " ucap Bu Popi terlihat sangat kesal
" Baiklah mulai besok kita gunakan jasa pembantu agar kalian sama-sama enak dan rumah ini akan tenang " ucap Vino
" Terserah kalian saja memang ibu tidak pernah di anggap di rumah ini, kalian selalu tidak memperdulikan keinginan ku " ucap Bu Popi langsung pergi dari sana menuju kamarnya, ia terlihat sangat marah.
Rara tampak kesal langsung melihat wajah suaminya itu, Vino mencoba menenangkan istrinya itu, entah mengapa ia hari ini mulai kalah dari istrinya padahal sebelumnya jika ibunya marah seperti barusan Vino akan langsung memukul istrinya di depan ibunya.
Dan Bu Popi akan merasa bahagia setelah Vino memukul Riri tapi hari ini tampak Bu Popi kecewa ternyata Vino malah membela Istrinya.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa dukungannya dengan cara Like, Komen dan Vote di bawah...
So Ikuti terus kisahnya ...
Terima kasih
__ADS_1