Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 33 Gugurkan!!


__ADS_3

Sementara di tempat lain Vino mengajak Riska ke suatu tempat yang Riska sendiri tidak tahu tempat itu.


" Sayang kenapa kita ada dimana " tanya Riska


" Susah jangan banyak tanya " ucapnya Vino dengan nada marah


" Tapi sayang ini tempatnya seram " ucap Riska


" Kamu ikuti saja aku " ucap Vino


" Baiklah " ucap Riska dengan wajah ketakutan


Mereka berdua menuju rumah yang jauh dari keramaian, tampak juga jalan menuju rumah itu banyak pohon besar-besaran membuat Riska ketakutan.


" Sayang ini jalannya masih lama " ucap Riska


" Kenapa kamu berisik sekali " Ucap Vino dengan wajah kesal


Bagaimana Riska tidak berisik Medan menuju rumah itu harus jalan kaki karena mobil tidak cukup melewati jalan itu yang sempit.


" Aku kira aku akan di ajak ke hotel, tapi kenapa di ajak kesini " ucap Riska dengan suara kecil


" Sayang, aku ga mau jalan lagi " ucap Riska terdiam dan tidak mau melanjutkan langkahnya


" Kenapa lagi " ucap Vino melihat Riska yang enggan berjalan lagi


" Aku capek " ucap Riska


" Tapi kita belum sampai " ucap Vino


" Kita memangnya mau ngapain Kesana, Apa kamu sudah tidak sanggup lagi menyewa hotel " ucap Riska yang masih penasaran dengan apa yang akan di lakukan Vino


" Biar aku gendong saja " ucap Vino langsung menggendong tubuh Riska saat itu juga.


Vino langsung melanjutkan perjalanannya menuju rumah itu, lebih tepatnya di sebut gubuk karena rumahnya sangat jelek dan terbuat dari papan bukan tembok.


" Vino " ucap Riska sambil tersenyum


" Ada apa " ucap Vino sambil membalas senyuman Riska


" Apakah aku berat " tanya Riska


" Tidak juga " ucap Vino


" Saat anak ini lahir, kamu akan di panggil ayah olehnya... dan kita akan membangun keluarga kecil kita " ucap Riska


" Cih, itu semua tidak akan terjadi karena anak itu tidak seharusnya lahir, anak itu hanya akan menghalangi jalan ku nanti " batin Vino


" Sayang kenapa diam " ucap Riska


" Aku hanya tidak menyangka saja " ucao Vino cuek


" Mungkin Sekarang kamu belum menyayanginya tapi jika dia lahir kamu akan sangat sayang padanya " ucap Riska


" Jangan harap kamu bisa bertemu dengan anak itu, karena sebentar lagi anak itu akan mati " batin Vino


" Vino aku sangat menantikan hari dimana anak itu lahir dan kamu akan menjadi milikku seutuhnya " batin Riska


Kini mereka sudah sampai di gubuk itu, Vino tampak menurunkan tubuh Riska dari gendongannya. Vino mengetuk rumah itu dengan perasaan ragu-ragu karena sebenarnya dia juga takut.

__ADS_1


Tok... Tok... Tok...


" Masuk "


Mereka masuk ketika ada suara yang menyebutkan jika mereka harus masuk. Ternyata benar dugaan Riska rumah itu sangat seram bahkan tidak terlalu terang. Suasana disana juga sangat sepi.


" Permisi " ucap Vino dengan wajah pucatnya semua buku kuduknya sudah berdiri tanda dia sudah ketakutan


" Siapa kalian " ucap seorang nenek tua yang terlihat menyeramkan juga


" Akh,, aku takut " ucapnya Riska berteriak


" Diam " ucap nenek Tua itu


" Maaf apa benar ini rumahnya Nenek Eha " ucap Vino dengan suara gugup


" Ia benar saya sendiri " ucapnya


" Syukurlah " ucap Vino merasa lebih lega


" Ada urusan apa kalian kesini " tanya Nenek Eha


" Kedatangan kami kesini ingin menggugurkan anak ini " ucap Vino memegang perut Riska


" Apa kamu bilang " ucap Riska kaget dengan ucapan Vino, ia tidak menyangka jika Vino melakukan hal seperti itu padanya.


" Riska.. Lebih baik kita gugurkan saja anak ini, aku belum siap menjadi seorang ayah " ucap Vino


" Belum siap, bukankah kamu memang menginginkan seorang bayi " ucap Riska heran


" Bayi yang aku inginkan Adalah bayi dari Riri bukan dari kamu " ucap Vino membuat Riska menangis


" Kenapa kalian jadi ribut, kalau kalian masih begini terus kalian keluar dari rumahku... kepalaku pusing mendengar pertengkaran kalian " ucapnya Nenek Eha


" Tunggu Nek, bantu saya menggugurkan kandungannya " ucap Vino


" Aku tidak mau " ucapnya Riska mempertahankan bayinya


" Tapi dia tidak mau menggugurkan kandungannya " ucap Nenek Eha dengan tatapan sinis


" Saya akan bayar dengan harga tinggi asal nenek menggugurkan kandungannya " ucap Vino membuat Nenek Eha senang


Sedangkan Riska terlihat ingin kabur dari sana namun tangannya di cekal oleh Vino.


" Vino lepaskan " ucap Riska


" Jangan harap kamu aku lepaskan sebelum anak itu di gugurkan " ucap Vino


" Aku tidak mau menggunakannya " ucap Riska menangis


" Kamu tidurkan dia disana " ucap Nenek Eha menunjuk pada Kamar yang ada disana


Vino langsung menyeret Riska ke kamar itu, sementara Riska terus berontak, ia tidak mau menggugurkan kandungannya apalagi ia yakin jika anak itu adalah anak Vino.


" Lepaskan aku, aku tidak mau " ucap Riska


" Diam kamu, anak ini penghalang aku untuk mendapatkan harta Riri.. kamu tahu aku baru saja membuat Riri percaya padaku tapi karena kelakuan mu dia pasti meminta cerai padaku.. " ucap Vino dengan nada marah


" Ka Riri yang kamu kenal bukan Ka Riri yang dulu, dia lebih licik dari yang kamu kira,, kamu tidak akan mendapatkan apa-apa, lebih baik kita besarkan anak ini bersama-sama, kamu tinggalkan Ka Riri " ucap Riska membuat Vino marah

__ADS_1


Plak,,


" Tidak usah menjelek-jelekan Riri, dia wanita baik dan bodoh.. kamu jangan keterlaluan.. " ucap Vino tersenyum sinis


" Bagaimana aku harus kabur dari sini... aku benar-benar harus kabur kalau tidak aku akan kehilangan bayi ini " batin Riska


Nenek Eha datang membawakan semua peralatan manualnya untuk mengaborsi Riska, Hal itu membuat Riska ketahuan dibuatnya.


" Sial bagaimana ini " batin Riska


" Sebentar lagi tidak akan ada yang bisa menghalangi aku untuk mendapatkan harta milik Riri " batin Vino


" Akh,, ular... " teriakkan Riska membuat Vino dan Nenek Eha kaget


" Mana ular mana " ucap Vino ketakutan


" Dimana Ularnya " ucap Nenek Eha


" Disana... " ucap Riska pura-pura ketakutan


" Dimana Riska " ucap Vino


" Disana " ucap Riska


Riska melihat jika peluangnya untuk kabur dari sana sangat besar, ia langsung berlari keluar dari gubuk itu, ia lari dengan terbirit-birit untuk kabur dari Vino dan Nenek Eha.


" Nenek dimana Ularnya " ucap Vino


" Aku tidak menemukannya " ucap Nenek Eha


" Coba disana Nek " ucap Vino


" Tidak ada " ucap Nenek Eha


" Atau jangan-jangan pacar kamu berbohong dan dia kabur dari sini " ucap Nenek Eha


" Akh, sialan Riska.. " ucap Vino kesal


" Mau kemana kamu, aborsi nya bagaimana ini, jadi atau tidak " ucap Nenek Eha


" Aku akan kembali lagi kesini, nenek tunggu saja aku harus mengejar Riska " ucap Vino


Vino langsung berlari mencari keberadaan Riska dengan wajah marah karena Riska berani membohonginya.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2