Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 42 Kegelisahan Vino


__ADS_3

Riska keluar dari ruangan itu, ia melihat jika mata-mata yang di kirimkan Tuan Sami ada di depannya namun mereka tidak menyadari kehadiran Rara.


Rara langsung pergi ke toilet untuk menenangkan dirinya, ia mencuci wajahnya lalu pergi menuju ruangan Vino, ia berjalan di depan orang suruhan Sami dengan pura-pura tidak tahu jika mereka suruhan Tuan Sami.


Mereka tampak mengikuti Rara dari belakang dari belakang dengan cara berjalan mengendap-endap dan pelan-pelan.


Rara langsung membuka pintu kamar Bu Popi, ia melihat ada Vino dan Juga Rio yang ada di sana, sementara Bu Popi sedang tertidur pulas.


" Sayang " ucap Rara masuk dan segera menutup pintu kamar tersebut


" Sayang kamu kemana saja, aku cemas " ucapnya Vino pura-pura di depan Istrinya itu


" Bagaimana keadaannya Ibu sekarang " ucap Rara dengan wajah pura-pura khawatir


" Keadaan ibu baik-baik saja, tapi dokter menyarankan ibu agar tetap tinggal disini " ucap Vino


" Tidak apa-apa, asalkan Ibu bisa sehat kembali, berapa pun biayanya akan di bayar " Ucapnya Rara membuat Vino senang


" Bagus, ada Untungnya juga ibu sakit, Riri sepertinya tidak marah lagi padaku... aku harus gunakan kesempatan ini untuk mendapatkan kepercayaan lagi darinya " batin Vino


" Enak saja biaya dari ku,, kita lihat saja siapa yang bangkrut " batin Rara


" Terima kasih ya sayang, kamu memang istri yang terbaik untuk ku " ucap Vino sambil tersenyum senang


" Sama-sama sayang, oh ia kamu sudah makan belum " tanya Rara


" Aku belum makan " ucap Vino


" Kalau begitu kita makan di kantin yu " ajak Rara


" Lalu ibu bagaimana " tanya Vino


" Nona dan Tuan tenang saja, biar saya yang menjaga Nyonya Popi.. " ucap Rio sambil tersenyum


Ini adalah rencana Rara yang sudah ia atur bersama dengan Rio, ia sengaja mengajak Vino ke luar untuk memancingnya dan pertunjukan akan segera di mulai.


" Yasudah aku mau " ucapnya


Kini Rara dan Vino segera pergi dari ruangan itu menuju Kantin namun sebelum menuju kantin Riska datang menghampiri mereka sesuai rencana Rara.


" Vino " teriakan Riska membuat semua orang yang ada disana melihat ke arah mereka


" Sayang, ada apa lagi ini " ucapnya Rara dengan wajah pura-pura kaget


" Siap, kenapa wanita ini bisa muncul lagi disini sih, padahal aku sudah mencari-cari keberadaan dia namun tidak ketemu tapi di saat seperti di ini dia malah menghampiri ku, mana ada Riri lagi " batin Vino resah


" Ada apa lagi sih Kamu " ucap Vino dengan wajah sinis

__ADS_1


" Apa kamu bilang, Kamu panggil aku kamu??,, apa maksudmu... apa kamu lupa kalau kamu dan aku itu sepasang kekasih " ucap Riska dengan perasaan meledak-ledak


" Kita sudah putus... " ucap Vino


" Putus, lalu anak ini bagaimana?? " tanya Riska


" Aku tidak peduli " ucap Vino


" Kamu ga peduli padaku.. dan kamu kemarin membawaku untuk aborsi.. kamu harus bertanggung jawab padaku " ucap Riska sambil memukul-mukul dada Vino


" Sayang aku malu di lihat orang " ucap Rara sambil melirik ke kanan dan ke kiri, memang semua mata sedang memandang mereka bahkan ada sebagian yang mengabadikan momen tersebut.


" Lepaskan aku... kamu jangan membodohi ku, aku tahu jika kamu itu pura-pura hamil " ucap Vino dengan nada sinis


" Aku memang hamil, aku bisa buktikan padamu.. ini anak yang ada didalam kandungan ku adalah darah daging mu " ucapnya Riska sambil berkaca-kaca


" Jika kamu benar mengandung anak dari Suami ku, aku akan menyuruh dia bertanggung jawab, tapi jika kamu salah aku harap kamu tidak menggangu kami lagi " ucap Rara sambil tersenyum Licik


" Baik, aku bisa buktikan " ucap Riska


" Sayang, kamu apa-apaan sih, dia wanita gila.. jangan dengarkan ucapannya " ucap Vino


" Semoga saja ucapan dia memang tidak benar, kalau dia memang hamil anak kamu.. lebih baik kita cerai " ancam Rara membuat Vino melotot.


Baru saja kemarin ia dan sang istri menandatangani masalah rumah dan aset milik Vino akan berpindah tangan jika Vino mengkhianati istrinya itu.


" Semua aset yang kamu punya akan menjadi milikku,, rumah juga akan menjadi milikku,, Ini baru awal Vino.. aku akan mengambil semua yang kamu miliki " batin Rara senang


" Bagus, sepertinya Ka Riri memang benar-benar marah pada Vino, bagus ini kesempatan baku untuk mendekati Vino kembali " batin Riska


" Kalau begitu ayo kita pergi ke ruangan Dokter kandungan " ucap Rara pada Vino dan Riska


" Ayo ka... " ucap Riska sambil tersenyum


" Jangan senang dulu Riska, aku akan membuat kamu menderita sama halnya dengan Vino " batin Rara


mereka segera menuju ruangan dokter kandungan, dimana dokter itu juga sudah bekerjasama dengan Rara. dan memperlancar rencana Rara.


Salah satu suster disana segera menghampiri mereka yang hendak duduk di kursi tunggu pasien.


" Maf nona dan Tuan ada yang bisa saya bantu " ucap sang suster


" Saya mau memeriksa kandungan " ucap Riska sambil tersenyum


" Apa sudah membuat janji sebelumnya " tanya sang suster


" Belum Sus, saya baru pertama kali datang kesini " ucap Riska

__ADS_1


" Karena kebetulan sedang sepi kalian bisa langsung masuk tapi untuk lain kali harus membuat janji terlebih dahulu " ucap Sang Suster


" Baik Sus, terima kasih " ucap Mereka


Ketiganya di persilahkan untuk masuk kedalam ruangan dokter, disana dokter Wiki tampak melihat kearah Rara, baginya wanita didepannya cukup kuat dalam menghadapi hidupnya yang tampak menyedihkan.


" Silahkan duduk " ucap sang dokter


" Dok saya mau periksa kandungan " ucap Riska dengan antusias


" Baik, nona sekarang akan di tes darah dan tes urin, nanti akan di temani suster untuk membantu Nona " ucap Dokter Wiki


" Baik dok, terima kasih " ucap Riska tersenyum senang


Ekspresi yang di tampilkan Vino sekarang adalah wajah tegang dan harap-harap cemas, ia takut jika Riska memang hamil anaknya


Sang suster langsung menghampiri Riska lalu membawanya ke toilet untuk pemeriksaan. Rara pura-pura bertanya sekitar pemeriksaan pada Wiki.


" Dok, apa hasilnya akan keluar hari ini juga " ucap Rara sambil melihat wajah Vino yang tampak diam seribu bahasa.


" Nona tenang saja, hasilnya akan keluar setelah menunggu tiga puluh menit untuk pemeriksaan darah dan untuk pemeriksaan urine hanya sekitar lima belas menit agar lebih akurat " ucap sang dokter


" Dok kalau saya mau melakukan tes DNA pada anak itu bagaimana " tanya Vino


" Maaf Tuan, Tes DNA bisa di lakukan saat bayi lahir,, karena itu akan berdampak fatal bagi bayi di dalam kandungan.. " ucap Sang dokter


.


.


.


.


Bersambung...


Halo semuanya, menyambut Bulan Ramadhan aku punya novel baru cocok untuk mengisi waktu ngabuburit kalian...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


...,,Selamat menjalankan ibadah Puasa,,...


__ADS_2