Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 18 Lihat Penampilan Baru ku!!


__ADS_3

Rara sudah sampai di depan Mall, ia turun dari mobil sang ayah dan langsung masuk kedalam gedung mall tersebut, ternyata banyak mata yang sedang memandang wajah Rara yang kini sudah berubah. Rara menjadi lebih percaya diri dari sebelumnya.


Ia masuk kedalam salah satu Cafe yang ada disana, lalu ia langsung mengirimkan pesan dimana berada kepada Tian.


Kali ini awal permainannya akan di mulai, sebenarnya ia menemui Tian hanya ingin mengucapkan terimakasih karena berkat Tian ia bisa melakukan perawatan dengan berjalan lancar.


Tak lama kemudian Tian dan Bimo sudah tiba di tempat dimana Rara berada. Tian dan Bimo sungguh kaget dengan penampilan Rara yang sudah berubah drastis, kini penampilan Rara sangat sama dengan penampilannya dulu, Tian yang melihat hal itu kaget, ia langsung menghampirinya dan memeluknya.


Rasa rindunya kini tidak bisa ia tahan lagi, apalagi penampilan Rara yang sangat cantik persis sama seperti dahulu.


" Ra,, aku merindukanmu.. " lirih Tian memeluk erat tubuh Rara


" Aku juga merindukanmu Tian,, tapi maaf untuk sekarang aku tidak bisa mengungkapkan itu semua " batin Rara dengan wajah sedihnya


" Tian, aku bukan Rara,, tolong lepaskan Pelukan mu itu " ucap Rara menyudahi rasa pribadinya karena ada hal yang lebih penting dari ini yaitu balas dendam.


Mendengar ucapan Rara, Tian langsung melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya lalu mereka duduk saling berhadapan. Tian menatap dalam wajah Rara, ia tidak bisa membohongi semua rasa yang ada di hatinya.


" Aku tidak peduli kamu Riri atau Rara yang jelas aku harus mendapatkan ku kembali " batin Tian


" Tuan, mau pesan apa biar saya pesankan " tanya Bimo membuka percakapan agar tidak merasa canggung


" Aku sudah pesan makanan ku sendiri, kalian pesan saja yang kalian mau, biar aku yang traktir " ucap Rara sambil tersenyum


" Aku mau makanan yang sama denganmu " ucap Tian melihat ke piring yang ada didepannya

__ADS_1


" Bukannya dia alergi udang, bagaimana bisa dia makan seperti ini,, kalau aku bilang dia tidak bisa makan makanan ini bagaimana,, nanti dia malah curiga padaku lagi " batin Rara


" Tuan, anda tidak bisa makan udang " ucap Bimo mengingatkan sang majikan


" Lakukan apa yang minta jangan membantah " ucap Tian dengan tatapan tajam membuat Bimo langsung pergi dari sana dan memesan Makanan.


Bimo memang sengaja meninggalkan mereka berdua agar bisa berbicara dengan santai dan pribadi, ia tahu jika perubahan yang di lakukan Riri berdampak pada perubahan suasana hati sang majikan.


" Tian, aku mau mengucapkan terimakasih padamu, tanpa bantuan kamu aku tidak bisa seperti ini " ucap Rara sambil tersenyum


" Tidak masalah, apapun yang kamu butuhkan katakan saja padaku, aku akan membantumu " ucap Tian yang masih menatap wajah Rara


" Oh ia, mulai besok aku akan bekerja di perusahaan ayah, mohon kerjasamanya " ucap Rara


" Kenapa kamu masih mempertahankan suamimu yang brengsek itu, kamu bisa hidup bahagia dengan ku tanpa harus cape-cepek melawan mereka " ucap Tian dengan jujur tentang isi hatinya


" Jika semua itu sudah menjadi keputusan mu, aku tidak bisa menolaknya yang aku bisa hanya mendukung mu dan membantu mu, jika suatu saat semua sudah selesai kembalilah padaku.. " ucap Tian dengan wajah sedihnya


" Mana mungkin aku kembali padamu, aku dan kamu hanya sebatas teman.. kita tak ada hubungan apapun " ucap Rara dengan nada tegas


" Aku tidak mau memiliki hubungan dengan mu,, karena jika aku kembali ke tubuhku kamu hanya akan mengenal ku sebagai ka Riri bukan aku sebagai Rara " batin Rara dengan pikiran sedihnya


Bimo sudah kembali dan duduk di kursi bersama dengan Rara dan Tian, Bimo melihat mereka tampak saling diam membuat Bimo semakin canggung.


" Nona Riri, aku sudah mendengar informasi jika Riska sudah kembali ke kota ini " ucap Bimo membuat keduanya melihat wajah Bimo bersamaan

__ADS_1


" Oh, baguslah rencana ku sebentar lagi akan terlaksana " ucap Rara sambil tersenyum licik


Makanan pun datang, sang pelayan meletakan makanan itu lengkap dengan minuman di depan Tian dan Bimo. Tian langsung mengambil makanannya tampak ragu-ragu di matanya namun ia lakukan hal itu hanya ingin menguji apakah yang di hadapannya Rara atau bukan.


Tian tahu jika wanita dihadapannya itu adalah Rara, ia pasti akan melarang dirinya memakan makanan udang, karena Tian memang alergi udah dari lahir.w


Rara tampak melihat semua yang Tian lakukan, dalam hatinya ia ingin mencegah Tian namun di sisi lain ia tak bisa melakukannya, ia hanya bisa diam dan tak banyak bicara.


" Tuan " ucap Bimo berniat menghentikan Tian


" Sudah diam, kamu makan saja Makanan mu sendiri " ucap Tian dengan nada kesal


Setelah Tian menyantap makanan itu langsung ia merasakan sesak di dadanya, alerginya kembali kambuh seketika Bimo dan Rara kaget di buatnya.


" Tuan,, Tuan anda kenapa " ucap Bimo khawatir


" Kamu cepat bawa dia ke rumah sakit yang tak jauh dari sini " ucap Rara dengan wajah yang tampak khawatir


" Baik Nona Riri, kalau begitu saya permisi " ucap Bimo dengan segera membawa Tian masuk kedalam mobil


Rara menyuruh Bimo untuk membawanya ke rumah sakit, sementara Rara memilih pulang ke rumahnya untuk beristirahat.


" Tuan, anda kenapa melakukan hal ini, nona Riri saja bahkan tidak peduli pada anda meskipun aku melihat dia tampak khawatir dari wajahnya " batin Bimo dengan kesal


Sungguh hal bodoh yang di lakukan Tian saat ia, meskipun Rara peduli padanya tapi dia tidak akan dengan mudah memperlihatkan itu semua.

__ADS_1


Bimo langsung panik dibuatnya, ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai ke rumah sakit yang tidak terlalu jauh dari sana.


Tian di bawa ke UGD untuk di periksa lebih lanjut oleh sang dokter, sementara Bimo menungguinya di depan ruang UGD dengan perasaan cemas dan khawatir.


__ADS_2