
Sedangkan Di tempat lain, tepatnya di acara pernikahan Riska dan Vino masih di gelar meskipun Vino sudah kembali ke kamar sang ibu.
Riska merasa senang karena ia sudah menang dari sang kakak, hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan baginya.
" Sayang, Vino mana " tanya Bu Reni heran karena yang di duduk di kursi pelaminan hanyalah Riska seorang
" Vino lagi istirahat, mungkin dia kecapean Bu " ucap Riska
" Bagus Kalau begitu, kita tidak usah capek-capek menyingkirkan Riri karena dia sendiri yang memiliki pergi " ucap Bu Reni
" Ibu benar, aku adalah istri Vino satu-satunya sekarang.. aku sangat senang bu " ucap Riska sambil tersenyum
" Ibu juga senang jika kamu bahagia nak.. sekarang tidak akan ada yang menghalangi mu untuk bahagia bersama Vino " ucap Bu Reni
" Ibu benar... tidak akan ada lagi penghalang hubungan ku dengan Vino " ucap Riska
" Kamu tahu, penyakit ayahmu tadi kambuh ketika melihat Riri pergi dari sini " ucap Bu Reni
" Serius Bu, lalu bagaimana keadaan ayah sekarang " tanya Riska
" Udah kamu jangan khawatir biarkan saja, toh sudah ada Meti yang mengurus semuanya " ucap Bu Reni
" Bagus deh Bu kalau begitu, ibu jadi ga usah repot-repot merawat ayah yang sakit-sakitan " ucap Riska
" Ia betul, ibu akan tinggal disini dulu boleh " ucap Bu Reni
" Tentu saja.. lagian ini rumah sudah atas nama Vino.. Ka Riri tidak akan meminta rumah ini " ucap Riska
" Salahkan Riri sendiri, kenapa dia malah pergi dari rumah ini " ucap Bu Reni
" Yang penting rumah ini jadi milikku sekarang " ucap Riska penuh kemenangan
" Ia sayang, kita akan merebut perusahaan itu sebentar lagi " ucap Bu Reni
" Ibu tenang saja " ucap Riska sambil tersenyum jahat.
__ADS_1
Mereka tidak tahu jika Pa Mail sudah mengganti kepemilikan perusahaan atas nama putrinya yaitu Rara dan Riri, dalam lubuk hatinya ia akan jujur ketika Riri sudah pulang ia akan mengatakan jika Riri punya saudara kembar yang bernama Rara.
Pa Mail berjanji jika ia di berikan kesembuhan ia akan mencari keberadaan Rara berada, ia juga merindukan putrinya itu.
Dia bercerai dengan mantan istrinya dulu dan membawa masing-masing putrinya karena putrinya kembar. Ia tahu jika perpisahannya dulu itu karena ia terlalu egois dan mudah di hasut oleh sekretarisnya yang bernama Bu Reni.
Ya dulu Bu Reni adalah sekretaris Pa mail, karena fitnah Bu Reni juga Pa mail marah dan bertindak gegabah yaitu menceraikan mantan istrinya.
Mereka bersepakat jika mereka akan membawa salah satu putrinya. Riri dan Rara pun terpisah. Riri sadar jika ia punya seorang kakak setelah ia masuk kedalam tubuh sang kakak.
Bertahun-tahun Pa Mail mencari keberadaan Rara namun tidak pernah ada kabar sedikit pun entah menang mereka pergi sangat jauh atau memang orang suruhannya Tidak becus menemukan keberadaan Rara.
.
...****************...
.
Sementara di sisi lain Rara susah turun dari pesawat, ia dia memang pergi naik pesawat namun jangan di kita ia pergi ke luar negeri, ia hanya pergi ke luar kota.
Ia sengaja memalsukan tiket pesawat dan membeli tiket atas nama orang lain, karena ia takut Tian akan menemukannya. Untuk kali ini ia hanya ingin mencari keberadaan makam sang ibu di kota ia di besarkan.
Ia sebelumnya membeli rumah di kota ini, ia sengaja membeli rumah sebagai tempat ia tinggal untuk sementara, ia juga ingin tahu keberadaan tubuhnya.
Kini saatnya ia balas dendam pada ayah tirinya yang sudah membuat sang ibu meninggal. ia tidak akan melepaskan ayah tirinya itu dengan mudah.
Ia segera masuk kedalam mobil taksi yang sudah ia pesan, ia segera menuju rumahnya untuk beristirahat sejenak dia sana.
Jarak antara bandara dengan rumahnya tidak terlalu jauh, kini ia sudah sampai di depan rumahnya. Ia membayar taksi tersebut dan keluar dari sana. Ia langsung masuk kedalam rumahnya itu.
Rumahnya bagus, pemandangan yang ada disana juga indah namun sayang ia tidak bisa bertemu dengan sang ibu, andai dulu ia kaya seperti sang kakak, mungkin ibunya tidak akan meninggalkan.
" Kamu tahu ka.. hal membuat ku paling sedih adalah.. aku harus kehilangan sosok seorang ibu.. dan hari ini aku sangat merindukannya.. " ucap Rara meneteskan air matanya
Rara menyimpan kopernya dan langsung masuk kedalam kamar mandinya, ia membersihkan tubuhnya dan meregangkan otot-otot yang tegang dengan cara berendam di bathtub.
__ADS_1
Hari ini baginya adalah hari yang paling melelahkan sedunia, apalagi drama yang harus ia lakukan untuk memberikan Surai perceraian itu.
Tapi ia senang karena ia bisa melewati hari ini dengan sangat baik. Apalagi sampai membuat Vino berlutut padanya sambil menangis.
" Ka Riri, aku ijin menggunakan tubuh kakak untuk mencari makam ibu di kota ini.. maafkan aku ka.. ini juga salah satu cara agar kakak tidak mengingat Vino terus " ucap Rara pada dirinya sendiri
Setelah selesai mandinya ia langsung membaringkan tubuhnya di kasur empuknya, ia tinggal sendirian untuk kali ini.
Ia mulai mengaktifkan Handphonenya yang satu lagi, Handphone yang hanya beberapa orang yang tahu nomber Handphonenya.
" Rio telepon aku.. ada apa "
" Meti juga.. tiga kali menelepon, apa terjadi sesuatu pada ayah " ucap Rara heran
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,