Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 41 Tak Tahu Malu


__ADS_3

Tampak Tuan Sami menanyakan beberapa hal yang sebenarnya tidak penting namun baginya penting, Ia melihat jika Tara menyukai sosok wanita yang mirip dengan Rara, ia berpikir jika tidak tertutup kemungkinan jika Tian juga akan menyukai Riri setelah bertemu dengannya.


" Wajahmu cantik apa kamu sudah menikah " tanya Sami membuat Tio heran


" Maaf Tuan saya sudah menikah " ucapnya Rara jujur


" Apa " ucap Tara dan Sami benar-benar kaget mendengar hal itu


" Kenapa dengan mereka, aku tahu pasti mereka tidak menyangka jika Nona Riri sudah menikah, awalnya aku juga begitu " batin Rio


" Nah kan, kaget mereka " Ucapnya Rara senang dalam hatinya


" Kenapa aku merasa tidak percaya dengan Ucapannya Riri, aku merasa dia hanya ingin menghindari ku " batin Tara


" Aku tak percaya jika dia sudah menikah, aku akan menyelidiki hal ini " batin Sami


" Sepertinya kalian kaget dengan statusku... aku hanya ibu rumah tangga awalnya karena satu atau lain hal aku memutuskan untuk kembali masuk kedalam perusahaan " ucap Rara jujur


" Kenapa aku merasa Wanita ini semakin menarik di mataku " batin Tara


" Aku harus terlihat sedih di mata mereka, agar mereka berpihak padaku " batin Rara


" Masalah apa, siapa tahu kami bisa bantu " ucap Tara


" Ini hanya masalah pribadi saja " ucapnya Rara dengan wajah sedihnya


" Kalau ada apapun aku siap untuk membantu " ucap Tara memegang tangan Rara,


" Lihat saja nanti akan ku balas perlakuan dahulu kalian padaku " batin Rara


" Terima kasih " ucap Rara tersenyum di paksakan


" Nona Riska sudah berada di rumah sakit " ucapnya Rio sambil berbisik


Rara pun pamit pada mereka karena dia harus menyelesaikan permasalahannya dengan Riska, ia akan membuat Vino menyesal sudah menyakiti kakaknya itu.


" Maaf Tuan Sami dan Tuan Tara, saya ijin pamit ada keperluan yang tidak bisa saya tinggalkan " ucap Rara


" Baik Nona Riri, senang bekerjasama dengan anda " ucap Pa Sami


" Saya juga merasa sangat senang bekerja dengan perusahaan anda " ucap Rara sambil menjabat tangan Pa Sami dan Tara


Ia langsung pergi dari sana dengan buru-buru menuju Rumah sakit dimana Vino dan Riska disana, namun keduanya belum bertemu karena Riska di tempatkan di ruangan yang sudah di atur oleh Rara dan Wiki.


Rio melihat jika ada mobil di belakang mobilnya yang sedang membuntuti mereka membuat dia kaget bukan main, ia takut jika orang yang mengikuti mereka adalah orang jahat.


" Nona... " ucap Rio dengan wajah yang terus melihat kaca spion


" Ada apa " ucap Rara


" Dibelakang kita ada yang mengikuti " ucap Rio mengencangkan kecepatan mobilnya


" Turunkan kecepatannya " ucap Rara ketakutan

__ADS_1


" Baik Nona " ucapnya


" Mereka bukan orang jahat, mereka orang suruhan Tuan Sami dan juga Tuan Tara, biarkan saja mereka tahu permasalahan ku, hal ini menguntungkan bagiku " ucap Rara sambil tersenyum Licik


" Maksud nona " ucap Rio bingung


" Sudah jangan banyak bertanya kamu fokus menyetir dan pura-pura tidak tahu ada yang mengikuti mu " ucap Rara


" Baik Nona " ucapnya langsung bersikap tenang seperti apa yang di perintahkan majikannya


Kini Rara dan Rio sudah berada di rumah skait, mereka segera masuk kedalam menuju ruangan dimana Riska berada namun mereka berpencar agar tidak di ketahui orang-orang yang mengikuti Rara sampai ke rumah sakit.


" Kamu tunggu di ruangan Vino, aku akan menemui duli Riska " ucap Rara


" Baik Nona "


Rara segera masuk kedalam ruangan dimana Riska berada, ia melihat tampak Riska sedang berbaring di tempat tidur.


Ceklek,,


" Kamu sudah datang ternyata " ucap Wiki sambil tersenyum menyambut kedatangan Rara


" Bagaimana keadaannya " tanya Rara duduk di samping ranjang tempat tidur Riska


" Dia baik-baik saja, kamu jangan khawatir " ucap Wiki


" Baguslah " ucap Rara terlihat cuek.


Tiba-tiba Riska bangun lalu melihat keadaan sekitarnya, ruangan itu tampak asing baginya ia kaget dan langsung bangun.


" Kamu di rumah sakit " ucap Rara sambil tersenyum


" Apa rumah sakit, kakak mau apakan anak ku.. jangan sakiti dia " ucap Riska sambil beeteriak


" Berisik sekali sih kamu... harusnya kamu berterima kasih padaku, jika bukan karena aku anak dalam kandungan mu sudah mati di gugurkan oleh suamiku " ucap Rara sambil tersenyum sinis


" Suami ku,, kakak maksudnya apa, bagaimana " batin Wiki tidak mengerti


" Aku tahu, kakak mau balas dendam kan padaku tapi jangan pada anak ini, dia tidak bersalah " ucap Riska sambil menangis


" Kata siapa aku akan menyakiti anakmu, justru aku akan membuat kamu dan suamiku bersatu " ucap Rara


" Maksud kakak bagaimana " tanya Riska heran


" Apa dia mau di madu,, wanita bodoh yang mau berbagi suami karena jaman sekarang lelaki hanya mengandalkan nafsu bukan karena ibadah semata " ucap Wiki dalam hatinya


" Apa ucapan ka Riri bisa di percaya " batin Riska


" Kamu dan Vino akan hancur sebentar lagi " batin Rara


" Aku akan membantumu untuk bersatu dengan Vino, dan aku akan menceraikan Vino secepatnya " ucap Rara tersenyum licik


" Yang benar ka " ucap Riska tersenyum senang

__ADS_1


" Jangan senang dulu, bukan sekarang kalian bersatu tapi nanti, lagian Bu Popi sedang di rawat di rumah sakit.. " ucap Rara mencari alasan


" Baik Ka, aku akan ikuti semua rencana mu.. asalkan aku dan Vino bersatu " ucap Riska


" Kamu tenang saja, aku bukan orang yang suka ingkar janji " ucap Rara


" Jadi suaminya Riri, menghamili Adiknya Riri,


yaitu Riska, benar-benar gila jika Riri memang benar-benar membantu Riska agar bisa bersatu dengan suaminya itu " batin Wili


" Terima kasih ka, aku sangat menyayangimu ka " ucap Riska sambil tersenyum


" Cih, dia bilang sayang, tapi merebut Suami kalanya sendiri.. benar-benar wanita tidak tahu diri " ucap Rara dalam hatinya


" Ga papah lah Riri jadi janda, aku siap menjadi calon suaminya " batin Wili


" Kami harus ikuti rencana ku " ucap Rara


" Apa ka " ucap Riska bingung


" Aku akan memberikan Vino padamu jika Benar-benar kamu hamil anak Vino " ucap Rara


" Baik Ka, aku memang hamil anak Vino " ucap Riska


" Dok tolong periksa dia " ucap Rara pada Wili


" Maaf Nona Riri, pemeriksaan tes DNA anak bisa di lakukan ketika anak itu lahir, jika dilakukan sekarang kami takut akan menyebabkan masalah pada janin Nona Riska " ucap Wili


" Ka percaya padaku, jika anak itu memang anak Vino " ucapnya Riska sambil menangis


" Kita lihat saja nanti " ucap Riska


.


.


.


.


Bersambung...


Halo semuanya, menyambut Bulan Ramadhan aku punya novel baru cocok untuk mengisi waktu ngabuburit kalian...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


...,,Selamat menjalankan ibadah Puasa,,...


__ADS_2