
Hari ini Riska di buat tidak bisa tidur karena ia melihat foto Vino yang tengah menyuapi Riri sang kakak. hatinya sakit dan rasa cemburu menguasai hatinya.
Ia ingin pergi dari rumah dan pergi ke rumah sakit dimana Vino berada namun tak bisa ia lakukan, sang ayah marah dan tidak mengijinkan ia pergi kemana-mana.
" Sial ka Riri apa-apaan ini mau pamer dan ini juga Vino kenapa mau-maunya menyuapi ka Riri bikin kesal saja " ucap Riska mencaci maki handphonenya sendiri.
Dengan senyum di bibirnya ia mulai menghubungi sang kekasihnya. karena sudah tidak tahan membaca komentar orang didalam foto tersebut, tak lama kemudian Vino langsung mengangkat teleponnya.
" Halo sayang " ucap Riksa dengan nada menggoda
Vino yang melihat jika istrinya sedang tertidur pulas bisa langsung berhati lega saat menerima telepon dari Riska.
" Ia halo sayang " ucap Vino
" Kamu sedang apa, dimana dan ngapain " ucap Riska yang masih dikuasai oleh rasa cemburunya
" Sayang kamu kenapa, tidak seperti biasanya berkata itu " tanya Vino heran
Sebenarnya Rara belum tidur namun ia pura-pura tidur demi mendengarkan pembicaraan mereka di telepon
" Untung aku bukan wanita bodoh yang bisa kamu tipu,, lihat saja akan ku balas kalian yang masih menjalin kasih di belakang ka Riri, padahal aku sudah peringatkan hal ini kemarin " batin Rara
" Sayang, Kamu jahat sama aku, apa maksudnya kamu menyuapi ka Riri,, apa kamu tidak menghargai lagi perasaan ku " ucap Riska dengan nada sedih
" Riska, sayang aku lakukan itu demi mendapatkan kepercayaan Riri kembali, kamu kan tau dia belum sepenuhnya memaafkan aku dan percaya lagi padaku,, posisi direktur belum di kembalikan lagi ke aku sayang " ucap Vino menenangkan sang kekasihnya itu.
" Sampai kapanpun aku tidak akan memberikan posisi direktur itu padamu,, mungkin dulu ka Riri dengan mudahnya percaya padamu tapi aku tak Sudi " batin Rara masih pura-pura tidur
" Tapi memangnya harus kalian terlihat mesra begitu " tanya Riska dengan wajah kesalnya
__ADS_1
" Maafkan aku yang sayang, aku janji akan membuat kamu senang, nanti akan aku berikan hadiah untukmu " ucap Vino sambil tersenyum
" Hadiahnya harus spesial ya sayang " ucap Riska kembali senang
" Tentu harus spesial untuk orang yang spesial " ucapnya Vino tertawa
" Cih, kalian memang sampah tidak pantas untuk ka Riri, lihat saja kamu Riska aku Takan membiarkan kamu dapat hadiah dari Vino " batin Rara
" Baiklah sayang aku sudah memaafkanmu " Ucap Riska
" Nah gitu dong sayang jadi kan aku tenang, besok kita makan siang bareng ya sayang " ucap Vino
" Ia sayang, aku tidak sabar menunggu hari esok " ucap Riska
" Aku Juga sudah sangat kangen padamu sayang " ucapnya Vino
" Bagaimana ini, itu kan di buat oleh Riri mana bisa aku nolak, tapi untuk sekarang aku harus iyakan perkataan Riska dulu saja dari pada dia ngambek dan membuat masalah lagi " batin Vino
" Kita lihat saja besok, apa bisa kamu bisa makan lagi dengan Vino atau tidak " batin Rara
" Ia sayang, sekarang kamu tidur ya ini sudah tengah malam, besok kita ketemu.. " ucap Vino
" Ia Sayang " ucap Riska langsung menutup teleponnya dengan hati tenang, begitu juga Vino kelihatannya dia langsung terlelap dalam tidurnya.
Rara yang melihat hal itu pun kembali tidur, setidaknya ia sudah tahu jika vino tidak akan pernah bisa berubah sama halnya dengan Riska mereka benar-benar pasangan yang serasi.
.
...****************...
__ADS_1
.
Sementara di tempat lain Tian sedang melihat foto di media sosialnya, ia melihat foto mesra Antara Rara dan Vino hatinya benar-benar marah dan cemburu, ia tidak rela jika wanita seperti Rara mendapatkan lelaki yang brengsek seperti Vino
Ia masih yakin jika wanita itu Rara bukan Riri, wanita yang sangat ia cintai.
" Brengsek kamu Vino kita lihat saja, aku akan merebut Rara dari tanganmu " ucap Tian sambil melempar gelas anggur ke lantai hingga pecah berantakan.
Lalu ia meminum botol anggur itu dengan di teguk langsung, ia melampiaskan kekesalannya pada anggur merah yang selalu menemaninya setiap malam.
Ia memang tidak suka pergi ke bar atau Club malam, ia lebih suka meminum anggur di ruang kerjanya, sendirian tanpa ada yang menggangu.
Secara materi memang dia kaya dan bergelimang harta tapi secara hatinya kosong dan hampa, ia sangat mencintai Rara tak ada wanita lain yang bisa menggantikan Rara dalam hatinya.
Namun ketika ia bertemu dengan Rara kembali, keadaan tak berpihak padanya, Rara sudah menikah, jelas-jelas kehidupannya pun begitu menyediakan tapi dia tidak mau bercerai dengan suaminya itu.
Ia sangat mengerti jika Rara ingin membalas dendam dahulu pada suaminya, tapi dalam Lubuk hatinya terdalam ia menginginkan jika Rara kembali ke sisinya tanpa harus cape-cepek membalas dendam.
" Ra, aku sangat mencintaimu.. kenapa kamu tidak mau kembali ke sampingku dan menceraikan saja laki-laki itu Ra,, laki-laki jahat itu tidak pantas untuk mu Ra... kenapa.. kenapa kamu tidak mau melepaskannya " teriakannya menggema di seluruh ruangan ini
Ia kembali meneguk botol anggur yang kedua, ia benar-benar frustasi dengan keadaan ini, ia begitu mencintai Rara sehingga ia tak rela Rara di perlakukan seperti itu.
Tian juga tidak rela jika Rara bersama dengan orang lain, karena ia yang paling mencintainya dari pada orang lain.
Ia mengambil foto Rara ketika kuliah dulu, ia memeluknya dengan erat mengisyaratkan jika ia benar-benar merindukan Rara.
" Ra,, aku merindukan mu " lirihnya
Bersambung...
__ADS_1