Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 17 Berubah


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Pa Mail sudah datang pagi-pagi sekali namun tidak bersama sang istri, ia pergi kerumah sakit sesuai permintaan Putrinya itu.


Sebelum Pa Mail berangkat ke rumah sakit ia terlebih dahulu mampir membelikan bubur untuk putrinya, dengan perasaan senang ia akan melihat jika putrinya itu sudah sembuh.


Sesampainya di rumah sakit, ia segera menuju keruangan dimana putrinya berada, ia melihat Vino yang masih tidur di sofa sementara putrinya masih terlelap di ranjang rumah sakit.


Melihat keadaan sang putri sebenarnya ia sedih, ia juga sudah berbicara secara pribadi pada sang putri untuk menceraikan suaminya itu, namun Rara menolak ia beralasan jika Vino bisa berubah asalkan kita bisa menjauhkan vino dengan Riska.


Terdengar konyol yang di lakukan Rara, bagaimana bisa ada wanita yang sesabar dia, jika wanita lain akan saling cakar mencakar jika dengan sang pelakor tapi dia sendiri seperti tenang menghadapinya.


Dulunya Vino adalah asisten Pa mail, melihat perilaku Vino yang baik membuat Pa Mail mengenalkan dia dengan putrinya itu, lalu berharap jika dia dan Vino bisa menikah.


Karena Riri memiliki sifat yang patuh, ia pun menuruti semua keinginan sang ayah, ini alasan terbesar saat ini Pa Mail merasa sangat bersalah pada Riri, ia juga Tidka menyangkan jika Vino akan melakukan hal seperti itu.


" Vino, bangun... kamu tidak pergi ke kantor " ucap Pa Mail membangunkan menantunya itu yang masih tidur di sofa.


" Ayah, kenapa disini, tidak memberitahukan aku sebelumnya " ucapnya gugup dan langsung duduk di sofa


" Tidak masalah, ayah mau bertemu dengan Riri, kamu pergi saja ke kantor " ucap Pa mail sambil tersenyum

__ADS_1


" Untung aku menemani Riri semalam disini, kalau tidak bisa kena marah pa Mail " batin Vino merasa lega


" Baiklah ayah, nanti pulang kerja aku kesini lagi untuk menjemput Riri " ucap Vino sambil tersenyum


" Tidak usah sayang, aku nanti pulang sama ayah saja " ucap Rara yang ternyata sudah bangun ketika sang ayah masuk kedalam Ruangannya.


" Baiklah, kalau begitu aku pamit ya sayang.. kalau ada apa-apa segera hubungi aku " ucap Vino dengan wajah yang semangat ingin bertemu dengan Riska di kantor.


Setelah Vino pamit, ia langsung pergi dari sana meninggalkan istri dan Mertuanya, tampak Rara berwajah sedih lagi membuat sang ayah bingung dan memeluknya.


" Ada apa nak, kenapa wajahmu murung sekali " tanya sang ayah bingung dan sedih melihat kondisi sang putrinya.


" Entah mengapa ko aku merasa jadi sangat cengeng,, apa ka Riri merasakan sakit hati atas semua perlakuan suaminya,, ah ka Riri jangan sia-siakan air mata kakak yang berharga ini pada lelaki yang tidak tahu diri seperti vino " batin Rara


Aku berpikir jika aku merubah penampilan ku, aku yakin lelaki mana saja akan menyukaiku bahkan lelaki yang seperti vino saja akan betekuk lutut padaku.


" Apapun yang kamu terbaik untukmu, ayah akan mendukung mu, bahkan jika kamu mau ayah akan mengirimkan beberapa pakaian agar mendukung penampilan mu nak,, karena kebahagiaan ayah adalah melihat mu bahagia bukan seperti ini, sudah kamu jangan menangis ya.. kamu harus kuat " ucap Pa mail memberikan kekuatan pemilik tubuh ini dan air matanya berhenti membuat Rara yakin jika sang kakak sudah mulai bangkit dan bersemangat kembali.


Sang dokter dan suster kecantikan datang keruangan Rara, mereka sengaja menjemput Rara untuk melakukan serangkaian prosedur yang harus ia lakukan untuk melakukan sedot lemak.


Rara tampak ragu duduk di kursi roda dan di bawa oleh mereka keruangan khusus, sementara Pa Mail menunggu kehadiran Rara di ruangannya saja dengan perasaan cemas dan gelisah.

__ADS_1


Pa Mail menunggu Rara hampir dua jam lamanya, hingga pada akhirnya sang dokter membawa Rara kembali ke ruangannya.


Pa Mail terkejut dengan perubahan Rara, sekarang kulitnya putih dan badannya tidak terllau gemuk. Dokter menyarankan jika Rara harus melakukan olahraga minimal dua kali dalam satu Minggu, ia juga di sarangkan untuk mengkonsumsi vitamin kulit yang ia berikan pada Rara.


Rara tampak bahagia dengan perubahan yang ia rasakan, ia sekarang lebih percaya diri untuk melakukan apapun. Ia juga ingin membuat hubungan Vino dan Riska hancur.


" Ka, lihatlah dirimu yang sekarang, kamu begitu cantik dan tubuhmu tidak sebesar dulu,, aku percaya ketika nanti kita bertukar tubuh kembali, kamu akan bangga padaku karena aku sudah merubah tubuhmu " ucap Rara dalam hatinya


" Riri kamu begitu cantik, kamu terlihat mirip dengan adik mu yang kembar, tapi sayang ayah belum bisa menemukan keberadaannya.. ayah harap dia bernasib baik dan bahagia bersama ibu kandungmu " batin Pa Mail


" Sayang, pihak rumah sakit sudah mengijinkan kamu untuk keluar dari rumah sakit, apa kamu mau keluar sekarang " tanya sang ayah


" Ia ayah, tapi aku ingin pergi ke Mall, aku ingin membeli beberapa baju disana " ucap Rara sambil tersenyum


" Kalau begitu biarkan ayah berbelanja bersama mu, ayah akan membawakan semua barang-barang mu nanti " goda sang ayah


" Tidak ayah, aku ingin berbelanja sendiri saja " tolak Rara, sebenarnya Rara akan bertemu dengan Tian, ia akan memperlihatkan perubahan dia padanya makanya ia menolak ajakan sang ayah.


Semua administrasi sudah di atur oleh Pa Mail sewaktu Rara di bawa oleh Dokter kecantikan, kini Pa Mail membawa Rara kedalam mobilnya dan mengantarkan dia ke Mall yang sudah ia katakan.


Sebelum pergi kesana Rara sengaja mengirimkan pesan pada Tian untuk bertemu denganya disana. sementara Tian hanya membalas ok saja.

__ADS_1


Pa Mail menyerahkan bubur yang tadi ia beli untuk putrinya, Rara belum sempat memakannya tadi jadi di dalam mobil ia segera memakan bubur itu agar sang ayah sedih karena tidak memakan buburnya itu.


__ADS_2