Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 21 Menjebak Riska


__ADS_3

Vino langsung membawa sang istri kedalam mobilnya, sesuai janjinya mereka akan makan di sebuah restoran yang sudah Vino pesan sebelumnya.


Rara melihat sinis pada sang mertua yang berani memberikan dia tatapan tajam padanya Sebelum mereka pergi dari rumah.


Rara senang karena rencananya akan segera di mulai, Vino juga terlalu bodoh jika menganggap Riri sebodoh sepolos yang dulu.


Kini mereka sudah sampai di restoran itu, Vino dan Rara masuk kedalam, mereka duduk di kursi VVIP. Sang pelayan pun segera menghampiri mereka dengan makanan yang sudah dipesan oleh Rara sebelumnya.


Rara sengaja memesan makanan sebelumnya, Vino yang tidak tahu jika Rara memberikan sesuatu di makanan dan minumannya untuk memuluskan rencananya.


" Nona dan Tuan silahkan menikmati " ucap Pelayan itu setelah meletakan makanan di atas meja


" Terima kasih " ucap Rara tersenyum jahat pada sang suami kakaknya itu.


" Sayang, kenapa kamu langsung memesan Makanan " tanya Vino dengan wajah heran


" Aku hanya terlalu lapar dan tidak sabar sayang, kalau kamu tidak suka kamu bisa pesan makanan kembali " ucapnya dengan wajah sedihnya membuat Vino iba dan kasian.


" Tidak perlu,, kita langsung makan saja " ucap Vino


" Kalau terus begini aku tidak akan bertemu dengan Riska dong, padahal aku merindukan Riska malam ini " batin Vino


" Tunggu sebentar lagi, kalian akan masuk dalam perangkap ku " batin Rara


Mereka pun mulai memakan makanan itu dengan lahap, makanan di restoran yang mahal dan selalu enak, mereka pun merasakan hal yang sama. Rara memesan sebuah anggur merah yang sudah di campur sesuatu kedalam gelas Vino.


" Sayang kita bersulang, karena cinta kita tidak pernah pudar " ucap Rara


" Ia sayang, aku akan mencintaimu Selalu " ucap Vino berbohong demi melancarkan rencananya


Mereka sedang asik makan dan minum sambil bercanda tawa, tapi ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka dengan wajah marah menahan emosinya. wanita itu adalah Riska.


Sejujurnya Rara sengaja menulis pesan pada Riska jika Vino menunggunya di restoran mahal untuk makan malam.


Namun apa yang dilihatnya malah sepasang suami istri yang terlihat harmonis dan romantis , membuat hatinya terbakar api cemburu. Apalagi tadi Riska melihat postingan Rara di salah satu media sosialnya yang memperlihatkan betapa mesranya Rara dan Vino.


" Sialan Kamu Vino, kenapa kamu menyuruhku kesini tapi kamu sendiri malah mengajak Riri,, aku tidak boleh kalah,, vino hanya akan menjadi milikku satu-satunya " batin Riska sambil meneguk anggur merah demi menghilangkan kekesalannya

__ADS_1


Merasa ada celah ketika Riri meminta ijin untuk pergi ke toilet, ia segera menghampirinya dengan keadaan sedikit mabuk.


" Vino " ucapnya berteriak sambil menangis


" Riska sayang, ssttt jangan teriak-teriak,, kalau Riri tahu bisa gawat, kita akan ketahuan " ucap Vino menenangkan Sang kekasih gelapnya itu


" Kamu masih membela wanita itu, apa kurangnya aku padamu,, aku tidak rela jika kamu bermesraan dengan Ka Riri " ucap Riska dengan wajah marah


" Kamu duduk dulu ya,, jangan marah-marah begini.. kamu sedang mabuk sayang " ucap Vino gugup


" Lepaskan aku,, aku mabuk juga gara-gara kamu,, kamu benar-benar jahat padaku,, apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi " ucap Riska sambil menangis dan memeluk Vino


" Sial, kenapa Riska bisa bersikap seperti ini sih tidak seperti biasanya,, bisa gawat kalau Riri lihat Riska disini, bagaimana ini " batin Vino


" Sayang dengarkan aku, aku sangat mencintaimu ko,, kamu jangan begini aku takut ada yang lihat Kita, nanti kalau Riri tahu bagaimana " ucap Vino mencoba melepaskan pelukan Riska


" Biarkan saja mereka tahu apalagi kalau sampai ka Riri tahu, aku yang berhak memilikimu bukan dia,, kamu hanya milikku satu-satunya " ucapnya sambil memeluk Vino kembali


Satu hal yang Riska tidak bisa ia kendalikan adakah ketika miliknya di rebut oleh orang lain, tapi kelemahan Riska itu akan di jadikan senjata bagi Rara. Karena menghadapi orang seperti Riska harus bermain pakai otak bukan pakai hati.


Tiba-tiba Rara datang sambil tersenyum senang melihat pemandangan indah di depannya, mereka tidak sadar jika ada seseorang yang sudah Rara bayar untuk merekam perbuatan mereka dan memfoto mereka.


" Riska... " ucap Riri memisahkan pelukan vino dan Riska sambil menangis dia menarik simpati orang lain disekitarnya


" Riri, ini tidak seperti yang kamu lihat " ucap Vino dengan gugup


" Lalu apa yang di lakukan Riska,, kenapa dia bisa memelukmu Sayang,, aku istrimu... aku yang berhak padamu " ucap Rara di lihat semua tamu yang ada disana, mereka jadi pusat perhatian membuat Vino benar-benar mati kutu.


" Sayang dengar dulu penjelasan ku " ucap Vino mulai getar getir dengan situasi seperti ini bisa-bisa nama baiknya hancur dan mertuanya murka padanya.


" Kakakku sayang kamu sudah lihat kan hubungan ku sama Vino,, Vino sangat mencintai ku mana mungkin dia melepaskan ku.. " ucap Riska yang langsung dipotong oleh Vino membekap mulut Riska agar tidak bicara sembarangan.


" Apa, Kalian masih bermain di belakang ku,, astaga kamu tidak mendengarnya ancaman ku " ucapnya Rara langsung menangis agar terlihat dia yang tersakiti dan orang-orang simpati padanya.


" Sayang,, sudah jangan dengarkan Riska, dia sedang mabuk,, sebaiknya kita pulang saja " ucap Vino langsung menarik tangan Sang istri untuk menghentikan pertengkaran biar bagaimanapun semua orang yang ada di sana tampak sedang merekam semua tindakan mereka.


" Tunggu Vino... " ucap Riska terus memanggil-manggil nama Vino dan memegang tangan vino

__ADS_1


" Aduh, kenapa dia malah mabuk begini... terus kenapa tubuhku juga panas dan kepalaku pusing, sialan wanita ini selalu berbuat tanpa berpikir panjang " batin Vino bingung


" Semakin seru saja ini drama,, akan ku tunjukan yang lebih heboh lagi dari ini " batin Rara


" Sayang aku mohon padamu, redam dulu amarahmu,, Riska sedang mabuk.. lihat semua orang tampak memperhatikan kita, apa kamu tidak malu " ucap Vino


" Cih, yang seharusnya malu bukan aku tapi kalian.. dasar manusia tidak tahu malu " batin Rara


" Ok, kita antar saja Riska pulang, kalau dia mabuk dan di temukan oleh orang jahat kasian juga dia " ucap Riri menghapus air matanya


" Ini baru Riri ku yang aku kenal, semarah-marahnya dia pasti tidak akan tega apalagi sama Riska , dasar Riri sangat bodoh, aku tidak usah khawatir kalau begitu.. nanti akan ku bujuk lagi dia " batin Vino dengan penuh kemenangan


" Baiklah sayang " ucap Vino langsung menggendong tubuh Riska


" Yang merasa menang lihat saja kamu masih bisa tersenyum lagi atau tidak " batin Rara


Sementara Riska yang di gendong pun merasa senang, bahkan ia seperti tidak tahu malu memonyongkan bibirnya jika tidak ada Rara disana mungkin mereka senang tapi ada Rara disana vino pura-pura tidak suka akan sikap Riska.


" Sayang, biarkan aku yang menyertir saja, sepertinya Riska tidak mau melepaskan pelukan mu " ucap Rara dengan wajah sinisnya


" RI, maafkan aku,, sumpah aku hanya mencintai mu,, Riska sedang mabuk jadi hilang akal jangan dengarkan dia " ucap Vino mencoba menenangkan istrinya


" Memangnya aku peduli sama kalian,, jangan kira aku bakal cemburu,, dasar Cowo brengsek,, " batin Rara


" Kamu tenang saja, Untuk sekarang aku tidak mau membahas hal ini " ucap Rara sambil tersenyum jahat


Rara melajukan mobilnya dengan kecepatan Sedang, tak terdengar suara mereka, Rara perkirakan jika mereka sudah tertidur pulas karena obat yang Rara masukan kedalamnya.


Rara berhenti di sebuah hotel. Ia langsung di sambut Bimo asistennya Tian dengan ramah.


" Malam Riri, Tuan Tian sudah menunggumu di atas " ucapnya Bimo


" Kamu bawa mereka berdua, dan lakukan sesuai dengan yang aku perintahkan, jangan lupa nanti sebarkan di media sosial biarkan skandal mereka di ketahui dunia " ucap Rara sambil tersenyum senang


" Baik RI, kamu tidak usah khawatir " ucap Bimo langsung menghampiri mobil yang di pakai Rara


Rara langsung pergi dari sana menuju kamar yang sudah di pesan oleh Tian, sedangkan Bimo dan beberapa anak buahnya langsung menggendong Vino dan Riska kesalahsatu kamar hotel disana.

__ADS_1


Bimo langsung melakukan tugasnya seperti yang sudah direncanakan oleh Rara sebelumnya, Kali ini Bimo mengakui jika yang di anggapnya Rara yang sekarang masih sama dengan Rara yang dulu. Ia licik dan pendendam, dia buka wanita yang lemah.


__ADS_2