
Rara tersenyum ketika Tian berbicara jika ia mendukung keputusannya. Ia tahu jika di dunia ini masih banyak orang yang peduli padanya di bandingkan Vino yang bisanya menyakitinya saja.
" Aku butuh bantuan mu " ucap Rara
" Katakan, aku akan membantumu " ucap Tian
" Aku mau besoknya setelah mereka menikah kamu suruh orang lain untuk mengusir Vino dan Riska dari rumah itu, kamu cari alasan jika rumah ini sudah di jual pada orang lain " ucap Rara sambil tersenyum jahat
" Kenapa kamu berkata seperti itu " ucap Tian
" Aku hanya ingin mereka mendapatkan balasan yang setimpal, jika tidak semudah itu bisa bahagia setelah lepas dari ku " ucap Rara
" Kalau itu yang kamu inginkan, aku bisa melakukannya " ucap Tian
" Oh ia, bisakah besok sebelum jam Satu siang kamu berikan surat perceraian ku dan Vino keluar.. aku tidak mau lagi ada hubungannya dengan dia " ucap Rara
" Aku bisa saja melakukan hal itu tapi dengan satu syarat " ucap Tian
" Katakan " ucap Rara
" Kamu harus tinggal di rumah ku, kamu kan sekarang tidak punya tempat tinggal " ucap Tian
" Kata siapa, aku sudah membeli sebuah apartemen dan lokasinya tidak jauh dari kantor " ucap Rara sambil tersenyum licik
" Jadi kamu sudah mempersiapkan semuanya.. semakin pintar saja.. kamu tidak selemah yang aku kira " ucap Tian dengan wajah kagumnya
" Aku tidak akan berbuat hal semacam ini tanpa rencana yang matang, jadi stop anggap aku lemah " ucap Rara
" Baiklah, untuk kali ini aku benar-benar kalah darimu... " ucap Tian
" Keputusan ku untuk memisahkan Ka Riri dengan Vino Memeng sudah bulat tapi ka Riri yang baru bisa melepaskan Vino.. " batin Rara
" Aku jadi semakin yakin jika kamu adalah Rara yang aku kenal.. aku benar-benar merindukan mu " batin Tian
" Jika tidak ada hal lain yang kamu ingin bicarakan lebih baik segera pergi dari sini.. aku sibuk " ucap Rara cuek pada Tian
" Jadi kamu mengusir aku dari sini " ucap Tian sambil tersenyum menggelengkan kepalanya karena belum ada wanita yang berani menolak pesonanya
Tian sosok laki-laki tampan, kaya raya yang selalu di idamkan setiap gadis di kota ini, tapi di hadapan Rara sosoknya seperti bisa saja.
" Baiklah aku akan pergi.. tapi besok aku akan mendampingi kamu besok " ucap Tian
" Tidak usah " ucap Rara
" Kenapa " ucap Tian heran
" Kamu tidak penting " ucap Rara
" Hey Rara dengarkan aku, aku kaya dan tampan di kota ini masa tidak ada satu pun yang menarik perhatian mu " ucap Tian
" Tidak ada " ucap Rara singkat
__ADS_1
" Maafkan aku Tian,, aku sejujurnya masih mencintai mu tapi disisi lain ini bukan tubuhku,, aku tidak mau jika kamu mengaggap tubuh Ka Riri sebagai diriku " batin Rara
" Apa tidak ada sedikit saja cinta untuk ku Ra, aku benar-benar mencintai mu, aku Takan pernah menyia-nyiakan kamu seperti yang di lakukan Vino " batin Tian
" Yasudah aku pulang " ucap Tian meninggalkan kantor Rara dengan wajah yang kesal.
Sementara Rio tampak heran dengan kepergian Tian apalagi di wajahnya terlihat ekspresi kesal dan marah.
" Nona itu Tuan Tian " ucap Rio
" Biarkan saja.. kamu lebih baik pesankan aku makanan yang pedas " ucap Rara sambil tersenyum
" Baik Nona... tapi ini berkas yang harus nona tanda tangan " ucap Rio
" Baiklah berikan, semua yang penting yang harus aku tanda tangan berikan sekarang.. aku mau cuti " ucap Rara
" Cuti kemana Nona " tanya Rio
" Bukan urusan mu,, aku hanya titip perusahaan ini padamu, jika Vino mencari aku tau siapapun yang mencari ku kamu katakan aku sedang dinas ke luar negeri,, aku tidak mau di ganggu oleh siapapun " ucapnya Rara
" Baik Nona " ucap Rio
" Apa nona Rara masih sedih dan galau karena pernikahan Tuan Vino dan Nona Riska, tapi masa ia " batin Rio
" Aku akan memberikan nomber Handphone ku yang bisa kamu hubungi, jika ada yang penting kamu bisa menghubungi ku tapi ingat jangan memberikan nomber Handphone itu pada siapapun " ucap Rara
" baik Nona " ucap Rio
" Nona kenapa nona harus menghindari masalah " ucap Rio dengan wajah sedih
" Aku bukan menghindari masalah, tapi ada kalanya kita butuh waktu sendiri.. aku harap kamu bisa mengerti " ucap Rara
" Baik nona, semua yang nona sudah putuskan aku akan mencoba menjalankan perintah nona sebaik mungkin.. tapi nona juga harus jaga diri nona baik-baik " ucap Rio
" Kamu tenang saja " ucap Rara sambil tersenyum
" Yasudah sana pesankan makanan aku sudah lapar " ucap Rara
" Apa nona tidak mau makan siang di laut saja bersama ku.. itung-itung ini makan siang yang terakhir sampai nona kembali cuti " ucap Rio
" Kamu benar.. selama ini kamu sudah bekerja keras " ucap Rara
" Aku akan pesankan restoran yang mewah " ucap Rio
" Tidak usah, kita makan di restoran biasa saja " ucap Rara
" Baiklah Nona " ucap Rio
Rara langsung meninggalkan Ruangannya dan segera masuk kedalam mobilnya, tentu saja yang menyetir adalah Rio.
Rara ingat jika dulu di dekat taman ada tukang bakso langganan ia dan Tian sewaktu bersama. dan rasanya tak kalah enak ko dengan cafe-cafe yang mahal di sana. ia langsung memberitahukan alamatnya pada Rio.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama untuk sampai disana, mereka turun ketika tukang bakso yang Rara tunjukan berjualan disana.
" Nona apa tidak salah kita makan disini " ucap Rio heran
" Kenapa, baksonya enak loh... pokonya kamu harus makan disini ya.. cobain wajib " ucap Rara
" Baiklah " ucap Rio
Ketika mereka berdua seperti ini Rara bersikap seperti seorang Tan bukan seorang bos. Sikapnya yang ramah juga kini terlihat ketika Rio melihat ia bertegur sapa dengan sang penjual Bakso.
" Pa, baksonya dua " ucap Rara
" Nona Rara " ucap sang penjual bakso
" Pa apa kabar... " sapa Rara
" Baik non.. mana Tuan Tian kenapa tidak makan bersama.. Eh maaf ini pacar non yang baru ya " ucap Penjual bakso itu
" Bukan pa, dia itu Rio teman saya.. " ucap Rara sambil tersenyum
" Oh ia Non " ucapnya
" Dimakan disini ya pa " ucap Rara
" Baik Non "
" Yuk makannya disana... suasananya enak " ucap Rara mengajak Rio duduk di bawah pohon
" Aku melihat sosok yang berbeda dari Nona Riri.. kenapa aku merasa deg-degan dekat dengan Nona Riri " batin Rio
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1
,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,