
Semua emas milik Sang Kaka sudah ia temukan, tak hanya itu ia juga sedang membuat emas palsu untuk menggantikan perhiasan yang asli sang Kakak.
" Lihat saja semua yang harusnya milik Ka Riri sebentar lagi akan menjadi miliknya lagi " ucap Rara sambil tersenyum jahat melihat semua perhiasan di hadapannya
" Nona saya hanya menemukan perhiasan ini saja " ucapnya sang pelayan
" Bagus, nanti kamu cari lagi dokumen rumah ini dan dokumen yang penting lainnya " ucap Rara pada sang pelayan itu
" Baik Nona "
" Jangan sampai ketahuan oleh Siapapun, dan jangan bilang masalah ini pada Tian " Ucapnya Rara
" Baik Nona " ucapnya tampak menyetujui apa yang di perintahkan oleh Rara
" Kamu simpan lagi sesuai dengan tempatnya tadi, nanti aku akan menukarkan perhiasan itu dengan yang palsu, nanti kamu tukarkan " ucap Rara
" Kapan Nona " tanyanya
" Satu dua hari lagi " ucapnya Rara
" Baik Nona "
Tiba-tiba handphone Rara berbunyi tanda seseorang menghubunginya dan ini bukan Vino melainkan Wiki dokter temannya Rio yang akan di ajak kerja sama dengan Rara.
Kring.. Kring ...
" Mau apa dia telepon " batin Rara
" Halo... kapan kamu mau ke rumah sakit " ucapnya Wiki
" Nanti sore " ucap Rara
" Baiklah, kertas yang kamu mau sudah aku siapkan " ucap Wiki sambil tersenyum
" Baik Kamu tunggu saja, nanti aku hubungi lagi " ucap Rara
" Ok baik " ucapnya
Rara langsung menutup teleponnya, ia melihat pelayan itu yang sedang mencari apa yang ia minta.
" Meti " panggil Rara
" Ia Nona " jawabnya
" Aku akan pergi ke kantor, hari ini ada Meting dengan Klien penting, kamu hentikan mencari dokumennya takut Vino kembali kerumah " ucap Rara
" Baik Nona "
" Laporkan padaku apa yang di lakukan Vino dirumah ini " ucap Rara
" Baik Nona "
" Kamu tidak udah khawatir, rumah ini ada Cctv tersembunyi di setiap sudut " ucap Rara
" Baik Nona "
Rara langsung pergi ke dari sana, Rio sudah menunggunya di depan rumahnya kebetulan metingnya di lakukan di luar kantor.
" Siang Nona " ucap Rio ketika Rara masuk kedalam mobil milik Rio
__ADS_1
" Siang juga " ucap Rara sambil tersenyum
" Hari ini Meting di lakukan di Cafe B " ucapnya Rio
" Kamu sudah siapkan semua data " tanya Rara
" Sudah Nona, anda tidak usah khawatir " ucap Rio
" Baiklah kalau begitu " ucap Rara merasa lega
" Nona tadi Tuan Mail dan Nyoya Reni datang ke kantor " ucap Rio
" Ngapain ayah ke kantor " ucap Rara Bingung
" Tuan Mail mencari keberadaan Nona Riska karena semalam dia tidak pulang, dia juga menanyakan keberadaan Vino pada saya " ucap Rio
" Lalu kamu jawab apa " tanya Rara
" Saya mengatakan jika Tuan Vino sedang berada di rumah sakit menunggu ibunya disana, lalu beliau juga menanyakan kepada saya keberadaan Nona, say jawab jika nona sedang beristirahat di rumah karena semalam menunggu ibunya Tuan Vino " ucap Rio
" Bagus, sekarang ayah lebih percaya padaku di banding Riska " ucap Rara sambil tersenyum jahat
" Lalu bagaimana keadaan Riska sekarang " tanya Rara
" Nona Riska baik-baik saja, keadaanya dan bayinya juga sehat " ucap Rio
" Nanti sore kamu bawa dia ke rumah sakit namun jangan sampai dia tahu " ucap Rara
" Baik Nona " ucap Rio
Kini mereka sudah sampai di Cafe B, Rara dan Rio segera turun dari sana. Ia masuk kedalam dan duduk di kursi Yang sebelumnya sudah di pesan Rio sebelumnya.
" Selamat Siang Nona dan Tuan, ini menu cafe kami, silahkan dilihat.. " ucap sang pelayan memberikan buku menu
" Nona mau pesan apa " tanya Rio
" Es jeruk saja " ucap Rara
" Es jeruknya Dua nya " ucap Rio
" Mau sekalian pesan makananya " tanya sang pelayan
" Tidak itu saja dulu " ucap Rio sambil tersenyum pada pelayan itu
Sang pelayan langsung pergi dari sana untuk menyiapkan pesanan yang di pesan oleh Rara dan Rio, memang siang hari cocok jika meminum es jeruk apalagi itu minuman kesukaannya Rara.
Rio langsung membuka laptopnya dan mengeluarkan beberapa lembar dokumen yang akan ia perlihatkan pada Klien.
Tiba-tiba datanglah sosok laki-laki tua yang ternyata dikenal oleh Rara, lelaki itu bernama Tuan Sami, beliau adalah Ayah dari Tian. Keduanya tampak kaget ketika bertemu kembali.
" Kenapa aku harus bertemu dengan Tuan Sami, aku tidak akan lupa bagaimana cara Tuan Sami menghinaku dulu " ucap Rara dalam hatinya
" Apa, dia bukannya Rara, kenapa dia bisa memimpin perusahaan.. aku tidak paham " Batin Sami
" Bukankah Kamu Rara " ucap Tuan Sami melihat Wajah Rara, dia bahkan melihat penampilan Rara dari bawah sampai atas
" Apa Tuan Sami kenal dengan Nona Riri " batin Rio
" Tuan Sami perkenalkan nama saya Riri direktur dari perusahaan Vender " ucap Riri sambil tersenyum ramah ia yakin jika Tuan Sami akan kaget bertemu dengan sosok dirinya yang berbeda dari dulu
__ADS_1
" Kamu mirip sekali dengan orang yang saya kenal " ucap Tuan Sami dengan wajah yang kaget
" Tuan bisa saja, mungkin karena wajah saya biasa saja sehingga mudah di kenal " ucap Rara sambil tersenyum
Mereka tampak berjabat tangan dan duduk di kursi yang kosong, yang menjadi asisten Tuan Sami adalah Tara, dia adalah anak pertama Tuan Sami, kakaknya Tian.
" Dia benar-benar mirip dengan Rara dulu, apakah mereka kerabat atau bagaimana, seperti pinang di belah dua " batin Tara
" Kalian adalah orang-orang dulu yang ingin aku balas dendam, gara-gara kalian aku berpisah dengan Tian " batin Rara
" Silahkan Duduk " ucap Rara
Datanglah Pelayan membawakan pesanan yang sebelumnya sudah di pesan Rara dan Rio.
" Silahkan dinikmati " ucap sang pelayan
" Tuan, mau pesan apa " tanya Rio
" Kopi Late dua " ucap Tara
" Baik Tuan, mohon di tunggu pesanannya " ucap Sang pelayan
Rio mulai mempresentasikan proyek yang di tawarkan perusahaannya, tampak Tara terus memandangi wajah Rara, apalagi ketika ia tersenyum.
" Cantik juga dia, kenapa aku baru sadar " batin Tara
Sementara Tuan Sami kagum dengan proyek yang di tawarkan baginya wanita yang di depannya itu adalah wanita berbeda dengan wanita dulu yang pernah ia temui.
" Sepertinya aku salah menilai, ternyata dia buka Rara, dia wanita pintar dan realistis juga " batin Tuan Sami
Setelah selesai presentasi dan Tuan Sami menyetujui proyeknya kini di lanjut dengan mengobrol santai antara mereka, tujuan Pa sami adalah ingin memastikan jika Wanita di hadapannya bukan Rara karena di dalam hati terdalamnya ia yakin jika wanita itu adalah Riri.
Pelayan segera menghampiri mereka dengan membawakan Pesanan Tuan sami dan Tara.
" Silahkan Tuan " ucapnya
" Terima kasih " ucap Tara
.
.
.
.
Bersambung...
Halo semuanya, menyambut Bulan Ramadhan aku punya novel baru cocok untuk mengisi waktu ngabuburit kalian...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1
...,,Selamat menjalankan ibadah Puasa,,...