Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 68 Pernikahan Riska dan Vino


__ADS_3

Hari yang di nanti-nanti oleh Rara telat tiba, meskipun rasanya berat namun ia harus lakukan agar sang kakak terbebas dari Vino laki-laki yang dengan sengaja berselingkuh selama mereka pacaran.


Kebohongan setelah bertahun-tahun akhirnya terungkap, hanya ingin menguasai harta yang di miliki Rara selama ini. Tanpa ada rasa penyesalan ia lakukan itu.


Riri sangat mencintainya dari dulu, ia pikir jika Vino adalah laki-laki tulus tapi ternyata hidupnya di penuhi dengan ambisi pada harta. Sama halnya dengan adik tirinya.


Pasangan yang cocok sama-sama gila harta tapi ia percaya jika Tuhan tidak tidur, semua yang mereka perbuat suatu saat akan kembali menyerang mereka.


Tian sudah menunggunya di Parkiran, ia berusaha tegar tepatnya Riri yang berusaha Tegar, Rara langsung masuk kedalam mobil milik Tian bersama Rio.


Bimo dan Rio akan jadi saksi bagaimana Rara membalas perbuatannya Vino selama ini pada sang kakak.


" Kami baik-baik saja " tanya Bimo yang melihat raut kesedihan di wajah Rara


" Aku baik-baik saja " ucap Rara sambil tersenyum di paksakan


" Sudah cepat jalan, nanti kejebak macet " ucap Tian


" Baik Tian " jawabnya


" Aku tahu bagaimana perasaan mu Ra,, semoga kamu lebih kuat lagi.. Vino benar-benar lelaki yang tidak baik untuk mu " ucap Bimo dalam hatinya


" Setelah semua ini nona pasti bahagia, dan menemukan kebahagiaan nona sendiri.. sepertinya Tuan Tian tidak tahu kalau nona akan pergi " batin Rio


" Setelah semua ini, aku akan langsung melamarmu Ra " batin Tian


Kini mereka sudah sampai di depan rumah Rara, banyak tamu yang datang. Bu Reni juga sudah menunggu kehadiran Rara semenjak tadi.


" Ri, kamu itu sengaja ya datangnya telat.. kami pasti mau menggalakan acara pernikahan Riska kan " ucap Bu Reni dengan wajah kesalnya


" Maf Bu, barusan jalanan macet " panggil Rara


" Yasudah kalian masuk saja " ucapnya sang ayah


" Ia ayah " ucap Rara sambil tersenyum


Betapa sakit hati Rara ketika melihat Vino tampak tersenyum bahagia dengan baju pengantin yang ia kenakan, Riska juga terlihat sangat bahagia.


Air mata Riri tak dapat di bendung lagi, kenangan mereka menikah juga terlibat di pikiran Rara. Ia tahu jika sang kakak hatinya sedang sering melihat kebahagiaan dari Vino dan Riska.


" Ayolah ka jangan nangis terus,, kakak ga boleh lemah.. ingat bagaimana mereka selingkuh.. lepaskan Vino.. lihat kebahagiaannya bukan di Kakak tapi di Riska " ucap Rara dalam hatinya


Rara langsung menghapus air matanya, Bimo, Rio dan Tian juga melihat bagaimana Wajah Riri berubah jadi sedih saat melihat kemesraan Vino dan Riska.


" Laki-laki seperti itu tidak pantas kamu tangisi " ucap Tian memeluk Rara agar hatinya tenanh


" Benar Non, ingat rencana kita " ucap Rio tampak menyemangati sang majikan


" Ayo Ri, kamu bisa.. kamu bukan Riri yang lemah.. masih ada kita yang dukung kamu " ucap Bimo

__ADS_1


Rara langsung melepaskan pelukannya Tian, terasa canggung ketika di peluk kembali oleh Tian.


" Dengarkan apa yang mereka katakan Ka.. lihat kakak tidak sendirian.. masih banyak yang peduli " batin Rara


Riska tiba-tiba menarik tangan Vino dan membawanya menemui Rara yang baru saja datang, niat Riska hanya ingin pamer pada kakaknya tersebut. apalagi sebentar lagi ia akan menjadi istri Vino laki-laki yang di cintai oleh nya.


" Ka Riri sudah datang " ucap Riska sambil tersenyum


Raut wajah Vino pun berubah menjadi diam dan hanya bisa menatap wajah Riri. Rasa sakit itu tidak bisa ia tahan lagi. Air mata itu kembali menetes di depan Vino.


" RI,, maafkan aku " ucap Vino


" Tidak apa-apa.. semoga kalian bahagia " ucap Rara menghapus air matanya


" Dih, ini wanita sok banget senyum-senyum pula.. apa dia ga punya hati.. Riri juga pasti sakit hati " batin Rio


" Benar-benar cocok.. kalian sebentar lagi akan hancur.. kalian boleh bahagia sekarang.. tapi nanti kita lihat " batin Tian


" Jauhkan aku dari wanita yang seperti ini Tuhan... " batin Bimo


" Terima kasih ya ka, sudah doakan kami.. Kami pasti bahagia apalagi dengan kejadian dia " ucap Riska sambil mengusap perutnya


" Hamil belum nikah saja sudah bangga " sindir Tian


" Ish " ucapan Riska kesal


" Kalian duduk saja dulu di sana ya.. aku ke mau ke belakang dulu... " ucap Rara


" Aku mau ke kamar mandi " ucap Rara langsung pergi dari sana


Vino dan Riska kembali duduk di kursi yang akan menjadi saksi bisu mereka melangsungkan ijab Kabul.


Sementara Ketiga laki-laki yang tadi berangkat bersama dengan Rara hanya bisa duduk di kursi tamu untuk melihat acaranya di mulai.


Rara pergi ke kamarnya dengan hati sedih, dalam pikirannya rasa kecewa yang ia dapatkan apalagi Vino terlihat bahagia dengan Riska.


" Kakak, liha tkan bagaimana Vino bahagia bersama Riska.. kakak harus sadar jika Vino memang laki-laki yang harus kakak relakan dan lepaskan... jangan seperti ini.. aku mohon ka " ucap Rara sambil melihat kearah Cermin


Setelah berdamai dengan hati Riri, Rara langsung membawa koper, tekadnya sudah bulat jika ia terus-menerus ada disini ia tidak akan tahan lagi.


Ia melihat jika acaranya sudah di mulai. Disana ada sang ayah yang akan menjadi wali nikah Riska, Ia menjabat tangan Vino.


Bayangan dahulu ketika Vino menjabat tangan Pa Mail dan dengan lantangnya mengucapkan ijab Qabul. Riri kembali nangis di buatnya.


Hal yang di lakukan sekarang sama dengan dulu namun ekspresi wajah Vino terlihat bahagia, entah mengapa Riri merasa jika dulu Vino tidak sesenang ini.


Proses Ijab Qabul berjalan lancar didepan para tamu yang ada, meskipun dengan keadaan sedih dan sakit hati Rara harus lakukan itu.


Rara berjalan kehadapan Riska dan Vino yang selesai menandatangani buku nikah, ia melihat jika senyuman bahagia terpancar dari keduanya.

__ADS_1


" Ka Riri, lihat aku dan Vino sudah resmi menikah " ucap Riska dengan senyuman bahagia


" Selamat untuk kalian semoga kamu tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan di khianati oleh Vino.. aku hanya ingin memberikan ini " ucap Rara memberikan amplop berisi dokumen perceraian mereka yang sudah resmi


" Apa itu " ucap Riska penasaran


Vino langsung membuka amplop itu, ia melihat jika isi amplop itu berisi dokumen perceraian yang sudah ia tanda tangani.


" Aku tidak pernah menandatangani itu " ucap Vino kaget


" Apa... jadi itu dokumen perceraian resmi antara Ka Riri dan Vino... bagus deh jadi aku wanita satu-satunya yang menjadi istri Vino sekarang " batin Riska


" Kapan aku menandatangani ya " batin Vino kaget


" Kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi, dia antara kita sudah berakhir jangan pernah sekali pun kamu menggangu hidup ku lagi.. " ucap Rara sambil meneteskan air matanya


" RI.. ini tidak mungkin mana mungkin aku mau menceraikan mu.. " ucapnya Vino sambil menangis


" Sayang, biarkan saja " ucap Riska kesal karena sikap Vino berlebihan bahkan sampai berlutut di depan Rara


" Diam kamu " ucap Vino


" Terima kasih sudah mengisi hari-hari ku dulu, aku sudah memaafkan semua kesalahan mu.. kita sudah tidak cocok lagi.. terlalu banyak aku pendam rasa sakit ini.. aku hanya berharap kamu bahagia dengan wanita yang kamu cintai " ucap Rara langsung membawa koper pergi dari sana


" Ri tunggu " ucap Vino


" Sayang sudah lah " ucap Riska menahan tubuh Vino untuk mengejar Sang kakak


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,


__ADS_2