
Acara makan malam pun tiba, Pa mail mengetuk pintu kamar Rara, ia hanya ingin memastikan jika putri kesayangannya itu baik-baik saja.
Tok... Tok... Tok..
" Masuk " ucap Rara yang sedang mengeringkan rambutnya
" Ri, ini ayah " ucap Pa mail langsung masuk kedalam kamar Rara
" Ayah, ada apa " tanya Rara Bingung
" Apa kamu baik-baik saja " tanya Pa mail dengan raut wajah khawatir
" Aku baik-baik saja ayah.. " ucap Rara sambil tersenyum
" Syukurlah jika kamu baik-baik saja.. ayah tahu kamu anak yang kuat dan mandiri dari dulu.. tapi jika kamu punya masalah cerita pada ayah apapun itu... " ucap Pa Mail
" Ia ayah.. " ucap Rara
" Bagaimana keadaan Vino.. apa dia ada disini " tanya sang ayah sambil melihat sekeliling siapa tahu ada Vino
" Sepertinya keadaan Vino tidak baik-baik saja, bagaimana pun kehilangan sosok seorang ibu adalah hal yang paling menyakitkan dalam hidup kita " ucap Rara dengan wajah sedih
" Maafkan aku Renata.. aku dulu terlalu egois hingga kamu memilih meninggalkan aku.. anak kita Riri sudah tumbuh menjadi sosok wanita yang kuat dan mandiri.. aku merindukan mu dan anak kita bernama Rara.. bagaimana keadaan kalian sekarang " batin Pa Mail
" Ibu,, aku merindukan mu " batin Rara
" Kamu harus menghibur Vino.. biar bagaimanapun dia masih suamimu.. dan akan tetap Suami mu selamanya.. ayah bisa pastikan itu " ucap Pa Mail
" Ayah aku tidak mau membicarakan hal itu, kita juga tidak akan tahu bagaimana kita kedepannya nanti " ucap Rara
" Maafkan aku ayah, aku tida bisa terus bersama dengan Vino, aku juga tidak akan membiarkan Ka Riri masih bersama dengan laki-laki jahat itu.. cukup dari dulu ka Riri selalu tersakiti " batin Rara
" Hari ayah akan sedih jika kamu berpisah dengan Vino, karena ayah tahu kamu sangat mencintai Vino.. ayah tidak sanggup melihat kamu sedih " batin Pa mail
" Kalau begitu kita makan malam dulu, ayah tahu kamu dari tadi belum makan. " ucap Pa Mail
" Ia ayah, ayo kita makan " ucap Rara
Rara dan Pa mail langsung meninggalkan kamar itu, mereka segera turun ke bawah menuju ruang makan, namun mereka hanya melihat Riska dan Bu Reni saja di sana tanpa ada sosok Vino.
" Di mana Vino " tanya Pa mail pada Bu Reni dan Riska
" Loh ko tanya kita.. ayah tanya dong sama Istrinya " ucap Riska sinis
" Ibu,, kemana ya Vino " ucap Riska dengan nada suara khawatir
" Biar aku yang cari " ucap Rara hendak pergi namun Riska menghentikannya
" Biar aku saja " ucap Riska
" Memang kamu tahu Vino di mana " tanya Rara sinis
" Aku akan cari dia " ucap Riska langsung pergi dari sana dengan niat hati mencari Lelaki yang ia cintai
Rara kembali duduk di kursi, ia tampak mengambil lauk pauk yang akan ia makan.
" Jangan lupa makan supnya " ucap Pa Mail memberikan mangkuk berisi sup agar tubuh Rara hangat
" Terima kasih ayah " ucap Rara langsung memakan supnya
__ADS_1
Rara langsung meminum sup pemberian sang ayah, tubuhnya jadi lebih hangat setelah meminum sup itu. Tiba-tiba terdengar suara ketikan pintu yang keras tak jauh dari ruang makan.
Tok.. Tok.. Tok...
Tok.. Tok.. Tok...
Tok.. Tok.. Tok...
" Siapa sih yang ketum-ketum pintu.. berisik sekali " ucap Bu Reni
" aku tidak tahu bu " ucap Rara
" Palingan juga Riska " ucap Pa Mail
Seperti dugaan Pa Mail, kini terdengar suara Riska dengan teriak-teriak membuat mereka langsung menghampiri Riska.
" Vino... Buka pintunya "
" Vino... " teriakan Riska
" Ayo kita samperin Riska Mas... " ucap Bu Reni
" Ayo Bu " ucapnya
Mereka menghampiri Riska dengan wajah kesal karena kebiasaan Riska jika marah pasti akan teriak-teriak seperti orang utan.
" Riska ada apa ini " ucap Bu Reni dengan wajah kesalnya
" Ia Riska, kau ga bisa jika ngomong tidak teriak-teriak seperti di hutan saja " ucap Pa Mail
" Ayah ibu.. Vino mengurung dirinya di kamar.. akukan jadi khawatir " ucap Riska dengan wajah kesal
Bu Reni langsung mengetuk pintu kamar Bu Popi dengan suara yang lembut ia memanggil Vino, namun tetap saja tidak berhasil.
" Kalau begitu biar ayah saya yang panggil dia " ucap Pa Mail
" Ia ayah " ucap Mereka
Tok.. Tok.. Tok...
" Vino, cepat keluar, kita makan malam sama-sama " ucap Pa Mail
" Aku tidak lapar ayah " ucap Vino terdengar di dalam kamar itu
" Sayang, kamu harus makan " ucap Riska
" Aku tidak mau " ucap Vino
" Sepertinya Vino Arjuna saja, sampai di bujuk segala.. malas sekali aku melihat drama ini " ucap Rara dalam hatinya
" Ayolah Nak " ucapnya Bu Reni ikut membujuk Vino
" Aku mau makan kalau Riri yang menyuruh ku makan " ucap Vino membuat semua mata melihat kearah Rara
" Kenapa.. jangan kalian pikir aku mau membujuknya " ucap Rara dengan nada sinis
" Ayolah ka.. bujuk Vino.. aku khawatir dengan keadaanya " ucap Riska
" Lebih baik jika dia menyusul Bu Popi ke alam baka " batin Rara
__ADS_1
" Bu.. " ucap Riska meminta Sang ibu membujuk Vino agar keluar
" Ayolah RI, kamu tinggal ngomong sama Vino apa susahnya " ucap Bu Reni
" Ia nak, kamu cepat bujuk Vino " ucap Pa Mail
" Aku tidak bisa membatah ucapan ayah.. lagian Vino ada-ada saja.. membuatku kesal saja " batin Rara
" Baiklah ayah " ucapnya Rara langsung mengetuk pintu kamar Bu Popi
Tok.. Tok.. Tok...
" Vino, ini aku... cepat keluar.. kita makan malam sama-sama " ucap Rara dengan nada sjnis
Setelah mendengar suara Rara, Vino langsung membuka pintu kamar, ia langsung keluar dan menghampiri mereka yang sedang menunggu dia dari tadi.
" Sayang, akhirnya kamu mau makan juga.. aku sudah buatkan makanan kesukaan mu.. " ucap Riska langsung menggandeng tangan Vino
" Lepaskan aku " ucap Vino
Rara langsung meninggalkan tempat itu menuju ruangan makan, dari tadi dia sudah muak dengan drama yang Riska dan vino mainkan.
Pa mail pun menyusul Rara, ia menduga jika putrinya itu sedih melihat kemesraan antara Riska dan Vino.
Kini mereka sudah duduk makan bersama dalam satu meja. Terdapat beberapa makanan yang di hidangkan di atas meja.
Riska duduk di samping Vino, ia benar-benar tidak mau lepas dari Vino. Vino yang tidak enak karena ia melihat wajah Riri yang cuek padanya pun langsung berpindah tempat duduk di samping Rara.
" Sayang kenapa kamu pindah tempat duduk " tanya Riska
" Aku mau dekat dengan Riri " ucap Vino sambil tersenyum
" Aku maunya kamu pergi yang jauh dari hidupku " batin Rara
" Sial, Kenapa Vino semakin cuek padaku " batin Riska
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,
__ADS_1