
Rara benar-benar meninggalkan rumahnya, Sementara Tia masih disana dan memanggil Meti yang sedang sibuk mencuci pakaian.
" Meti... " panggil Tian
" Ia Tuan Muda " ucapnya langsung menghampirinya
" Coba katakan apa yang beberapa hari ini di lakukan oleh Riri " tanya Tian
" Aduh bagaimana ini, aku kan sudah berjanji pada nona tidak akan mengatakan apapun pada Tuan Tian " batin Meti
" Kita lihat, apa yang kamu rencana kan Ra " batin Tian
" Maaf Tuan, nona tidak melakukan apapun selain tidur dan beristirahat, karena kebetulan sekali Bu Popi sedang di rawat di rumah sakit, jadi Tuan Vino tidak datang kerumah ini " ucapnya
" Kemarin Kamu tahu jika Riri pergi dari rumah dengan menggunakan gaun " tanya Tian
" Saya tahu Tuan jika nona pergi dari rumah menggunakan gaun dan berdandan cantik, tapi saya tidak tahu Nona pergi dengan siapa " tanya Meti jujur
" Baiklah.. kamu kembali bekerja, saya mau pergi ke kantor " ucap Tian tak banyak pertanyaan lagi
" Baik Tuan " ucapnya Meti sambil tersenyum
Tian langsung pergi dari sana dan melajukan mobilnya, sebelum ia pergi ke kantor ia menelepon Rio untuk menanyakan beberapa hal padanya tentang Rara.
Tut... Tut... Tut...
" Selamat pagi Tuan Tian " sapa Rio
" Kamu dimana " tanya Tian dengan nada sinis
" Saya masih di jalan Tuan, sebentar lagi sampai ke kantor.. memangnya ada apa Tuan " tanyanya heran karena tidak biasanya yang dulu menjadi Majikannya itu meneleponnya
" Baik, kita ketemu di Cafe C yang dekat dengan kantor mu,, ada beberapa hal yang saya tanyakan penting " ucap Tian
" Baik Tuan, saya akan menunggu Tuan di sana " ucapnya sopan
" sebenarnya ada apa dengan Tuan Tian, perasaan ku jadi tidak menentu " batin Rio gugup
Tian langsung mengendarai mobilnya menuju cafe dimana ia dan Rio akan bertemu. Tempatnya sangat nyaman dan bersih, ini juga Cafe yang dari pagi-pagi sekali sudah buka, karena Cafe ini juga menyediakan menu sarapan sehingga cafe ini selaku di minati pembelinya.
Kini Tian sudah sampai lebih dahulu di banding Tio, karena jarak Antara rumah Rara dengan Rio cukup jauh.
Tian masuk kedalam Cafe dan duduk di kursi yang kosong. Ia segera di hampiri oleh salah satu pelayan yang ada disana.
" Selamat Pagi Tuan.. mau pesan apa " tanya sang pelayan
" Saya pesan Code Late saja satu " ucapnya Tian
" Apa ada lagi yang mau di pesan, barangkali Tuan mau memesan menu sarapan " tanya sang pelayan
" Tidak terima kasih " ucap Tian
__ADS_1
" Baik Kalau begitu, Tuan tunggu sebentar, nanti pesanannya akan segera datang " ucap sang pelayan
" Baik " ucap Tian
" Saya permisi " ucap sang pelayan langsung pergi dari sana
Tak lama kemudian Rio datang dengan langkah kaki yang terburu-buru, ia takut jika Tian akan marah karena ia terlambat dan membiarkan Tian menunggu dirinya.
" Tuan... Saya minta maaf karena saya terlambat dan membuat anda menunggu lama, saya tadi terjebak macet " ucap Rio dengan nafas yang tersengal-sengal
" Duduk " ucap Tian dengan wajah datarnya
Rio langsung duduk setelah di berikan perintah itu, ia kini duduk saling berhadapan dengan Tian.
Tiba-tiba saja pelayan itu datang dan menghampiri Tian sambil membawakan minuman yang di pesan Tian.
" Silahkan Tuan " ucapnya
" Kamu mau pesan apa " tanya Tian pada Rio
" Saya teh manis saja " ucap Rio sambil melihat wajah sang pelayan
" Baiklah Tuan, tunggu sebentar saya akan segera membuatkannya " ucap pelayan itu langsung pamit dan pergi dari sana
" Kita langsung ke intinya saja, saya tidak suka basa basi.. " ucap Tian sambil meneguk sedikit kopi miliknya
" Sebenarnya apa yang mau di katakan Tuan Tian, kenapa aku semakin gugup " batin Rio
" Silahkan Tuan, anda mau bertanya apa.. saya akan menjawabnya jujur " ucap Rio
" Yang di bicarakan Tuan Tian pasti tentang nona Riri... jangan sampai ini juga berkaitan dengan Wiki juga? " batin Rio semakin gugup
" Baik Tuan, saya akan berbicara jujur pada anda setahu saya " ucap Rio dengan wajah semakin tegang
" Bagus, saya hanya ingin menanyakan tentang sosok Wiki " ucap Tian dengan senyuman liciknya
" Apa yang aku khawatir sekarang, ternyata benar Tuan Tian menanyakan Wiki.. aku harus bicara apa sama Tuan Tian " batin Rio gelisah
" Beraninya kamu memperkenalkan laki-laki lain kepada Rara.. lihat saja pembalasan ku " ucap Tian dalam hatinya marah
" Cepat jawab, kenapa diam " ucap Tian
" Sebenarnya Wiki adalah teman saya Tuan " ucapnya dengan wajah Ragu-ragu
" Teman, lalu apa maksud mu memperkenalkan Dia dengan Rara, kamu kan tahu jika Rara adalah milikku, wanitaku " ucap Tian dengan nada marah
" Maafkan saya Tuan, Nona Rara lah yang meminta saya memperkenalkannya dengan seorang dokter, kebetulan Wiki adalah seorang Dokter di salah satu rumah sakit " ucap Rio dengan jujur
" Rencana apa lagi yang di lakukan Rara, kenapa dia tidak mendiskusikan hal itu dengan ku.. " batin Tian heran
" Kenapa Rara mencari sosok seorang dokter, apa yang dia rencanakan Sebenarnya Jawab " bentak Tian
__ADS_1
" Sebenarnya Ini semua gara-gara Tuan Vino, gara-garanya Nona Riska menjadi hamil dan Nona Rara ingin mengetahui kebenarannya " ucap Rio yang tampak hati-hati berbicara dengan Tian
" Astaga... Vino benar-benar laki-laki brengsek, aku akan merebut Rara di tanganmu lihat saja nanti " batin Tian
" Apakah Rara sedih.. " tanya Tian penasaran dengan isi hati Wanita yang ia cintai
" Tidak Tuan, Nona Rara tidak sedih sama sekali, ia justru menyiapkan rencana untuk menggugat cerai Tuan Vino " ucap Rio keceplosan
" Apa... " ucap Tian sambil tersenyum lebar, ia benar-benar bahagia mendengar kabar seperti itu. Baginya Wanita seperti Rara tidak pantas untuk Vino
" Sial, kenapa aku malah keceplosan, nanti Nona Riri pasti marah padaku " batin Rio menyesali ucapannya
Pelayan menghampiri mereka dan memberikan pesanan yang Rio pesan. Karena Tian merasa sudah tidak ada lagi yang di bicarakan ia pun pamit pada Rio.
" Silahkan Tuan " ucap sang pelayan meletakkan pesanan Rio
" Terima kasih " ucap Rio ramah
" Kalau begitu nikmati minuman mu kalau perlu pesan sarapan sekalian, biar aku yang bayar " ucap Tian dengan suasana hati yang senang
" Tidak usah Tuan, saya sudah sarapan " ucap Rio
" Kalau begitu, saya bayar sekarang untuk kedua minuman ini, kembaliannya untukmu saja " ucap Tian pada pelayan itu
" Tuan.. terima kasih " ucap Rio sopan
" Aku harus pergi karena hari ini aku harus menghadiri Meting dengan klien penting.. terima kasih Waktu mu.. kapan-kapan kita mengobrol kembali " ucap Tian sambil tersenyum
" Baik Tuan, hati-hati dijalan " ucap Rio
Tian langsung pergi meninggalkan Rio sendirian di Cafe itu, dengan wajah kesal ia meneguk minumannya
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,