
Vino langsung buru-buru pulang dari kantor untuk pulang ke rumah lebih cepat agar bisa menemui sang istri. Ia takut jika sang istri pulang kerumahnya hanya ingin mengambil barang-barangnya dan pergi dari rumah.
Vino langsung mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai kerumah, namun sebelum ia pulang ke rumah ia membelikan bunga untuk istrinya.
Ia yakin jika wanita paling luluh dengan bunga apalagi istrinya itu tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu semenjak menikah.
Kini ia sudah sampai di rumah, ia masuk kedalam rumah namun tak melihat sosok istrinya yang asri tadi ia pikirkan. Vino langsung masuk kedalam kamarnya, ia melihat Riri yang tertidur pulas disana. Namun ia dikagetkan dengan wajah Riri yang tampak putih dan cantik.
Ia menghampiri wajah istrinya itu, ia tidak percaya jika Riri bisa berubah secepat itu, bahkan ketika belum menikah pun Riri tidak pernah berpenampilan seperti ini.
" Apa benar dia Riri,, kenapa wajahnya berubah, kulitnya juga tampak putih dan langsing, tapi kenapa dia bersikap seperti tidak terjadi apapun, bukannya harusnya dia marah atau mengusir ibu " batin Vino sambil melihat dalam wajah istrinya itu
Rara yang menyadari kehadiran sang suami langsung bangun dan mulai bersandiwara menjadi Riri, Ia yakin jika suaminya sudah mengetahui perubahan dirinya.
" Sayang, kamu sudah pulang, maf aku tadi ketiduran, cape habis beres-beres " ucap Rara bangun dan memeluk sang suami
" Lihat saja kamu Vino, giliran kamu yang harus aku hancurkan " batin Rara dengan wajah kesal yang tidak di ketahui Vino
" Kenapa Riri bersikap seperti ini, tidak seperti biasanya.. apa ada yang salah dengan diri Riri " batin Vino bingung dengan sikap Riri yang bersikap manja padanya
" Riri, Kamu kan baru keluar dari rumah sakit, sebaiknya kamu jangan melakukan tugas rumah, kamu harus banyak istirahat " ucap Vino dengan pura-pura baik padanya
" Keadaan ku sekarang sudah lebih baik sayang, kamu jangan khawatir " ucap Rara sambil tersenyum
" Baguslah Jika dia tidak apa-apa, aku tidak menyangka jika dia akan bersikap baik lagi padaku dan tidak akan menceraikan ku, dengan begitu jalanku untuk mendapatkan perusahaan itu akan semakin lancar " batin Vino dengan senyum jahatnya
" Kamu kena jebakan ku Vino.. lihat saja aku akan mengambil kembali rumah ini dan semua yang harusnya menjadi milik ka Riri " batin Rara
__ADS_1
" Sewaktu di perjalanan aku sangat memikirkan dirimu, aku melihat ada toko bunga yang menjual bunga kesukaan mu " ucap Vino sambil melihat wajah Riri dan memberikan bunga padanya
" Wah, bunganya cantik sekali sayang, aku suka sekali... terima kasih sayang " ucap Rara sambil tersenyum pura-pura senang dengan apa yang Vino berikan padahal dalam hatinya ia sangat jijik dengan perlakuan Vino saat ini.
" Syukurlah Jika kamu suka,, apapun yang membuat mu bahagia akan aku lakukan sayang " ucap Vino memeluk Riri
" Aku yakin sekarang pasti hatinya sedang senang menerima bunga itu, meskipun aku tidak mencintai Riri tapi melihat penampilannya sekarang, dia cantik juga " batin Vino senang
" Kamu bodoh, bahkan sekarang kamu percaya padaku dan mencoba bersikap baik padaku, aku tidak bodoh Vino.. aku bukan ka Riri yang bisa kamu tipu hanya karena bunga " batin Rara tersenyum penuh kemenangan
" Sayang, kamu yakin apapun yang aku minta akan di penuhi " tanya Rara
" Tentu saja sayang,, katakan kamu mau apa, perhiasan atau mobil " tanya Vino dengan nada ragu-ragu
" Jangan sampai dia minta itu, bisa habis uangku gara-gara dia " batin Vino
" Aku tidak minta itu syaang, yang aku mau kita makan di luar ya malam ini.. aku merindukan saat-saat itu, sudah lama kita tidak dinner berdua " ucap Rara pada Vino dengan nada manja membuat Vino menyetujui keinginan istrinya itu.
" Baiklah sayang, apapun untukmu akan aku lakukan, kita makan malam di luar hari ini " ucap Vino agar bisa membuat Riri bahagia dan itu adalah salah satu cara agar ia bisa mendapatkan kepercayaan Riri kembali
" Kalau begitu kamu mandi dulu sana " ucap Rara menyuruh Vino mandi
Vino pun menuruti keinginan Rara, karena hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini agar sang istri tidak ingat kejadian perselingkuhannya beberapa waktu yang lalu.
Ketika Vino sedang di kamar mandi, Rara langsung melihat ponsel milik Vino, ia melihat semua isi pesan dari Riska selingkuhannya itu.
Secara kebetulan Riska pun mengirim pesan jika malam ini ia ingin bertemu dengan Vino, Rara dengan senang hati membalas semua isi pesan itu.
__ADS_1
Ia punya rencana yang bagus agar Riska sakit hati, ia akan menghancurkan hubungan antara Riska dan Vino sesuai dengan dendamnya sang kakak
" Aku akan membuat hubungan kalian hancur,, lihat saja nanti " batin Rara dengan senyum jahatnya
Rara kembali meletakkan ponsel milik Vino seperti semula, lalu ia membuka baju yang tadi ia beli di butik, ia mencoba gaun tersebut.
" Ini terlihat cantik, dengan polesan make up sedikit maka aku akan menjadi cantik dan Vino akan bertekuk lutut padaku,, aku menantikan hal itu " ucapnya senang
Tak lama kemudian Vino selesai mandinya dan kaget ketika melihat istrinya terlihat berbeda. berdandan cantik bukan kebiasaan Riri, yang ia tahu Riri tak suka berdandan karena baginya itu akan menghabiskan uang tapi kali ini istrinya itu terlihat sangat cantik.
" Dia sangat cantik kenapa aku baru menyadarinya sekarang, andaikan dulu dia berdandan seperti ini aku tidak usah repot-repot berselingkuh dengan Riska,, kalau dilihat-lihat dia lebih cantik dari Riska " batin Vino senang melihat perubahan Riri
Vino langsung menghampiri Riri dan memeluknya dari belakang, Rara pura-pura kaget dan tersenyum pada suaminya.
" Sayang kamu ngagetin aku saja " ucap Rara sambil tersenyum
" Sudah lama kamu tidak berdandan cantik begini,, hari ini kamu sangat cantik sayang " ucap Vino sambil tersenyum licik
" Benarkah aku cantik " ucap Rara tersenyum senang
" Ia sayang.. aku sampai tidak bisa berkedip di buatnya " goda Vino
" Kalau begitu Ayo kita berfoto berdua untuk kenang-kenangan.. karena suamiku ini sangat tampan " ucap Rara sambil tersenyum jahat
Mau tak mau Vino pun menuruti keinginan sang istri apalagi istrinya sekarang sangat cantik, ia juga tidak bisa menolak keinginan istrinya itu, semua ia lakukan agar semua yang ia rencanakan dengan Riska bisa berjalan lancar.
Karena mendapatkan kepercayaan kembali itu sangatlah sudah apalagi Kini Riri terlihat seperti bukan Riri yang dahulu, yang bisa ia bodohi.
__ADS_1