Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 56 Berita Buruk


__ADS_3

Deg,,


Rara langsung melihat wajah Bu Reni dengan tatapan tajam, seakan dia tidak suka jika ibu tirinya itu berkata seperti itu.


Pa mail yang menyadari tatapan putrinya itu langsung membentak Bu Reni di depan Riri, ia juga kurang suka dengan pertanyaan yang di ucapkan istrinya barusan.


" Reni... cukup " bentak Pa Mail


" Loh, ko mas malah bentak aku.. aku hanya tanya saja.. lagian benar kan Riska memang sedang hamil anaknya Vino " ucap Bu Reni tidak tahu malu


" Tapi tidak sepantasnya kamu bicara masalah ini di depan banyak orang.. " ucapnya Pa Mail


" Mas merasa malu kan, begitu pun aku.. bagaimana nasib aku yang sebentar lagi akan jadi bahan gosip para tetangga " ucap Bu Reni


" Itu bukan kesalahan ibu, itu salah anak ibu yang lebih menyukai suami orang lain maksudku suami kakaknya sendiri ketimbang menyukai pria lajang " ucap Rara dengan tatapan seperti menyindir


" Sial kenapa aku yang terpojok, niat hari ingin membuat dia sakit hati malah aku yang kesal sendiri " batin Bu Reni


" Aku tahu maksudnya dia bicara apa,, ternyata ini rencana kalian.. akan aku ladeni " ucap Rara dalam hatinya


" Kenapa Reni tega berbicara begitu, tidak sadar apa hati Riri pasti sakit juga " batin Pa Mail


" Ibu tahu, ibu juga salah karena tidak bisa mendidik Riska dengan baik, tapi tolong biarkan Vino menikahi Riska " ucap Bu Reni dengan wajah memelas ya ia tahu jika Riri orangnya sangat baik dan tidak tega jika orang lain sedih.


" Mungkin jika Ka Riri yang melihat hal ini ia akan dengan mudahnya memaafkan kesalahan Riska dan menikahkan Vino, tapi itu tidak akan terjadi selama ada aku " batin Rara


" Kamu sudah gila " ucap Pa Mail


" Mas kamu harus mengerti, aku tidak mau jika Riska hamil tanpa ada seorang suami.. dimana harga diriku depan banyak orang " ucap Bu Reni


" Tapi kamu juga harus menghargai perasaan Riri, dia juga korban... " ucap Pa Mail


" Tapi Mas.. Riska juga putri mu,, kamu harus adil " ucap Bu Reni


" Maksud kamu tidak adil apa " ucap Pa Mail


" Kenapa malah mereka yang bertengkar.. tambah pusing kepala ku " batin Rara


" Ayah dan Ibu kenapa kalian malah bertengkar " ucap Rara heran


" Ini semua gara-gara ibu mu " ucap Pa Mail menunjuk Bu Reni


" Kenapa mas selalu menyalakan aku.. Mas selama ini tidak pernah perhatian pada Riska " ucap Bu Reni sambil menangis


" Aku tidak perhatian " ucap Pa Mail semakin naik darah.


Melihat hal itu Rara langsung memeluk ayahnya itu, ia tahu jika ayahnya sudah emosi sakitnya akan kambuh.


" Ayah, harus tenang jangan emosi.. ingat kesehatan ayah " ucapnya Rara memeluk Pa Mail

__ADS_1


" Ia nak, maafkan Ayah... ayah hanya tidak suka saja kamu di posisi sekarang.. ayah merasa kenapa kamu tidak bahagia selama ini " ucap Pa Mail dengan wajah sedihnya


" Ayah tenang saja, apapun yang akan terjadi nantinya.. aku hanya ingin ayah tetap mendukung aku " ucapnya Rara


" Ia nak, apapun keputusan mu ayah pasti mendukung mu.. kamu jangan khawatir ya nak " ucap Pa Mail


" Ia Ayah, terima kasih " ucap Rara sambil tersenyum


Tiba-tiba Riska datang menghampiri mereka ia duduk dengan wajah gugup dan sikap yang salah tingkah membuat ketiga orang yang ada di sana heran.


" Riska sayang, apa kamu baik-baik saja " ucapnya Bu Reni langsung memeluk putrinya itu


" Ah, tidak Bu.. aku hanya lapar dan barusan mual-mual " ucapnya dengan wajah pucatnya


" Kenapa aku merasa sikap Riska berbeda sekali.. sebenarnya dia kenapa " batin Rara penuh curiga


" Semoga saja mereka tidak curiga padaku.. ini semua bukan salah ku.. ini takdir " batin Riska


" Riska kenapa ya... apa terjadi sesuatu barusan " batin Reni khawatir


" Jangan sampai Riska membuat masalah lagi.. aku pusing di buatnya " batin Pa Mail


" Kalau begitu cepat kamu pesan makanan, kamu mau makan apa biar ibu pesankan " ucap Bu Reni dengan penuh perhatian


" Aku mau bakso Bu.. seperti enak " ucap Riska sambil tersenyum


Tampak Riska menatap Rara dengan tatapan benci, namun Rara hanya menatap Riska sekilas, ia sudah tidak mau meladeni rencana Riska dengan Bu Reni.


" Kakak.. em.. mana Vino " tanya Riska sambil tersenyum


" Mana aku tahu, biasanya juga kamu yang selalu tahu suami ku berada.. kan kamu selingkuhannya Suamiku " ucap Rara sambil tersenyum sinis


" Ayah, lihat kakak selalu menghinaku " ucapnya Riska dengan nada suara yang merengek


" Memang kalimat mana dari ucapan Riri yang salah " ucap Pa Mail tampak membela Riri


" Sial, kenapa ayah malah membela Ka Riri.. bikin kesal aja.. aku benar-benar membenci mu ka " batin Riska


" Akhirnya ayah membela ku.. rasanya senang sekali " batin Rara


Bu Reni menghampiri Riska dengan membawakan pesanan makanan yang diinginkan Riska.


" Nak ini bakso... " ucap Bu Reni sambil tersenyum


" Bu.. " ucap Riska meneteskan air matanya


" Kamu kenapa nak... " ucap Bu Reni memeluk Riska


" Ini semua gara-gara kamu kan Ri,, cepat mengaku saja " ucap Bu Reni tampak emosi

__ADS_1


" Kenapa kamu malah menyalahkan Riri, salahkan saja Riska, orang dia yang salah " ucap Pa mail


" Terus saja kamu mas, belain Riri... Riska juga sama anakmu .. " ucap Bu Reni


" Apa dia menghargai Riri sebagai kakaknya.. jawab aku " tanya Pa Mail pada Bu Reni


" Aku menghargai ka Riri sebagai kakak ku.. salahku di mana " tanya Riska dengan wajah sedih


" Kalau kamu menghargai Riri sebagai kakakmu ,, kamu harusnya tidak merebut suami kakakmu sendiri " ucap Pa Mail dengan lantang di depan banyak orang


" Pelan kan suara mu Mas.. " ucap Bu Rena dengan nada marah


" Sudah Ayah, kita duduk lagi " ucap Rara menenangkan sang ayah


" Kita bicarakan masalah ini nanti ketika di rumah, tidak enak jika membahas masalah ini di sini.. " ucapnya Rara


" Ibu setuju " ucap Bu Reni


" Ayah juga setuju " ucap Pa Mail


" Jadi kapan kakak mau membicarakan masalah ini " ucap Riska


" Lusa besok kita bicarakan masalah ini " ucap Rara membuat Riska puas


Terdengar suara handphone milik Rara berbunyi, ia pun segera mengangkat teleponnya, ia kaget ketika yang meneleponnya adalah Vino dengan suara terbata-bata.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,

__ADS_1


__ADS_2