
Meti langsung membawa Mesin Fotocopy yang di butuhkan Rara, untungnya alat itu tidak besar dan tidak terlalu berat.
Tok.. Tok... Tok...
" Masuk " ucap Rara
" Nona ini mesin fotocopy yang anda minta " ucapnya
" Kamu nyalakan mesinnya sekarang " ucap Rara
" Baik Nona " jawabnya
" Lalu kamu Fotocopy semua data ini, jangan sampai ada yang terlewatkan " ucap Rara
" Baik Nona " ucap Meti, meskipun ia heran dengan tingkah sang majikan namun ia tidak punya hak untuk menolaknya ia hanya bisa menuruti apa yang di perintahkan oleh majikannya itu.
Handphone Rara berbunyi tanda seseorang menghubunginya dan orang itu adalah Dimas, temannya yang punya Toko perhiasan yang tadi ia kunjungi.
Kring... Kring...
" Halo " ucap Rara langsung mengangkat teleponnya
" Halo Rara, aku sudah melihat gambar yang kamu kirimkan, kalau sekilas aku lihat memang itu perhiasan asli dan total nilai semua perhiasan itu sekitar dua miliyar " ucap Dimas
" Ternyata Lumayan juga " Ucapnya Rara sambil tersenyum licik
" Apa mau aku buatkan perhiasan palsunya " tanya Dimas yang sudah menduga pemikiran Rara
" Apa kamu bisa membuatnya dalam satu hari " tanya Rara
" Maksud mu apa " tanya Dimas heran
" Aku mau besok perhiasan itu harus sudah jadi " ucapnya Rara
" Baiklah aku akan mengusahakannya untuk mu.. asalkan kamu harus meluangkan waktu untuk menceritakan semua ini padaku " ucap Dimas
" Jika renacanaku berhasil aku akan menceritakan semuanya padamu " ucapnya Rara senang
" Baiklah aku pegang kata-kata mu " ucap Dimas
" Terima kasih untuk semuanya " ucap Rara
" Tidak usah sungkan, kita kan teman " ucap Dimas sambil tersenyum
" Baiklah, sampai jumpa " ucapnya Rara langsung menutup teleponnya
Kini perasaannya sangat lega, rencananya sedikit demi sedikit berjalan lancar. Hal yang tidak pernah ia duga ternyata Tuhan mendukungnya dan memudahkan jalannya.
" Bagaimana Meti, apakah sudah selesai " tanya Rara
" Belum nona sebentar lagi " ucap Meti
Ting... Tong... Ting... Tong...
Terdengarlah suara bel rumahnya, perasaannya kini harap-harap cemas, ia takut jika yang adalah Vino, akan rusaklah rencananya.
__ADS_1
" Nona, biar saya buka pintunya " ucap Meti
" Jangan Meti, kamu tunggu saja disini.. selesai ini semua dengan cepat.. kamu jangan lupa simpan di lemari sedikit demi sedikit dan yang asli simpan di bawah tempat tidur.. biar saya yang buka pintu " ucap Rara dengan wajah tegangnya
" Baik Nona " ucap Meti langsung dengan gesit menyelesaikan pekerjaannya
Rara tampak sangat kaget, ia benar-benar takut jika yang datang itu adalah Vino, ia langsung berjalan dengan cepat dan mengintip dahulu di jendela untuk melihat terlebih dahulu siapa yang datang.
Rara bisa bernafas lega ketika yang ia lihat adalah Rio, asisten pribadinya yang ia suruh datang ke rumah. Ia langsung membukakan pintu dengan wajah leganya.
" Masuk " ucap Rara sambil tersenyum
Rio langsung masuk kedalam sesuai dengan perintah majikannya itu.
" Kamu tunggu disini sebentar, jika ada Vino datang kesini kamu cepat kasih tahu aku " ucap Rara
" Baik Nona " ucapnya
Rara berjalan kembali menuju kamarnya untuk melihat hasil pekerjaan yang Meti kerjakan sebelumnya.
" Bagaimana sudah selesai " tanya Rara
" Nona bikin saya kaget saja, Sedikit lagi selesai " ucap Meti
" Bagus " ucap Rara mengambil koper miliknya lalu dia lalu memasukan semua perhiasan yang ia ambil di kamar Bu Popi
" Yang asli mana " tanya Rara
" Ini Nona " ucapnya
" Bagus, kamu sekarang susun kembali berkas-berkas itu di simpan agar tidak ketahuan Vino, lalu setelah itu kamu simpan kembali Mesin Fotocopy ke ruang kerja Vino " ucap Rara
" Baik Nona " ucapnya langsung menuju lemari itu
" Oh ia saya lupa, kalau lemari itu tidak ada kuncinya, nanti kamu gunakan ini untuk menguncinya " ucap Rara
" Tapi Nona, ini kan jepit rambut bukan kunci " tanya Meti
" Sudah jangan banyak tanya cepat kerjakan saja " ucap Rara
" Baik Nona "
" Nona ini kenapa membobol lemari milik Tuan Vino, sudah seperti pencuri saja " batin Meti bingung
" Sekarang kamu sudah tidak punya apa-apa lagi Vino, kamu sudah jatuh Miskin dan bangkrut.. ini belum setimpal dengan perbuatannya mu dahulu pada Ka Riri " batin Rara
" Akhirnya yang aku cari selama ini sudah aku dapatkan.. ini langkah yang bagus untuk benar-benar menghancurkan mu " ucapnya Rara sambil tersenyum jahat
Rara langsung memasukan semua berkas-berkas itu kedalam koper bersama dengan perhiasan yang sudah ia masukan terlebih dahulu.
Ia langsung membawa koper itu kehadapan Rio dan duduk di depannya. Sambil tersenyum senang ia langsung memberikan koper itu pada asistennya itu.
" Ini apa Nona " tanya Rio dengan wajah kebingungan karena di berikan koper oleh majikannya itu.
" Aku mau kamu menyimpan ini di tempat yang aman.. ini barang berhargaku " ucap Rara
__ADS_1
" Tapi Nona kenapa tidak di simpan di rumah anda ini " ucap Rio
" Sudah jangan banyak tanya, kamu simpan ini semua ingat jangan pernah kamu membukanya apalagi melaporkan hal ini pada Tian " ucapnya Rara
" Baik Nona "
" Sekarang kamu cepat pergi dan segera simpan barang ini " ucapnya Rara
" Apakah boleh saya menyimpan ini di apartemen saya " tanya Rio
" Asalkan tempatnya aman " ucap Rara
" Jika anda ingin lebih aman kenapa tidak di simpan di tempat Tuan Tian " ucap Rio
" Aku tidak mau merepotkan, sudah cukup selama ini ia membantu ku " jawab Rara
" Baiklah kalau begitu saya akan simpan baik-baik semua barang Nona " ucap Rio
" Terima kasih, kamu menang asisten ku yang baik " ucap Rara sambil tersenyum
" Kenapa senyuman Nona Rara membuat jantungku berdebar kencang " batin Rio
" Kamu adalah satu-satunya orang yang saat ini aku percaya Rio.. aku yakin dengan sikapmu yang seperti ini, kamu Takan mengkhianati ku " batin Rara
" Kalau begitu saya permisi dulu Nona " pamitnya sambil membawa koper itu
" Baiklah, kamu hati-hati dijalan " ucap Rara
Rio langsung masuk kedalam mobilnya, lalu pergi dari sana menuju apartemennya, ia ingin menyimpan koper yang berharga ini terlebih dahulu sebelum ia kembali lagi ke kantor.
Hari ini majikannya itu membuat dia lelah, tapi Rio mengerti karena masalah yang di hadapi majikannya itu tidak mudah.
Baginya Majikannya itu adalah wanita tangguh karena ia bisa melewati semua masalahnya dengan pikiran yang tenang dan tanpa emosi
.
.
.
.
Bersambung...
Halo semuanya, menyambut Bulan Ramadhan aku punya novel baru cocok untuk mengisi waktu ngabuburit kalian...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1
,,Selamat menjalankan ibadah Puasa,,