Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 22 Rencana


__ADS_3

Flash Back


Ketika Vino masih mandi, ia memang merencanakan untuk menjebak Vino dan Riska, ia sengaja membuat Riska cemburu agar Riska berbuat di luar pikirannya. Ia tahu jika Riska tipe wanita yang lebih mengutamakan hatinya di bandingkan pikirannya.


Rara memesan satu meja yang berbeda yaitu tepat di samping meja yang ia pesan supaya Riska bisa mendengarkan apa yang mereka ucapakan. Rara akan memancing Vino agar mengatakan hal-hal yang romantis.vbukannya bagus ketika Riska mendengarkan ucapan itu ia akan kebakaran hatinya karena Tidak akan rela jika Vino bersikap baik dan romantis pada Riri meskipun Riri istrinya.


Rara sengaja memesan Anggur merah yang bukan seperti biasanya, Anggur merah yang ia siapkan adalah anggur merah dengan dosis yang lumayan tinggi, jadi ketika seseorang meminum minuman itu, walaupun hanya satu gelas ia akan mabuk seperti orang yang sudah meminum satu botol.


Tak hanya itu, Rara juga memasukan obat tidur dengan dosis kecil dan obat perangsang dengan dosis besar pada makanan Vino dan Riska, ia sengaja menyiapkan itu agar ia bisa melancarkan rencananya.


Rara memang sengaja ijin ke toilet untuk membuat Vino dan Riska leluasa bertemu tanpa kehadirannya. Namun ketika di toilet ia malah di tarik oleh seorang Laki-laki bernama Tian.


Tian tahu keberadaan Rara dari mata-mata yang ia bayar, Ternyata Ketika Rara pulang ke rumah, Tian bahkan menyewa beberapa mata-mata agar lebih mudah mengawasi Rara, ia takut Vino dan Mertuanya menindas Rara.


Tapi ternyata dugaannya salah, Mata-mata itu bilang jika Rara tidak selemah yang ia pikir, bahkan mertuanya kini di tindas habis-habisan olehnya, para tetangga pun banyak yang mendukung Rara.


" Kamu " ucap Rara bingung dan kaget


" Kamu ikut aku " ucap Tian membawa Rara kedalam toilet


" Kamu mau apa, lepasin aku " ucap Rara gugup


" Kamu memang Rara yang aku kenal,, aku sempat khawatir dengan keadaan mu tapi ternyata kamu lebih licik dari yang aku kira " ucap Tian sambil memeluk Rara


" Lepaskan, kita tidak seakrab ini,, kamu bukan siapa-siapa aku, jangan bersikap kurang ajar seperti ini " ucap Rara mencoba melepaskan pelukannya Tian


" Biarkan aku sebentar saja memelukmu begini,, aku sangat merindukan mu Ra " ucap Tian yang enggan melepaskan Rara


" Maafkan aku Tian, aku harus membohongi mu " batin Rara


" Kenapa kamu kesini, bagaimana dengan alergi mu " tanya Rara bingung


" Aku baik-baik saja, Aku ingin selalu melindungi mu dari orang-orang yang akan menyakitimu " ucap Tian melepaskan pelukannya


" Aku tidak selemah itu, jadi Tuan tidak usah mencampuri urusan ku lagi " ucap Rara dengan wajah sinisnya


" Biarkan aku membantumu Ra,, aku tau kamu ingin membalas dendam pada suami dan mertua mu itu kan " tanya Tian tahu dari semua penyelidikan yang ia terima


" Aku mau keluar " ucap Rara

__ADS_1


" Tunggu Ra,, aku janji akan membantumu,, ijinkan aku membantumu anggap saja itu balasan karena aku menabrak mu dan membuatmu hilang ingatan " ucap Tian


" Sepertinya itu hal bagus juga,, lagian aku juga tidak bisa menangani mereka berdua untuk kali ini " batin Rara


" Em, baiklah jika mau kamu membantu siapkan saja aku satu kamar hotel untuk ku atas nama Riska " ucap Rara sambil tersenyum jahat


" Kamu mau apa di kamar hotel.. apa rencana mu Ra,, " ucap Tian kaget


" Nanti juga kamu akan tahu " ucap Rara sambil tersenyum jahat langsung membuka pintu toilet


Tian hanya bisa menuruti apa yang diinginkan wanita yang ia cintai tersebut, karena hanya itu yang bisa membuat Tian dan Rata dekat.


Ia tahu jika Rara akan menjebak Vino dan Riska, ia sengaja menyuruh salah satu pelayan yang ada disana untuk merekam segala yang di lakukan Riska dan Vino ketika berada di restoran.


Rara memancing Vino agar membawanya pulang, namun disisi lain juga membawa Riska pulang dengan berpendapat tak tega padahal jelas-jelas Rara akan membawa mereka ke hotel agar rencananya lebih mudah juga.


Rara sengaja menerima bantuan dari Tian, karena ia tahu jika pengaruh Tian dikota ini juga besar, apalagi Hotel yang akan mereka jadikan pertunjukan adalah hotel milik Tian.


Setelah mereka sampai di Hotel tersebut, Rara melihat Bimo sedang menyambutnya di depan hotel tersebut. Rara langsung menyerahkan semua rencananya kepada Bimo.


Sementara itu ia masuk kedalam ruangan dimana Tian berada. Ia masuk Kesana dan melihat Tian sedang duduk disana sambil melihat pemandangan Kota di gedung yang tinggi.


" Kamu sudah datang " tanya Tian


" Setelah kebusukan mereka terbongkar,, kamu mau apa " tanya Tian sambil meminum anggur merah


" Sebenarnya ini bukan akhir dari segalanya,, aku mendengar jika Vino memiliki saham di perusahaan ayah sebesar 20%, aku tak rela jika itu terjadi " ucap Rara


" Kalau begitu aku akan membeli saham tersebut " ucap Tian sambil tersenyum


" Aku hanya ingin merebut yang seharusnya milikku " ucap Rara


" Ketika ada kesempatan yang mudah kenapa harus memakai cara sulit " ucap Tian sambil memandangi wajah Rara


" Biarkan aku tangani mereka,, aku ingin membuat mereka hancur sehancur-hancurnya " ucap Rara sambil tersenyum jahat pada Tian


" Kalau begitu caranya kamu harus bekerja disana, agar semua rencana busuk Vino kamu tahu " ucap Tian memberikan ide


" Itu juga yang aku pikirkan,, makanya aku menjebak mereka, aku tahu jika Riska memiliki saham 20% juga di perusahaan ayah " ucap Rara

__ADS_1


" Ternyata kehidupan mu tidak mudah Ra,, aku salah jika aku egois ingin kamu tinggal disisiku, kamu memang harus membalas dendam mu dan menghancurkan semua orang yang sudah jahat padamu " batin Tian


" Apa mereka sudah melakukan hal yang menjijikkannya belum " tanya Rara melihat jam dinding sangat malam


" Sepertinya sudah, Aku akan menghubungi Bimo dahulu " ucap Tian


Tian langsung menghubungi Bimo menanyakan semua situasi disana, Bimo hanya menjawab mereka sudah terkapar lemas karena sudah bertempur, Tian langsung menyuruh Memberikan aroma perangsang untuk nanti pagi pada Vino agar ketika di gerebek mereka masih melakukan hal seperti itu.


Tak lupa Bimo juga sudah memasang alat perekam disana yang akan merekam semua perbuatan mereka.


" Ini baru jam dua belas malam, aku sudah siapkan kamar untukmu nanti ketika pagi-pagi sekali aku akan menghindar pada media untuk menggerebek tempat ini " ucap Tian


" Lebih baik aku pulang saja kerumah ayah dan besok pagi-pagi aku dan ayahku akan menggerebek mereka disini, kamu tahan mereka jangan sampai mereka kabur.


" Kamu tenang saja, rencana kita akan lancar besok pagi " ucap Tian sambil tersenyum


" Kalau begitu aku permisi pulang dulu " ucap Rara melangkah pergi dari sana


" Tunggu Ra " ucap Tian


" Ada apa lagi " ucap Rara bingung


" Biar aku antar pulang " ucap Tian


" Tidak usah, aku naik taksi " ucap Rara menolak keinginan Tian


" Disini sudah Tidak ada taksi, ijinkan aku mengantarmu pulang, aku janji tidak akan macam-macam " ucap Tian dengan wajah memelas


" Baiklah.. untuk kali ini " ucap Rara terpaksa menuruti keinginan Tian, ini memang sudah tengah malam, ia juga takut nanti ada orang jahat padanya.


Mereka langsung masuk kedalam mobil Tian, sementara Bimo tampak berjaga dan mengawasi Vino dan Riska.


Tian merasa senang karena ia bisa dekat kembali dengan Rara, walaupun belum dekat seperti dulu tapi ia Takan menyerah untuk lebih dekat dengan Rara.


Sedangkan Rara juga tampak senang bisa berduaan dengan Tian, tanpa terasa ia memejamkan matanya sepanjang perjalanan.


Kini mereka sudah sampai di depan rumah keluarga Rara yang ia ketahui dari anak buahnya. Ia melihat wajah Rara yang terlelap dalam tidurnya, ia melihat ada kesedihan dan kebencian dalam wajahnya.


Sebenarnya Tian tak tega jika harus membangunkan Rara tapi ini sudah malam dan sudah sampai di rumah orang Tua Rara. Dengan terpaksa Tian harus membangunkan Rara.

__ADS_1


" Ra,, kita sudah sampai di rumah orang tuamu " ucap Tian membuat Rara kaget dan membuka matanya


Bersambung...


__ADS_2