Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 6 Vino Vs Tian


__ADS_3

Pihak rumah sakit langsung menghubungi Vino menggunakan handphone Riri, karena di dalam Handphonenya Riri terdapat nomor Handphone Vino selaku suami dari Pasien.


Vino Setelah menemui Riska langsung pergi ke rumah sakit dengan terburu-buru untuk melihat keadaan sang istri, dengan wajah panik dan khawatirnya.


" Sayang,, " Ucap Vino masuk kedalam ruangan Riri yang disana sudah ada Sosok lelaki yang lebih tampan dari dia.


" Kamu tidak apa-apa kan sayang, mana yang sakit coba katakan padaku " ucap Vino dengan wajah paniknya lalu perhatiannya berpaling setelah melihat kearah samping tempat tidur sang istri, ia lihat sosok lelaki yang rapi dan terlihat tampan


" Dia siapanya Rara,, kenapa hatiku merasa tidak suka pada lelaki ini meskipun dia tidak sebanding dengan aku " batin Tian melihat dandanan lelaki itu dari atas sampai bawah, ia heran karena lelaki itu memanggil Rara dengan sebutan Mesra


" Aku baik-baik saja, hanya terserempet saja " ucap Rara sambil tersenyum dan pura-pura baik pada Vino, padahal dalam hatinya ia masih kesal dan marah dengan tingkah Vino


" Tapi tangan dan kakimu terluka sayang, aku jadi sangat khawatir sama kamu sayang " ucap Vino melihat sekujur tubuh istrinya penuh dengan balutan perban.


Sebenarnya Rara malas bermain drama seperti ini dengan Vino, namun mau tidak mau dia juga harus bermain cantik agar Vino tidak mencurigai dia. Dan semua rencana balas dendamnya akan berhasil.


" Kata dokter ini tidak terlalu parah dalam dua atau tiga hari kedepannya, aku pasti akan sembuh " ucap Rara meladeni ucapan Vino dengan wajah sedih


Vino Melihat kearah Tian, ia merasa sangat tidak suka dengan kehadiran Tian, apalagi dengan penampilan Tian yang menurutnya terlalu keren, ia merasa jika Tian akan menjadi ancaman buatnya apalagi dia melihat Tian memandang Riri sangat berbeda. Ia takut jika Riri akan suka padanya dan menceraikan dia.


" Ehm, Sayang Dia siapa " tanya Vino dengan tatapan sinis, ia merasa jika lelaki itu akan menjadi saingannya.


" Perkenalkan nama saya Tian, saya teman Riri " ucap Tian dengan tatapan tajam pada Vino dan tersenyum sinis, ia berjanji akan merebut Rara dari lelaki dihadapannya.


" Apa-apaan sih Tian, masa dia malah menganggap ku sebagai teman,, tapi ada untungnya juga sih aku bisa memanfaatkan dia agar Vino tahu rasa " batin Rara

__ADS_1


" Teman, kenapa aku baru mendengar kamu punya teman lelaki seperti ini sayang " ucap Vino sinis. Ia takut jika Riri akan di hasut oleh lelaki dihadapannya itu.


" Apa maksudnya dia bilang teman yang seperti ini,, lihatlah penampilan ku yang lebih baik darinya, jas ku saja mahal dan wajahku juga tampan dibandingkan dia, ah bikin kesal saja " batin Tian menahan amarahnya


" Sialan Vino, masa Tian direndahkan sama dia, jelas-jelas dia tidak apa-apanya dengan Tian, harusnya vino tahu diri " batin Rara yang tidak terima dengan ucapan Vino


" Aku akan memberikan pelajaran pada lelaki ini agar menjauhi Riri, kita lihat saja nanti siapa yang akan kalah, aku Takan tinggal diam " batin Vino dengan wajah tak suka pada Tian


Sang suster datang dan memberikan makanan pada pasien, Tian yang melihat hal itu langsung mengambil kotak makanan dan berniat untuk memberikannya pada Rara.


" Biar saya saja sus yang menyuapi Riri " ucap Tian sambil tersenyum


Tapi ternyata Vino merasa kesal lalu berniat ingin mengambil kotak makanan itu, ia langsung merebut kotak tersebut, Mereka beradu mulut berdua membuat Rara kesal sendiri dengan kelakuan mereka.


" Tidak kembalikan padaku " ucap Tian


" Jangan biar aku saja " ucap Vino merebut kotak makan itu


" Cukup hentikan,, " ucapan Rara membuat keduanya terdiam dan Rara mengambil kotak makan tersebut, namun sayangnya ketika ia ingin memakan makanannya, ia tidak bisa karena tangannya masih di balut perban.


Tian berusaha mengambil sendok untuk menyuapi makanan Rara namun malah di rebut oleh Vino, ah sungguh hari ini kedua orang di hadapan Rara sangat berisik membuatnya kesal setengah mati.


Tingkah mereka sangat kekanak-kanakan, apalagi Sikap Vino tampak seperti preman pasar, Vino langsung melipat tangan kemeja bajunya sebagai tanda ia jago. Dan menantang Tian untuk berkelahi.


Rara yang pusing dengan tingkah mereka, langsung melihat kearah Asisten Tian yang bernama Bimo, sebenarnya ia tahu jika asisten Tian bernama Bimo, tapi karena ia sedang bersandiwara jadi ia berpura-pura tidak tahu namanya , ia memanggil sang asisten itu lalu menyuruh Bimo untuk menyuapinya.

__ADS_1


" Kamu sini " ucap Rara pada Bimo


" Saya.. "


" Ia kamu,, siapa lagi,, siapa nama mu " tanya Rara


" Saya Bimo " ucapnya dengan ragu-ragu


" Kamu tolong Suapin saya " ucap Rara sambil tersenyum licik


" Apa " ucap mereka kaget dengan ucapan Rara barusan


" Kenapa tidak mau " ucap Rara


" Baik nona biar saya suapi " ucap Bimo


Vino dan Tian dia buat heran dengan sikapnya, beda halnya dengan asisten itu yang langsung dengan sigap menghampiri Rara dan mulai menyuapi dia.


Tian dan Vino benar-benar kesal melihat pemandangan itu, Tapi tidak dengan Rata, ia tampak menikmati makanannya dan terlihat senang bisa di suapi oleh Bimo nama asisten itu.


Menurut Vino saingannya bertambah satu lagi, ia yakin jika ia bisa meluluhkan hati sang istri kembali dan membuat sang istri tunduk padanya dengan seiringnya berjalannya waktu semuanya akan kembali padanya lagi.


Tidak dengan isi pikiran Rara, ia sudah matang merencanakan untuk menghancurkan Riska dan Vino, ia memang sengaja mendekati Bimo agar ia bisa dengan mudahnya bisa menjadikan Bimo sebagai tangan kanannya tanpa di ketahui oleh Tian ataupun Vino.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2