Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 46 Pasangan Pura-pura


__ADS_3

Kini malam pun tiba, Rara sudah siap-siap untuk menepati janjinya kepada Wiki untuk menemani Wiki ke acara makan malam.


Rara sudah berdandan rapi dengan baju dressnya, ia terlihat sangat cantik hari ini, ia memakai make up dengan riasan yang tipis dan natural.


Rara melihat handphonenya yang tampak berdering dari tadi, ia melihat jika handphonenya dari tadi terus di kirim pesan oleh seseorang. Ketika ia melihat pesan itu ternyata dari Wiki.


Dalam pesan itu Wiki mengatakan jika ia ingin menjemput Rara di rumahnya, hal itu membuat Rara kaget dan heran, ia langsung menolak keinginan Wiki tersebut.


Namun Wiki tak terima dengan penolakan tersebut, ia langsung menelepon Rara.


Kring... Kring...


" Halo " ucap Rara dengan nada bicara yang kesal dengan isi pesan Wiki


" Halo cantik, apa sudah siap " tanya Wiki


" Saya sudah siap, kita ketemuan saja di tempat acara " ucapnya Rara


" Tapi Aku mau menjemput mu " ucap Wiki


" Aku tidak mau " tolak Rara


" Kirimkan alamat mu sekarang juga " ucap Wiki


" Kalau kamu terus memaksa saya pastikan jika saya tidak akan menemanimu ke acara tersebut " ancam Rara pada Wiki


Wiki yang mendapat ancaman itu dengan terpaksa tidak memaksa lagi keinginannya pada Rara.


" Baiklah, kita ketemu di acara tersebut, aku akan menunggu mu di depan gedung itu, alamatnya nanti aku kirimkan padamu " ucap Wiki


" Ternyata kamu Tidak mudah aku taklukan, hal itu membuat aku penasaran pada mu Riri " batin Wiki


" Rasanya Risih dengan sikap Wiki, andai saja aku tidak punya hutang budi padanya dan membuat perjanjian ini " batin Rara


" Baiklah " ucap Rara langsung menutup teleponnya


Kini wajahnya berubah menjadi kesal dan marah, ia langsung memesan taksi karena Wiki sudah mengirimkan alamat acara tersebut.


Ia langsung bergegas naik taksi dan pergi ke alamat itu. Ia melihat sekeliling jalan di luar yang tampak tidak terlalu macet seperti biasanya. Entah mengapa ia mengingat semua perlakuan Candra padanya dulu.


" Setelah dendam Ka Riri selesai, apakah aku bisa kembali lagi ke tubuh ku, dimana tubuh ku sekarang " tanya Rara dalam batinnya


Ia juga melihat bayangan masa lalunya bersama dengan sang ibu, ia langsung menghapus air matanya yang tanpa sadar menetes saat itu.


" Ibu,, aku merindukanmu.. ternyata hidup itu tidak semudah yang di bayangkan, banyak orang yang tidak tulus di dunia ini.. hanya ibu yang bisa mengerti aku dan mencintai aku dengan tulus " batin Rara


Memang berat jika kita merindukan seseorang yang ternyata sudah tidak bisa kita lihat sosoknya lagi. Hanya bayangan masa lalu ia bisa kita kenang bersama dengan kenangan indah.


Tak terasa Ia sudah sampai di alamat yang di berikan Wiki, Sang supir taksi memberitahukan pada Rara jika ia sudah sampai karena Rara tampak melamun sepanjang perjalanan.


" Nona... maf kita sudah sampai " ucapnya Sang supir taksi

__ADS_1


" Ah ia, ternyata sudah sampai.. ini uangnya pak, terima kasih " ucap Rara langsung turun dari taksi


Rara melihat sosok Wiki ada tak jauh dari pintu masuk, hal itu membuat ia semakin heran dengan tingkah Wiki.


" Riri... " ucapnya Wiki sambil tersenyum


" Kenapa kamu tidak langsung masuk saja " ucap Rara


" Aku sedang menunggu mu " ucap Wiki dengan wajah senangnya


" Kalau begitu ayo kita masuk " ucap Rara to the points karena tidak mengulur-ulur waktu


" Baiklah ayo " ucapnya Wiki langsung menggenggam tangan Rara


" Apa-apaan ini " ucap Rara kaget dan melepaskan genggaman tangan Wiki


" Apa salahnya gandengan, toh kan malam ini kamu harus pura-pura jadi pasangan ku " ucap Wiki sambil tersenyum


Hal itu membuat Rara tidak bisa berkata apapun lagi, ia tampak pasrah ketika Wiki memegang tangannya kembali masuk kedalam gedung tersebut.


Tampak pesta yang mewah apalagi yang masuk kedalam gedung itu harus punya surat undangan juga, mungkin itu juga jadi alasan Wiki menunggu Rara di depan pintu gedung tersebut.


Ia melihat semua orang tampak berpakaian bagus dan juga rapi. Banyak dari kalangan selebritis dan juga pengusaha yang berkumpul disana. Meskipun heran dengan pesta itu namun Rara tidak mau ambil pusing toh dia hanya sebagai pasangan pura-pura Wiki.


" Kamu nikmati saja pestanya, nanti sesekali aku akan berbincang-bincang dengan teman-teman ku " ucap Wiki


" Tidak masalah " ucap Rara sambil tersenyum


" Ini acara pertunangan temanku sebenarnya " ucap Wiki


" Kenapa kamu tidak menyiapkan hadiah untuknya " ucap Rara heran


" Dia kaya, dia tidak butuh apapun... dia hanya butuh kehadiran ku saja " ucap Wiki


" Kaya sekali dia " ucapnya Rara acuh tak acuh


" Kamu disini saja dulu ya, aku mau menemui teman ku disana " ucap Wiki


" Ok " ucap Rara


Wiki meninggalkan Rara sendirian di sana, sedangkan ia sendiri menemui teman-temannya yang sudah lama tidak bertemu.


Sementara Rara tampak sedang memilih-milih makanan yang ia akan coba. Banyak makanan yang ia sukai disana. Namun lebih terkejut lagi ketika ia melihat sosok laki-laki yang selalu membantunya siapa lagi kalau bukan Tian.


" Rara " ucap Tian membuat Rara menoleh kebelakang dimana Tian berada


" Tian " ucap Rara heran


" Kenapa dia ada disini, baru saja aku bebas dari Wiki kenapa harus bertemu dengan Tian " batin Rara


" Kenapa Rara ada disini, sama siapa dia kesini kenapa tidak ada yang melaporkan hal itu padaku, dan juga Kenapa Rio tidak berkata apa-apa, apa dia kenal dengan seseorang disini " batin Tian

__ADS_1


" Kenapa kamu disini, sama siapa kesini " ucap Tian tampak penasaran pada Rara


" Oh, aku hanya menemani teman saja datang kesini " ucap Rara asal bicara agar Tian tak banyak bicara lagi tapi pikirannya salah, Tian semakin penasaran padanya


" Teman, Rara punya teman?? siapa kenapa aku bisa tidak tahu " batin Tian


" Kenapa dia banyak sekali bicara membuat ku kesal saja " batin Rara


" Teman laki-laki apa perempuan " tanya Tian


" Ish dasar kepingin tahu saja " ucapan Rara membuat Tian kesal


" Awas saja jika ternyata dia datang dengan teman laki-laki.. Tak akan aku biarkan " batin Tian


" Kita duduk di sana yu " tunjuk Tian pada kursi yang kosong


" Tidak usah " ucap Rara sambil memakan makanannya


" Ayo... " ucap Tian langsung menarik tangan Rara


" Tapi makanan ku... " ucap Rara dengan rasa tak rela ia baru memakan makanannya satu suap


" Nanti aku akan bawakan makanan itu padamu " ucap Tian


" Ish, bikin kesal saja " ucap Rara degan wajah kesalnya


Sedangkan Tian ia merasa senang sudah bisa membawa Rara duduk di samping dengannya.


.


.


.


.


Bersambung...


Halo semuanya, menyambut Bulan Ramadhan aku punya novel baru cocok untuk mengisi waktu ngabuburit kalian...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


,,Selamat menjalankan ibadah Puasa,,

__ADS_1


__ADS_2