Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 15 Mengerjai Vino


__ADS_3

Vino sudah pulang dari kantor, ia segera menuju rumah sakit dimana istrinya dirawat. Meskipun malas ia mencoba untuk bersikap baik pada sang istri agar dia bisa mendapatkan kepercayaan darinya.


Sebelum pergi ke rumah sakit ia mampir ke toko buah-buahan dan toko makanan yang disukai oleh sang istri.


Sesampainya di rumah sakit ia langsung menuju kamar sang istri, dengan senyum manis di wajahnya ia membuka pintu.


" Sayang " ucap Vino


Vino melihat sang dokter dan beberapa suster membuka perban yang ada di tangan dan kaki istrinya, seolah senang dengan keadaan sang istri membaik ia langsung menghampirinya.


" Dok bagaimana keadaan istri saya, apa sudah sembuh total, lalu kenapa perbannya di buka " ucap Vino terlihat sedikit lebih cerewet biasanya.


Rara hanya melihat wajah Vino yang terlihat cerewet dengan wajah yang masam, bagaimana bisa seorang Vino peduli pada istrinya, bukannya dia tidak pernah mencintai istrinya.


" Sayang, keadaan aku sudah baik-baik saja, kamu jangan khawatir ya " ucap Rara sambil tersenyum memainkan akting yang tak kalah bagusnya dengan Vino.


Vino senang ketika mendapat senyum manis dari istrinya, ia beranggapan jika Riri sudah benar-benar memaafkan dirinya, sudah tidak ada hambatan lagi untuknya melancarkan rencananya.


Sang dokter memberitahukan jika keadaan Riri sudah sembuh, namun harus di ingat juga jika Riri tidak boleh terlalu cape melakukan aktifitas. Rara senang mendengar ucapan sang dokter, tidak dengan Vino ia berencana akan membuat istrinya untuk istirahat beberapa hari di rumah dengan alasan memulihkan kondisinya padahal ia ingin merebut kembali jabatan direktur yang sudah di ambil alih oleh Rara.


Sang dokter pamit keluar dengan para suster, sedangkan Vino tampak sibuk mengupas apel yang akan ia berikan pada sang istri.


" Sayang, bagaimana jika kamu beristirahat untuk beberapa hari di rumah, aku khawatir dengan kondisi kesehatan mu.. " ucap Vino membujuk sang istri agar menuruti keinginannya


Rara tahu betul itu bukan alasan utama Vino menyuruhnya untuk beristirahat, ia yakin jika ia sudah merencanakan sesuatu yang tidak ia ketahui.


Vino tampak memotong-motong buah-buahan lalu ia berikan pada sang istri sebagai cemilan enak dan sehat untuk di konsumsi sang istri.


Rara menolak keinginan Vino, ia mengatakan jika dia banyak libur maka pekerjaannya pasti akan merepotkan suaminya itu.

__ADS_1


Vino tak patah semangat ia terus memaksa sang istri untuk beristirahat selama satu Minggu, jelas ucapan Vino tak di tanggapi sama sekali oleh Rara karena tidak sesuai dengan keinginannya, yang Rara ingin memata-matai Vino agar ia tahu rencana Vino selanjutnya apa.


Vino hanya bisa kecewa terlihat dari raut wajahnya namun tak berani menampakkannya takut istrinya marah kembali. ia hanya bisa merencanakan rencana yang lain untuk merebut harta istrinya.


" Sial, dia malah tidak mendengarkan ku,, lihat saja nanti akan ku buat kau nangis darah, dasar wanita yang jelek dan tak tahu diri " ucap Vino marah mencaci maki istrinya dalam hatinya


Tak lama kemudian sang mertua datang dengan wajah yang cape dan tampak lelah. Rara menduga jika mertuanya itu pasti sudah sangat jauh mencari apa yang ia pesan.


" Ibu,, dari mana saja aku hubungi ibu tapi tidak di angkat " ucap Rara pura-pura kaget


" Ini pesanan mu " ucap Bu Popi dengan wajah kesalnya, bagaimana tidak ia harus baik ojek untuk sampai ke Kedai soto itu karena jalanan macet, mana dia harus mengantri sampai tiga jam jika ingin mendapatkan soto itu hari weekend kedai lebih rame dari biasanya.


" Ibu terimakasih sotonya, tapi harusnya jika ibu tidak mendapatkan ini juga tidak apa-apa.. aku tidak akan marah,, dari pada ibu jauh-jauh Kesana " ucap Rara dengan wajah sedih berpura-pura merasa bersalah pada sang mertua karena sudah menyuruh makanan yang jauh


" Kenapa ibu tidak bilang padaku, restoran soto itu tidak jauh dari kantorku,, jadi kan ibu ga harus cape-cepek seperti ini " ucap Vino merasa kasian pada sang ibu yang terlihat lelah


" Sayang, mungkin ibu ga mau merepotkan kamu, lagian kan kamu pulangnya suka tengah malam, ini baru pertama kalinya kamu pulang lebih awal dari biasanya " ucap Rara dengan menyindir pada Vino


" Kalau begitu aku mau makan soto yang ibu belikan " ucap Rara sambil tersenyum


" Baiklah " ucap Vino sambil tersenyum membawa soto Tersebut kedalam mangkuk lalu disimpan di atas meja di dekat ranjang Rara.


" Sial, kalau bukan karena ulah Geri kemarin sama Riska mana mungkin aku mau membelikan soto jauh-jauh lagi,, sial sekali hari ini " batin Bu Popi dengan wajah kesal


" Sayang suapin " ucap Rara bersikap manja pada Vino agar Mereka tambah akrab, untuk membangun hubungan yang baik dengan musuh itu bisa di gunakan semua orang ketika menggunakan strategi Musuh dalam selimut .


Vino mulai menyuapi Rara sementara mertuanya terlihat memfoto kebersamaan Rara dan Vino seperti permintaan Rara sebelumnya.


ia sengaja Ingin pamer kemesraan pada semua orang di media sosial targetnya adalah agar Riska melihat kemesraannya.

__ADS_1


" Sayang, aku rasa soto ini kurang bumbu deh, kurang garam " ucap Rara sambil tersenyum dipaksakan


Vino dengan senang hati turun ke bawah tepatnya ke kantin untuk membeli garam disana, setelah garam ia dapatkan dan langsung memberikannya pada istrinya.


" Sayang, ini kayanya kurang pedas, bisa tolong belikan sambal bubuk " ucap Rara dengan nada manja membuat Vino kembali ke kantin untuk membeli sambal.


Kini Vino sudah mendapatkan sambal yang di minta Rara, ia langsung berikan kepada istrinya. dan bersikap Ramah pada sang istri.


" Sayang, ini kurang Asem, bagaimana kalau kamu belikan aku cuka, minta tolong ya sayang " ucap Rara sambil tersenyum jahat


Vino tidak punya pilihan ia langsung pergi kembali ke kantin untuk membelikan cuka yang di minta sang istri. Bu Popi tak terima jika putranya diperlakukan seperti itu.


" Riri, kamu kelewatan,, apa kamu tidak lihat kasian Vino mondar-mandir ke kantin untuk membelikan semua yang kamu mau " bentak Bu Popi


" Sialan mertuaku ini malah marah, coba dulu pasti ka Riri di perlakukan lebih dari ini oleh kalian berdua,, aku harus ambil kesempatan ini agar mereka berdua bertengkar " batin Rara


Vino datang kembali ke ruangan dengan membawa cuka yang di minta oleh Rara, namun ketika ia Kesana ia melihat Rara sedang menangis, ia panik dan langsung menghampirinya.


" Kamu kenapa nangis sayang " tanya Vino bingung


" Maafkan aku sayang, aku merepotkan mu.. ibu benar aku yang salah " ucap Rara akting menangis membuat Vino iba dan mertuanya di berikan tatapan tajam oleh putranya sendiri.


" Ibu,, aku tidak keberatan melakukan apa yang membuat istriku bahagia, ibu jangan bersikap kasar lagi pada Riri mulai sekarang " ucap Vino membuat Bu Popi bingung karena Bu Popi melakukan hal itu untuk membela putranya bukan malah dia yang balik di marahi.


" Kamu yakin sayang mau membuat aku bahagia " ucap Rara dengan raut wajah sedihnya


" Ia sayang, apapun itu yang penting kamu bahagia " ucap Vino sambil tersenyum melihat wajah sang istri


" Kalau begitu, coba makan ini " ucap Rara membuat mertua dan vino sendiri bingung.

__ADS_1


Vino bisa menebak jika rasanya pasti asin karena garam yang ditambahkan oleh Rara banyak, sambal juga banyak, apalagi cuka. Tapi demi mendapatkan kembali kepercayaan istrinya ia rela memakan soto tersebut.


Itulah awal Rara mengerjai vino tunggu saja yang lebih dahsyat dari itu.


__ADS_2