
Rara sudah berada didepan pintu rumahnya, ia berharap jika Vino belum sampai dirumah sehingga ia bisa mempengaruhi Bu Popi.
" Ibu... " ucap Rara sambil menangis
" Ada apa sih kamu datang-datang kesini menangis begini " ucap Bu Popi dengan wajah dunianya
" Vino Bu... " ucap Rara duduk di kursi dan menangis sangat kencang
" Ada apa lagi dengan Vino, benar-benar capek sekali dengan permasalahan mereka, namun aku harus pura-pura baik di depan Riri.. agar aku bisa membujuknya memaafkan Vino kembali " Batin Bu Popi
Dengan terpaksa Bu Popi Langsung menghampirinya dan memeluk menantunya itu yang masih menangis.
" Ada apa lagi nak dengan Vino,, " ucap Bu Popi dengan nada lembut
" Sial, dia malah berakting sok baik lagi di depan ku membuatku muak saja " batin Rara
" Kamu jangan terlalu banyak mendengarkan perkataan Orang lain, kamu harus percaya pada suamimu sendiri " ucap Bu Popi
" Aku akan membuat kamu benar-benar kaget dan kecewa pada Vino, aku tahu jika akhir-akhir ini penyakit jantung ku kambuh.. aku akan membuat Vino menyesal berhadapan dengan ku " batin Rara
" Bu, kalau Vino salah apa ibu masih mau membela dia " ucap Rara masih meneteskan air matanya
" Vino adalah anak ibu, jika dia salah ibu akan mengingatkan Vino bahkan sikapnya salah dan mencoba memperbaikinya " ucap Bu Popi sambil tersenyum
" Jika Perbuatan Vino yang menghamili Riska bagaimana Bu " ucap Rara kembali lagi menangis
" Apa kamu bilang " ucap Bu Popi menahan rasa sakitnya di dada
" Aku tahu jika sekarang Bu Popi sedang kesakitan, tapi Rasa sakit yang dia rasakan tidak sebanding dengan rasa sakit yang ka Riri terima selama ini.. " ucap Rara dalam hatinya
" Bu Aku benar-benar tidak bisa bersama dengan Vino lagi " ucap Rara pura-pura sedih
" Ibu tidak percaya jika Vino melakukan hal seperti itu.. Ibu percaya pada Vino " ucap Bu Popi dengan wajah semakin pucat
" Aku juga percaya kalau Vino tidak akan seperti itu.. tapi sudah ada buktinya dan itu benar anaknya Vino " ucap Rara
" Ibu yakin jika Riska pembohong,, Vino tidak mungkin seperti itu " ucap Bu Popi yang merasakan dadanya semakin sakit, kepalanya pusing
" Ibu kenapa " tanya Rara pura-pura khawatir
" Tolong ambilkan obat ibu di laci dekat tempat tidur ibu " ucapnya dengan nafas terbata-bata menahan rasa sakit di jantungnya.
Rara langsung pergi menuju kamar Bu Popi untuk mengambilkan obat itu, namun sebelum ia memberikan obat Bu Popi ia langsung mencari keberadaan barang-barang berharga milik Ka Riri.
Ternyata Vino sudah kembali, ia tampak khawatir melihat kondisi sang ibu yang berwajah pucat yang sednag memegang dadanya.
" Ibu " ucap Vino menghampiri sang ibu, ia meletakkan martabak yang di pesan oleh istrinya lalu di simpan di atas meja.
" Ibu ayo kita ke rumah sakit " ucap Vino dengan wajah khawatirnya
" Jangan sentuh ibu " ucapnya dengan nada marah
__ADS_1
" Ibu kenapa marah " tanya Vino bingung dengan sikap sang ibu
Plak,,
" Menurut mu ibu marah kenapa.. itu karena kelakuan kamu " ucap Bu Popi dengan nada marah
" Apa maksud ibu " ucap Vino merasa bingung
" Apa jangan-jangan ibu tahu tentang berita kehamilan Riska, bisa gawat ini... " batin Vino panik
" Jangan pura-pura bodoh, mungkin kalau Riri bisa kamu bodohi tapi tidak dengan aku, aku ibumu... jujur padaku apa benar Riska mengandung anak mu " ucap Bu Popi dengan nada marahnya
" Ibu maafkan aku... aku juga tidak tahu kalau Riska hamil " ucapnya sambil menangis
" Kenapa bisa kamu berbuat seperti itu " ucap Bu Popi masih dengan nada marah
" Aku tidak tahu, ku,, aku biasanya selalu pakai pengaman " ucapnya Vino dengan nada bingung
Datanglah Rara menghampiri mertua dan Vino yang sedang bertengkar, ia sejak tadi menguping pembicaraan antara Vino dan ibunya. ia Tampak senang karena Bu Popi ternyata mendukungnya, ia akan membuat Bu Popi dan Vino tidak akur lagi.
" Lihat saja aku akan menghancurkan hubungan ku dengan Ibumu.. kamu harus merasakan jadi ka Riri dulu yang tidak punya siapa-siapa yang membela mu " batin Rara
" Mungkin kamu lupa pakai pengaman jadi Riska seperti itu " ucapnya Rara sambil tersenyum jahat
" RI,, kamu dengar penjelasan ku dahulu " Ucap Vino dengan wajah sedihnya
" Kenapa kamu sangat jahat padaku, apa salahku, jika memang kamu tidak mencintai ku kenapa kamu tidak jujur padaku " ucapnya Rara sambil menangis
" Kalau mencintai ku lalu kenapa kamu seperti itu " bentak Rara
" Aku khilaf RI... " ucap Vino
" Khilaf.. kamu bilang khilaf,, bisa-bisanya kamu khilaf lebih dari tiga kali, dimana hati nurani mu.. " ucap Rara
" Bu, tolongin aku.. buat Riri percaya lagi padaku, dan memaafkan semua kesalahan ku " ucap Vino pada sang ibu
" Bu.. aku sudah tidak tahu ucapan Vino yang mana yang harus aku percayai " ucapnya Rara menatap Bu Popi
" Aku sudah meminta Riska untuk menggugurkan kandungannya " ucap Vino membuat mereka kaget apalagi Bu Popi
" Kamu benar-benar jahat " ucap Rara membentak Vino
Dada Bu Popi semakin sakit dan tidak tertahankan, membuat Vino kaget dan segera membawa sang ibu ke rumah sakit.
" Kamu... kamu... " ucap Bu Popi menahan amarahnya sambil memegang dadanya
" Ibu,, ibu kenapa " ucap Vino tampak panik
" Ibu.. ibu... " ucap Rara pura-pura panik
" Kamu... anak... " ucap Bu Popi terpotong karena ia langsung pingsan
__ADS_1
" Ibu... ibu bangun " ucap Rara
" Kenapa ibu, Bu... ibu... ibu... " ucap Vino sangat panik
" Cepat kamu bawa ibu kerumah sakit " ucap Rara
Vino langsung mengangkat tubuh Bu Popi kedalam mobil, mereka langsung membawanya Bu Popi kerumah sakit, terlihat Vino sangat khawatir pada keadaan sang ibu.
Vino melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai dirumah sakit, sesampainya di rumah sakit Bu Popi langsung di masukan keruang ICU oleh para suster karena keadaannya memburuk.
" Sus tolong " ucap Rara membuat para suster menghampirinya
" Ini kenapa Nona " ucap salah satu suster
" Tadi ibu pingsan sambil memegang dadanya " ucap Rara
" Baik Kami akan segera membawa pasien keruang ICU, mohon nona dan Tuan mengisi administrasinya terlebih dahulu " ucapnya
" Baik Sus " ucap Rara
" Tolong selamatkan ibu saya sus.. " ucap Vino dengan wajah khawatirnya
" Ia susu, berapapun biayanya kami akan bayar asal ibu selamat " ucap Rara membuat Vino memandang dirinya dengan wajah sedih
" Padahal aku dan ibu selalu membuat Rara susah dan menderita dulu, tapi dia ternyata memang berhati baik " batin Vino
" Nona tenang saja, Kami akan melakukan tindakan untuk menyelamatkan pasien sebisa kami " ucapnya
" Terima kasih sus " ucap Rara langsung melihat wajah vino dengan kesal
.
.
.
Bersambung...
Halo semuanya, menyambut Bulan Ramadhan aku punya novel baru cocok untuk mengisi waktu ngabuburit kalian...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
...,,Selamat menjalankan ibadah Puasa,,...
__ADS_1